Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag: Salat Ajarkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Ini Makna Isra Mikraj

Kompas.com, 15 Januari 2026, 19:48 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa salat tidak hanya mengandung dimensi kesalehan spiritual, tetapi juga memuat nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Penegasan tersebut disampaikan Menag dalam sambutannya menyambut Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M.

Menurut Nasaruddin, peristiwa Mikraj menjadi titik penting dalam sejarah Islam karena pada momen itulah Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu.

Baca juga: Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan

Salat, kata dia, bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan fondasi pembentukan kepribadian Muslim yang beriman, disiplin, dan berakhlak mulia.

“Salat yang dijalankan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang memiliki kesadaran tinggi, peka terhadap persoalan sosial, serta peduli pada lingkungan,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (15/1/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Ia menegaskan bahwa salat yang dilaksanakan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Pada saat yang sama, salat juga menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Menag kemudian menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya salat.

Menurutnya, prinsip tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, gerakan dan tata tertib dalam salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Menag, relevan dalam cara manusia membangun, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Baca juga: Menag Tinjau Progres Pembangunan Rumah Ibadah Lintas Agama di IKN

Nasaruddin juga menegaskan bahwa esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis.

Konsep tauhid, menurutnya, mengandung makna kesatuan ciptaan atau unity of creation, bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang mencerminkan kebesaran Allah SWT.

“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan adalah bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.

Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah ini, Menag mengajak umat Islam menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Ia menilai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh dan menyeluruh.

Kesalehan tersebut, menurutnya, tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam serta menggunakan sumber daya secara bijaksana.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita dengan langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” kata Menag.

Baca juga: Romo Mudji Sutrisno Wafat, Menag: Selamat Jalan Sahabat Dialog Lintas Iman

Ia berharap peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi umat Islam untuk memperkuat kesalehan spiritual, sosial, dan ekologis secara bersamaan.

“Semoga Isra Mikraj menjadi momentum untuk menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” tuturnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Menag: Salat Ajarkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Ini Makna Isra Mikraj
Menag: Salat Ajarkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Ini Makna Isra Mikraj
Aktual
Tanda-Tanda Amalan Diterima Allah, Apa yang Bisa Dirasakan?
Tanda-Tanda Amalan Diterima Allah, Apa yang Bisa Dirasakan?
Doa dan Niat
Riya’, Ujub, dan Sum’ah: Tiga Penyakit Hati yang Merusak Amal Ibadah
Riya’, Ujub, dan Sum’ah: Tiga Penyakit Hati yang Merusak Amal Ibadah
Doa dan Niat
Menimbun Harta dan Azabnya, Peringatan Islam bagi Orang Kikir
Menimbun Harta dan Azabnya, Peringatan Islam bagi Orang Kikir
Doa dan Niat
Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah Saat Isra Miraj? Ini Jawabannya
Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah Saat Isra Miraj? Ini Jawabannya
Doa dan Niat
Aktivis Pro Palestina Akhiri Mogok Makan usai Kontrak Senjata Israel Dibatalkan
Aktivis Pro Palestina Akhiri Mogok Makan usai Kontrak Senjata Israel Dibatalkan
Aktual
Pria Tertua Arab Saudi Wafat Usia 142 Tahun, Nasser Al Wadaei Tinggalkan 134 Keturunan
Pria Tertua Arab Saudi Wafat Usia 142 Tahun, Nasser Al Wadaei Tinggalkan 134 Keturunan
Aktual
Mengenal Buraq Kendaraan Mulia dalam Peristiwa Isra Mi’raj
Mengenal Buraq Kendaraan Mulia dalam Peristiwa Isra Mi’raj
Aktual
Menag Bilang Masyarakat Ingin ASN Kemenag Seperti Malaikat
Menag Bilang Masyarakat Ingin ASN Kemenag Seperti Malaikat
Aktual
5 Puisi Religi tentang Isra Miraj yang Menyentuh Jiwa
5 Puisi Religi tentang Isra Miraj yang Menyentuh Jiwa
Aktual
Tugas Istri dalam Islam: Peran Utama yang Tidak Sekadar Urusan Rumah Tangga
Tugas Istri dalam Islam: Peran Utama yang Tidak Sekadar Urusan Rumah Tangga
Doa dan Niat
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Aktual
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
Doa dan Niat
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Aktual
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com