Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asnaf Zakat: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat dan Penjelasannya

Kompas.com, 21 Januari 2026, 22:08 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Zakat merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan dalam Islam. Zakat berfungsi untuk menyucikan diri dan harta dari segala yang mengotorinya. Perintah zakat menunjukkan bahwa dalam setiap harta yang dimiliki, ada hak sosial yang harus ditunaikan.

Lebih jauh, zakat bukan sekadar kewajiban ritual dalam Islam, melainkan instrumen sosial untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan umat. Agar tujuan tersebut tercapai, Islam telah menetapkan secara tegas siapa saja yang berhak menerima zakat. Mereka dikenal dengan istilah asnaf zakat, yang jumlahnya ada delapan golongan.

Penetapan ini tidak lahir dari ijtihad manusia, melainkan langsung disebutkan dalam Al-Qur’an dan dijelaskan secara rinci oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. Memahami asnaf zakat menjadi hal mendasar bagi setiap muslim, khususnya bagi muzaki dan pengelola zakat.

Dalil Utama Asnaf Zakat

Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan.”

Ayat ini menjadi fondasi utama seluruh pembahasan zakat dalam kitab-kitab fiqih seperti Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd.

Asnaf Zakat: 8 Golongan Penerima Zakat

Asnaf zakat adalah golongan orang yang berhak menerima zakat. Berikut ini rinciannya berdasarkan surat At Taubah ayat 60.

1. Fakir (Orang yang Sangat Melarat)

Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dalam kitab Fathul Qarib, fakir didefinisikan sebagai orang yang tidak mampu memenuhi setengah dari kebutuhan dasarnya.

Golongan ini menempati prioritas utama penerima zakat karena kondisi hidupnya yang sangat rentan dan sangat kekurangan.

2. Miskin (Orang yang Tak Mampu Hidup Layak)

Miskin memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan hidup yang layak. Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, miskin adalah orang yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya, tetapi masih kekurangan secara signifikan.

Perbedaan antara fakir dan miskin sangat diperhatikan dalam fiqih agar distribusi zakat lebih adil.

3. Amil Zakat (Pengelola Zakat)

Amil zakat adalah orang atau lembaga yang ditugaskan secara resmi untuk mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian. Dalam Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, amil berhak menerima zakat sebagai kompensasi kerja, meskipun mereka tergolong orang mampu.

Hal ini menunjukkan bahwa zakat dikelola secara profesional dalam Islam.

4. Muallaf (Orang yang Baru Masuk Islam)

Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam atau pihak yang diharapkan kecenderungan hatinya kepada Islam. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa zakat kepada muallaf bertujuan menguatkan iman dan menjaga stabilitas umat.

Asnaf ini mencerminkan pendekatan Islam yang bijaksana dan strategis dalam dakwah.

5. Riqab (Budak)

Riqab pada masa terdahulu merujuk pada budak yang ingin memerdekakan dirinya. Zakat digunakan untuk membantu pembebasan tersebut. Dalam konteks modern, para ulama kontemporer seperti Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqh az-Zakah memperluas maknanya pada upaya pembebasan manusia dari penindasan dan keterbelengguan ekstrem.

6. Gharim (Orang Berutang)

Gharim adalah orang yang terlilit utang untuk kebutuhan yang halal dan mendesak. Dalam Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa orang yang berutang demi kemaslahatan pribadi atau sosial tetap berhak menerima zakat selama tidak mampu melunasinya.

Asnaf ini menegaskan bahwa Islam sangat peduli pada beban sosial dan ekonomi umat.

7. Fisabilillah (Orang yang Berjihad di Jalan Allah)

Fisabilillah secara bahasa berarti “di jalan Allah”. Mayoritas ulama memaknainya sebagai orang yang berjihad, sementara ulama kontemporer memperluasnya pada kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan kemaslahatan umat. Pra ustadz yang mengajar di pelosok-pelosok negeri termasuk ke dalam golongan ini.

Asnaf ini menunjukkan kepedulian kepada mereka yang berjuang untuk menegakkan agama Islam.

8. Ibnu Sabil (Orang yang sedang Dalam Perjalanan)

Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan, meskipun ia tergolong orang mampu di tempat asalnya. Dalam Tafsir Al-Qurtubi, dijelaskan bahwa zakat boleh diberikan agar ia dapat melanjutkan perjalanan atau kembali ke kampung halamannya.

Asnaf ini menunjukkan bahwa rasa persaudaraan tetap dikuatkan selama dalam perjalanan.

Kesimpulan

Asnaf zakat merupakan sistem distribusi harta yang sangat terstruktur dan visioner dalam Islam. Dengan merujuk pada Surat At-Taubah ayat 60 serta penjelasan para ulama dalam kitab-kitab fiqih, baik klasik dan kontemporer.

Umat Islam diarahkan untuk menyalurkan zakat secara tepat sasaran, adil, dan penuh hikmah sehingga manfaatnya dapat dirasakan bagi yang membutuhkan.

Pemahaman yang benar tentang 8 golongan penerima zakat bukan hanya menjaga keabsahan ibadah, tetapi juga memastikan zakat benar-benar menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi umat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
DPR Ingatkan Kemenhaj: Jangan Sampai Kuota Haji 2026 Tersisa, Harus Nol Tak Terpakai
DPR Ingatkan Kemenhaj: Jangan Sampai Kuota Haji 2026 Tersisa, Harus Nol Tak Terpakai
Aktual
Asnaf Zakat: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat dan Penjelasannya
Asnaf Zakat: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat dan Penjelasannya
Aktual
Biaya Makan Jemaah Haji Turun, Kemenhaj Pastikan Gizinya Tetap Terjaga
Biaya Makan Jemaah Haji Turun, Kemenhaj Pastikan Gizinya Tetap Terjaga
Aktual
Futur dalam Islam: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya
Futur dalam Islam: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya
Doa dan Niat
Ketika Wapres Gibran Bawa Payung Sendiri Lindungi Kiai dari Hujan, Kesantunan yang Membekas di Cipasung
Ketika Wapres Gibran Bawa Payung Sendiri Lindungi Kiai dari Hujan, Kesantunan yang Membekas di Cipasung
Aktual
Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama
Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama
Aktual
Doa Setelah Bersedekah agar Berkah dan Rezeki Berlimpah
Doa Setelah Bersedekah agar Berkah dan Rezeki Berlimpah
Doa dan Niat
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Doa dan Niat
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Doa dan Niat
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Aktual
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Aktual
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Doa dan Niat
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com