Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren

Kompas.com, 22 Januari 2026, 09:47 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sarjana Nahdlatul Ulama dalam agenda pemberdayaan masyarakat dan transformasi pesantren nasional.

Komitmen ini disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Audiensi yang diinisiasi oleh salah satu Ketua PP ISNU, Zainun Nasihah, tersebut turut dihadiri Dewan Ahli PP ISNU Prof Dr Abdul Haris yang juga Deputi Bidang 3 Menko PM, Sekretaris Umum Dr Wardi Taufik, Bendahara Umum Mubasyier Fatah, serta jajaran pengurus PP ISNU lainnya, yakni Abd Ghofar Husnan, Amin Mudzakkir, Adib Abdussomad, dan Nur Hayyid.

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog strategis antara PP ISNU dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, untuk membahas kontribusi konkret sarjana NU dalam menjawab tantangan sosial yang kian kompleks.

Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi ISNU untuk melaporkan perkembangan organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah.

Baca juga: Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi

Menurutnya, ISNU mengalami pertumbuhan signifikan, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“ISNU tidak hanya tumbuh secara nasional, tetapi juga telah memiliki cabang-cabang di luar negeri. Ini menunjukkan jejaring sarjana NU semakin luas dan siap berkontribusi di ruang publik,” ujar Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Kamis.

Ia menambahkan, PP ISNU terus mendorong penguatan sumber daya manusia di kalangan sarjana NU agar aktif berkhidmah di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, pendidikan, riset, hingga ruang-ruang pengambilan kebijakan publik.

ISNU juga mendorong kader-kadernya yang sedang berproses menjadi komisioner di berbagai lembaga agar membawa nilai keilmuan, ke-NU-an, dan kebangsaan dalam menjalankan tugas.

Dalam forum tersebut, PP ISNU juga meminta arahan strategis terkait peran organisasi ke depan, khususnya dalam menjawab tantangan pemberdayaan masyarakat yang semakin dinamis.

Menanggapi hal itu, Menko PM yang akrab disapa Gus Imin mengajak ISNU untuk terlibat aktif dalam kolaborasi percepatan transformasi pesantren dan penguatan pemberdayaan masyarakat.

“Ruang pengabdian sangat luas dan kompleks. Karena itu dibutuhkan semangat teknokratik dari kader-kader ISNU agar gagasan keilmuan bisa diterjemahkan menjadi kerja-kerja pemberdayaan yang konkret,” ujar Gus Imin.

Menurutnya, sarjana NU memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan riil masyarakat.

Karena itu, kontribusi ISNU dinilai penting dalam penguatan kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, serta inovasi berbasis keumatan.

Menanggapi ajakan tersebut, Kamaruddin Amin menegaskan kesiapan PP ISNU untuk menjadi mitra strategis pemerintah.

Baca juga: NU Junjung Etika Demokrasi, Tegaskan Bukan Pelapor Pandji

ISNU, kata dia, berkomitmen melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan serta nilai-nilai ke-NU-an.

“ISNU siap bersinergi dengan pemerintah untuk membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan, sekaligus menjawab tantangan zaman seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, dan krisis nilai,” tandasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Aktual
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Doa dan Niat
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com