Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Cara Agar Tubuh Tak Kaget Saat Hari Pertama Puasa

Kompas.com, 29 Januari 2026, 13:56 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ramadan selalu datang membawa perubahan besar dalam ritme kehidupan umat Muslim.

Jam makan bergeser, waktu tidur berubah, dan pola aktivitas harian ikut menyesuaikan. Pada hari-hari awal puasa, tak sedikit orang mengeluhkan tubuh terasa lemas, konsentrasi menurun, hingga mudah mengantuk.

Padahal, Ramadan seharusnya dijalani dengan semangat agar ibadah tetap khusyuk dan produktivitas tetap terjaga.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kondisi tersebut bukan semata akibat puasa, melainkan karena tubuh belum sepenuhnya siap beradaptasi. Oleh sebab itu, persiapan fisik sebaiknya dilakukan sejak sebelum Ramadan dimulai.

Dalam perspektif Islam, kesiapan fisik juga menjadi bagian dari upaya menyempurnakan ibadah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

Yurîdullâhu bikumul yusrâ wa lâ yurîdu bikumul ‘usr.

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk menjalankan ibadah dengan kesiapan dan kemudahan, termasuk menyiapkan kondisi tubuh agar puasa dapat dijalani secara optimal.

Mengapa Tubuh Perlu Dipersiapkan Sebelum Puasa?

Dalam buku Fisiologi Kedokteran dan Kesehatan karya Guyton dan Hall dijelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu adaptasi ketika terjadi perubahan drastis pada asupan energi dan pola tidur.

Saat Ramadan, tubuh mengalami beberapa perubahan sekaligus, mulai dari penurunan frekuensi makan, waktu konsumsi cairan yang terbatas, hingga perubahan ritme sirkadian.

Jika tidak dipersiapkan, kondisi ini dapat memicu kelelahan, dehidrasi ringan, penurunan daya konsentrasi, bahkan gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, membangun kebiasaan sehat sebelum Ramadan menjadi langkah strategis agar tubuh tidak “kaget” saat puasa dimulai.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya

Mengatur Pola Makan Sejak Dini

Salah satu persiapan terpenting adalah menyesuaikan pola makan. Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, minuman manis berlebihan, serta gorengan sejak sebelum Ramadan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.

Menurut buku Nutrition for Health and Health care karya Ellie Whitney dan Sharon Rolfes, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum mampu memberikan energi lebih stabil dibanding karbohidrat sederhana.

Selain itu, asupan protein dari telur, ikan, dan kacang-kacangan juga membantu menjaga massa otot dan daya tahan tubuh selama puasa.

Menjaga Kebutuhan Cairan Tubuh

Dehidrasi menjadi salah satu keluhan umum saat puasa. Oleh karena itu, membiasakan minum air putih secara cukup sebelum Ramadan sangat dianjurkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi cairan minimal dua liter per hari untuk menjaga fungsi metabolisme tubuh.

Dalam Islam, menjaga kesehatan termasuk bagian dari amanah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tubuh memiliki hak yang harus dipenuhi, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan dasar seperti makan dan minum.

Memperbaiki Pola Tidur

Perubahan waktu tidur saat Ramadan, terutama karena sahur dan ibadah malam, sering kali memicu kurang tidur.

Untuk mengantisipasi hal ini, membiasakan tidur lebih awal sebelum Ramadan dapat membantu tubuh beradaptasi.

Dalam buku Why We Sleep karya Matthew Walker dijelaskan bahwa tidur berkualitas berperan penting dalam menjaga konsentrasi, daya tahan tubuh, dan kestabilan emosi.

Dengan pola tidur yang lebih teratur, tubuh akan lebih siap menghadapi aktivitas puasa yang panjang.

Baca juga: Menyambut Ramadhan 2026, Strategi Agar Ibadah Maksimal dan Tubuh Fit

Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, peregangan atau yoga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

Dalam buku Exercise Physiology karya William McArdle disebutkan bahwa olahraga ringan mampu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga metabolisme tetap optimal tanpa membebani tubuh.

Menjelang Ramadan, membiasakan olahraga ringan juga membantu tubuh lebih adaptif saat aktivitas fisik harus dilakukan dalam kondisi berpuasa.

Menjaga Stamina dengan Asupan Tambahan

Selain dari makanan alami, sebagian orang memilih mengonsumsi suplemen untuk membantu menjaga stamina dan fokus selama puasa.

Suplemen yang mengandung multivitamin, ginseng, dan asam amino diketahui dapat membantu mendukung metabolisme energi dan daya tahan tubuh.

Namun, para ahli gizi mengingatkan bahwa suplemen sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti pola makan sehat. Prinsip utamanya tetap pada keseimbangan nutrisi.

Baca juga: Yang Membatalkan Puasa Ramadhan: Ini 7 Hal yang Harus Dihindari

Persiapan Fisik sebagai Bagian dari Ibadah

Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bagian dari ibadah.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kekuatan fisik membantu seseorang lebih maksimal dalam beribadah, baik shalat, puasa, maupun amal sosial lainnya.

Dengan tubuh yang sehat dan stamina terjaga, ibadah Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk.

Puasa pun tidak hanya menjadi rutinitas menahan lapar, tetapi benar-benar menjadi proses penyucian diri yang menyeluruh, baik secara spiritual maupun fisik.

Ramadan, Momentum Membangun Pola Hidup Sehat

Ramadan sejatinya dapat menjadi titik awal membangun gaya hidup sehat. Pola makan teratur, waktu istirahat yang lebih tertata, serta kebiasaan mengontrol diri dari berlebihan bisa menjadi kebiasaan baik yang berlanjut setelah Ramadan usai.

Dengan persiapan yang matang, tubuh tidak lagi “kaget” saat puasa dimulai. Sebaliknya, Ramadan justru terasa lebih ringan, penuh energi, dan sarat makna.

Karena itu, menjelang Ramadan, kini saatnya mulai menata pola hidup. Bukan hanya untuk menjaga stamina, tetapi juga untuk menyambut bulan suci dengan kondisi fisik dan spiritual yang terbaik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar