Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Kompas.com, 4 Februari 2026, 15:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Awal Ramadhan 2026 semakin dekat dan pertanyaan soal kapan ibadah puasa akan dimulai banyak ditanyakan umat Islam di Indonesia.

Hal ini karena penentuan tanggal awal puasa tidak mengacu pada hitungan kalender Masehi, melainkan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan.

Di Indonesia, proses penetapan awal Ramadhan dilakukan melalui mekanisme dan metode yang berbeda, meski tujuannya sama, yakni memastikan awal ibadah puasa.

Penetapan puasa pertama Ramadhan 1447 Hijriah dilakukan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah.

Baca juga: 2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Penetapan tersebut ditentukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal, di mana perbedaan metode tersebut membuat awal puasa Ramadhan 2026 berpotensi jatuh pada dua tanggal berbeda.

Lantas, puasa pertama Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal berapa menurut Muhammadiyah, NU, dan pemerintah?

Dua Kemungkinan Tanggal Awal Puasa Ramadhan 2026

Secara umum, terdapat dua kemungkinan awal puasa Ramadhan 2026, yakni Rabu, 18 Februari 2026, atau Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan ini muncul karena penetapan awal Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui Sidang Isbat oleh pemerintah dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Selain pemerintah, Muhammadiyah dan NU juga memiliki metode penetapan masing-masing.

Prediksi Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026

Berikut prediksi awal puasa Ramadhan 1447 H/2026 M berdasarkan ketetapan tiap pihak.

Penetapan Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 2026. Organisasi ini menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.

Prediksi Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah hingga kini belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadhan 2026 karena masih menunggu hasil Sidang Isbat.

Namun, berdasarkan kalender resmi 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perkiraan tersebut mengacu pada kriteria MABIMS yang digunakan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu keputusan Sidang Isbat yang biasanya digelar sehari sebelum awal puasa.

Prediksi Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama hingga kini belum mengumumkan secara resmi tanggal awal puasa Ramadhan 2026. NU masih menunggu hasil pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban.

Namun, berdasarkan kalender Almanak NU, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Kepastian tetap akan ditentukan melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan.

Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan 2026

Penentuan awal puasa Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui beberapa metode, yaitu hisab (perhitungan astronomis), rukyat (pengamatan hilal), atau gabungan keduanya.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab, NU mengutamakan rukyatul hilal, sementara pemerintah mengombinasikan kedua metode tersebut melalui Sidang Isbat.

Perbedaan metode inilah yang kerap menyebabkan perbedaan awal puasa, meski seluruhnya memiliki dasar syariat yang diakui dalam Islam.

Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadhan harus dibaca sebelum ibadah puasa dilakukan. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang bisa Anda baca:

Niat Puasa Ramadhan yang Dibaca Setiap Hari

Ada bacaan niat puasa Ramadhan yang dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh

Terdapat pula niat puasa Ramadhan untuk sebulan penuh sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Aktual
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Aktual
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Aktual
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Aktual
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Aktual
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Aktual
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Aktual
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Aktual
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Aktual
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Aktual
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com