Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan

Kompas.com, 22 Januari 2026, 12:01 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Berdoa adalah inti ibadah dan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Orang-orang yang enggan berdoa justru akan mendapat murka Allah SWT karena dianggap sebagai orang yang sombong.

مَن لم يسألِ اللهَ يغضبْ علَيهِ

Artinya:
"Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah murka kepadanya." (HR. At Tirmidzi).

Islam tidak hanya memerintahkan dan mengajarkan apa yang harus dipanjatkan dalam doa, melainkan juga kapan waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah SAW telah menjelaskan tentang waktu-waktu mustajab, yaitu saat doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah.

Baca juga: Doa Setelah Bersedekah agar Berkah dan Rezeki Berlimpah

Mengetahui waktu mustajab untuk berdoa menjadi bekal penting bagi setiap Muslim agar ibadahnya lebih berkualitas dan penuh harapan. Inilah beberapa waktu mustajab untuk berdoa:

Waku-waktu Mustajab Untuk Berdoa

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah. Allah turun ke langit dunia dan pintu-pintu doa terbuka.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَىٰ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ

فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ...

Artinya:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu ini sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajud dan dilanjutkan memanjatkan doa.

2. Saat Antara Adzan dan Iqamah

Waktu diantara adzan dan iqamah juga merupakan waktu mustajab.

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

Artinya:
“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Waktu yang singkat ini bisa digunakan untuk untuk melaksanakan sholat sunnah di masjid dilanjutkan dengan berdoa memohon hajat dunia dan akhirat.

3. Saat Sujud dalam Shalat

Sujud adalah kondisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Ini menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa.

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Cara berdoa saat sujud adalah dengan memperpanjang sujud dalam sholat. Disunnahkan berdoa di saat sujud dengan bahasa Arab atau dengan bahasa yang dipahami bila terpaksa.

Baca juga: Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan

4. Setelah Sholat Fardhu

Waktu setelah sholat fardhu juga termasuk waktu mustajab, diawali dengan dzikir lalu dilanjutkan dengan berdoa.

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟

قَالَ: جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya:
“Ditanya Rasulullah SAW: doa manakah yang paling didengar? Beliau menjawab: doa di sepertiga malam terakhir dan setelah shalat wajib.” (HR. Tirmidzi)

5. Hari Jumat, Terutama Saat Terakhir Ashar

Hari Jumat memiliki satu waktu istimewa di mana doa tidak tertolak. Ada beberapa pendapat mengenai waktu tersebut, ada yang menyatakan saat jeda antara khutbah pertama dan kedua, ada juga yang menyatakan setelah sholat Ashar.

فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya:
“Di hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang Muslim memohon kepada Allah pada waktu itu melainkan Allah akan memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Saat Hujan Turun

Turunnya hujan adalah tanda rahmat Allah yang luas. Ini merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ: الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَعِنْدَ نُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya:
“Ada dua doa yang tidak tertolak: doa ketika adzan dan doa saat hujan turun.” (HR. Al-Hakim)

7. Saat Berpuasa dan Menjelang Berbuka

Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab. Ini terjadi saat menjelang buka puasa.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّىٰ يُفْطِرَ

Artinya:
“Ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, salah satunya orang yang berpuasa hingga ia berbuka.” (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud: Melangitkan Doa Kala Pintu Doa Terbuka

8. Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul Qadar hadir setiap bulan Ramadhan. Waktunya tidak pasti, tetapi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, khususnya di malam-malam ganjil.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:
“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan.” (QS. Al Qadr: 3)

Seorang Sahabat pernah bertanya apa yang harus dilakukan saat menemui malam lailatur qadar, Rasulullah SAW mengatakan "berdoalah".

9. Saat Adzan Berkumandang

Bukan hanya antara adzan dan iqamah, saat adzan berkumandang juga merupakan waktu yang mustajab unutk berdoa.

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ: الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

Artinya:
“Dua doa yang tidak tertolak: saat azan berkumandang dan ketika perang berkecamuk.” (HR. Abu Daud)

10. Sebelum Salam Saat Sholat Wajib

Waktu ini jarang dipahami umat Islam. Setelah selesai membaca doa tasyahud dan doa perlindungan dari 4 perkara, bisa dilanjutkan dengan doa-doa lainnya.

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرِ، وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya:
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir salat wajib.” (HR. At Tirmidzi)

Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Bacaan, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah termasuk doa yang mustajab, apalagi ketika sedang menjalankan ibadah haji.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya:
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. At Tirmidzi)

12. Hari Rabu antara Waktu Dzuhur dan Ashar

Nabi SAW pernah berdoa selama tiga hari berturut-turut di Masjid Al Fath, yaitu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Doa Nabi SAW dikabulkan di hari Rabu.

فَاسْتُجِيبَ لَهُ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ

Artinya:
“Doanya dikabulkan pada hari Rabu antara dua salat (Zuhur dan Ashar).” (HR. Ahmad)

13. Saat Minum Air Zamzam

Air Zamzam adalah air yang diberkahi. Sebelum meminum air ini, dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu.

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya:
"Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya." (HR Ibnu Majah)

Baca juga: 5 Doa Sedekah Subuh agar Rezeki Lancar dan Penuh Keberkahan

Penutup

Mengetahui waktu mustajab untuk berdoa adalah bentuk kesungguhan seorang hamba dalam beribadah. Namun, yang paling penting adalah keikhlasan hati, keyakinan penuh, dan kesabaran dalam menanti jawaban Allah SAW.

Allah SWT mengabulkan doa dengan tiga cara: dikabulkan langsung, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik. Maka jangan pernah putus asa untuk berdoa sebagai bukti ketundukan dan pengakuan terhadap Kekuasaan Allah SWT.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Aktual
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Doa dan Niat
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com