Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Wapres Gibran Bawa Payung Sendiri Lindungi Kiai dari Hujan, Kesantunan yang Membekas di Cipasung

Kompas.com, 21 Januari 2026, 17:29 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming ke Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026), meninggalkan jejak mendalam.

Bukan hanya karena agenda penguatan literasi teknologi bagi santri, tetapi juga karena rangkaian sikap santun dan penuh adab yang dirasakan langsung para kiai dan keluarga besar pesantren.

Sejak tiba di halaman depan pesantren, Wapres Gibran disambut pimpinan dan para sepuh Cipasung, di antaranya KH Ubed Ubaidillah dan KH Acep Adang. Tanpa berlama-lama, ia langsung menuju rumah kediaman almarhum sesepuh Pesantren Cipasung, Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, sebagai bentuk tabarukan, takziyah, sekaligus napak tilas.

Baca juga: Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik

Menurut KH Deni Sagara, Khodimul Majelis Dzikir Ponpes Cipasung, langkah pertama itu mencerminkan penghormatan mendalam Wapres kepada ulama.

“Mas Wapres langsung ke kediaman Abah sesepuh. Di dalam rumah, beliau diterima oleh seluruh keluarga besar Cipasung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Deni ini, kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Napak Tilas Pesan Amanat Pesantren

Di kediaman tersebut, Gibran juga memasuki ruang khusus yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Ruangan itu merupakan tempat Presiden Prabowo Subianto pernah menuliskan pesan amanat dari almarhum Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, salah satu pengasuh Ponpes Cipasung orangtua Gus Deni, yang kala itu menekankan agar negara memberi perhatian lebih kepada pesantren.

“Mas Wapres melihat langsung ruang khusus itu. Beliau menyampaikan kesannya tentang foto Presiden Prabowo yang sedang mencatat pesan Abah sesepuh. Dan sekarang, pesan itu sudah mulai terwujud dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren,” tutur Gus Deni.

Bagi keluarga besar Cipasung, momen tersebut menjadi pengikat sejarah: jejak silaturahmi Presiden ke-7 Joko Widodo, napak tilas Presiden Prabowo Subianto, dan kini dilanjutkan oleh Wapres Gibran yang merupakan putra Joko Widodo.

Menyapa Santri dan Meninjau Pelatihan AI-Robotik

Usai dari kediaman sesepuh, Wapres Gibran melanjutkan agenda menuju Gedung Pusat Media dan Teknologi Pesantren Cipasung. Di sana, ia meninjau langsung pelatihan AI dan robotik yang tengah diikuti ratusan santri.

Dengan telaten, Gibran berdialog, menyapa, dan menyaksikan presentasi karya santri. Ia mengaku takjub karena dalam waktu singkat para santri sudah mampu menampilkan hasil inovasi berbasis kecerdasan buatan dan robotik.

“Beliau berpesan bahwa pesantren adalah pusat ilmu dan akhlak, tetapi santri juga harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” kata Gus Deni.

Hujan Turun, Payung Menjadi Saksi Kesantunan

Saat keluar dari Gedung Pusat Media dan Teknologi Ponpes Cipasung, hujan turun cukup deras. Ajudan telah menyiapkan payung hitam. Namun, momen inilah yang kemudian banyak diceritakan.

“Mas Wapres langsung memegang payungnya sendiri. Saya sempat menawarkan agar saya saja yang membawa payung, tapi beliau menolak dengan halus,” tutur Gus Deni.

“Tak usah, Pak Kiai. Saya yang bersyukur dan berterima kasih sudah diterima dengan baik di sini,” kata Gus Deni menirukan jawaban Gibran kala itu.

Dengan payung hitam di tangannya, Wapres Gibran berjalan menuju Aula Dome Pesantren Cipasung, tetap memayungi kiai muda yang mendampinginya. Gestur sederhana itu dinilai para kiai sebagai cermin takdzim dan akhlakul karimah.

“Di pesantren kami diajarkan al-adab fauqol ilmi, adab di atas ilmu. Apa yang ditunjukkan Mas Wapres itu nyata,” kata Gus Deni.

Kesan di Aula Dome dan Ziarah Pendiri Pesantren

Di Aula Dome, Wapres Gibran menyampaikan kesannya kembali, termasuk saat melihat foto Presiden Prabowo menuliskan amanat Abah sesepuh. Ia menyebut pesan itu relevan dengan upaya negara saat ini untuk memperkuat peran pesantren, termasuk dalam pendidikan dan teknologi.

Setelah acara, Wapres melanjutkan agenda ziarah ke makam pendiri Pesantren Cipasung, Abah KH Ruhiyat, dilanjutkan shalat Ashar, lalu berpamitan ke rumah pimpinan pesantren KH Ubaidilah.

Baca juga: Transformasi Ponpes Cipasung Jelang 1 Abad: “Kampung Pangan” dan Santripreuneur

Pamitan dan Kembali ke Jakarta

Rangkaian silaturahmi ditutup dengan pamitan hangat. Dari Cipasung, Wapres Gibran langsung menuju Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya, untuk terbang kembali ke Jakarta.

Bagi keluarga besar Pesantren Cipasung, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan. Dari tabarukan ke rumah sesepuh, dialog dengan santri, hingga payung hitam di bawah hujan, semuanya menjadi isyaroh (isyarat) —bahwa kepemimpinan, teknologi, dan jabatan sejatinya harus berjalan seiring dengan adab, kesantunan, dan penghormatan kepada ulama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng
3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan
10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan
Aktual
4 Ide Hampers Lebaran 2026 Low Budget, Mulai Rp 50 Ribuan tapi Tetap Elegan
4 Ide Hampers Lebaran 2026 Low Budget, Mulai Rp 50 Ribuan tapi Tetap Elegan
Aktual
Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan
Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini, 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini, 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini, 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini, 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 11 Maret 2026
Aktual
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Aktual
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Timur untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Timur untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Aktual
10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan
10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Hari Ini, 10 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Hari Ini, 10 Maret 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com