KOMPAS.com - Hari Jumat menempati posisi istimewa dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari.
Keistimewaan ini tidak hanya berlaku bagi kaum laki-laki yang menunaikan salat Jumat, tetapi juga bagi kaum perempuan.
Bagi muslimah, Jumat menjadi momentum spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam buku Fiqh al-Mar’ah al-Muslimah karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa perempuan memiliki ruang ibadah yang luas pada hari Jumat, meskipun tidak diwajibkan menghadiri salat Jumat. Amalan-amalan ini menjadi sarana memperoleh keutamaan hari mulia tersebut.
Salah satu amalan utama hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan diberikan cahaya di antara dua Jumat.” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menerangkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi dianjurkan mulai Kamis malam hingga Jumat petang.
Bagi muslimah yang tidak menghadiri salat Jumat, amalan ini menjadi sarana utama untuk meraih keberkahan hari tersebut.
Selain itu, kandungan Surah Al-Kahfi juga menjadi benteng spiritual dari fitnah Dajjal, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim.
Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat yang Perlu Kamu Tahu
Mandi Jumat tidak hanya dianjurkan bagi laki-laki, tetapi juga perempuan yang hendak keluar rumah untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa mendatangi Jumat, baik laki-laki maupun perempuan, maka hendaklah mandi.” (HR Ibnu Hibban)
Dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dijelaskan bahwa mandi Jumat bagi perempuan disunahkan apabila ia ikut melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Mandi ini bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga simbol penyucian diri sebelum memasuki waktu yang penuh keberkahan.
Hari Jumat juga dikenal sebagai hari shalawat. Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian diperlihatkan kepadaku.” (HR Al-Baihaqi)
Perintah bershalawat ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56:
Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna ‘alan nabī…
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya.”
Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, shalawat merupakan amalan ringan di lisan, tetapi besar nilainya di sisi Allah, terutama pada waktu-waktu utama seperti hari Jumat.
Baca juga: Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Hari Jumat memiliki satu waktu istimewa di mana doa sangat berpotensi dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari Jumat terdapat satu waktu, jika seorang Muslim berdoa pada saat itu, pasti dikabulkan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Ulama berbeda pendapat tentang waktu pastinya, namun mayoritas menyebut dua waktu utama, yaitu setelah Ashar hingga Maghrib dan saat imam duduk di mimbar.
Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa memanfaatkan waktu mustajab merupakan bentuk kesungguhan seorang hamba dalam bermunajat kepada Allah.
Bagi muslimah, waktu ini dapat dimanfaatkan untuk berdoa tentang keluarga, pendidikan anak, rezeki halal, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Sedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri. Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa para sahabat biasa meningkatkan sedekah pada hari Jumat karena nilai keberkahannya lebih besar.
Bentuk sedekah tidak selalu berupa harta. Memberi makanan, membantu tetangga, menghibur anak yatim, hingga menyebarkan kebaikan melalui media sosial juga termasuk amal yang bernilai ibadah.
Baca juga: Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat
Hari Jumat juga menjadi waktu yang tepat bagi muslimah untuk memperbaiki kualitas akhlak. Rasulullah SAW bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi)
Selain itu, memperbanyak dzikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir menjadi amalan yang dianjurkan.
Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa dzikir pada hari Jumat memiliki keutamaan khusus karena bersamaan dengan turunnya rahmat Allah.
Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam kalender Islam, tetapi momentum spiritual untuk memperbaharui iman.
Bagi muslimah, hari ini menjadi kesempatan memperbanyak amal tanpa harus hadir di masjid, namun tetap memperoleh limpahan pahala.
Dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, berdoa, bersedekah, serta menjaga akhlak, seorang perempuan Muslim dapat menjadikan hari Jumat sebagai sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menyiapkan bekal akhirat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang