Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar

Kompas.com, 6 Februari 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, hari Jumat menempati posisi istimewa yang tidak dimiliki hari-hari lain.

Ia bukan sekadar penutup pekan, tetapi hari yang sarat dengan nilai spiritual, sejarah penciptaan manusia, hingga momentum dikabulkannya doa-doa.

Di balik kesibukan aktivitas dunia, terdapat satu rahasia besar pada hari Jumat yang kerap luput disadari, adanya satu waktu singkat di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah kapan waktu itu terjadi?

Para ulama sejak dahulu hingga kini terus membahasnya. Dari berbagai pendapat yang berkembang, satu waktu disebut paling kuat dan banyak dijadikan pegangan, yaitu setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib

Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam

Keutamaan hari Jumat dijelaskan dalam banyak hadis sahih. Dalam kitab Syarah Hisnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan posisi Jumat sebagai hari terbaik dalam sepekan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan darinya, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi." (HR Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Jumat bukan hari biasa, melainkan hari yang menyimpan rangkaian peristiwa besar dalam sejarah kemanusiaan dan akhir zaman.

Baca juga: 5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya

Isyarat Waktu Doa Mustajab di Hari Jumat

Rahasia utama hari Jumat terletak pada satu waktu mustajab untuk berdoa. Hal ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim:

"Pada hari Jumat terdapat satu waktu. Jika seorang Muslim memohon kepada Allah bertepatan dengan waktu itu, niscaya Allah mengabulkan permohonannya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Menariknya, Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat singkat, menandakan betapa berharganya momen ini.

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Waktu Mustajab

Dalam literatur fikih dan hadis, terdapat beragam pendapat ulama mengenai kapan tepatnya waktu mustajab tersebut terjadi.

Dalam kitab Syu‘abul Iman karya Imam Al-Baihaqi dan Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, perbedaan pendapat itu dirangkum dengan cukup detail.

Sebagian ulama berpendapat waktu mustajab terjadi:

  • Sejak matahari terbit
  • Ketika khatib naik mimbar hingga selesai khutbah
  • Saat azan Jumat dikumandangkan
  • Ketika imam duduk di antara dua khutbah

Namun, pendapat yang paling banyak dianut dan dinilai paling kuat adalah waktu setelah salat Ashar hingga matahari terbenam.

Pendapat ini didasarkan pada hadis berikut:

"Hari Jumat itu ada dua belas jam. Tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu, kecuali Allah akan mengabulkannya. Maka carilah waktu itu pada akhir waktu setelah Ashar." (HR Abu Dawud)

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap

Mengapa Waktu Setelah Ashar Dianggap Paling Kuat?

Dalam buku Agar Hidup Berkah karya Habib Syarief Muhammad Alaydrus, dijelaskan bahwa waktu sore hari menjelang Maghrib merupakan saat di mana hati manusia cenderung lebih tenang, reflektif, dan dekat dengan kesadaran spiritual.

Selain itu, secara psikologis, sore hari adalah waktu merenungi perjalanan hidup, kesalahan, dan harapan. Karena itulah doa yang dipanjatkan pada waktu ini sering lahir dari ketulusan terdalam.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

YurīduLlōhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra.

Artinya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menguatkan bahwa Islam memberikan ruang-ruang kemudahan bagi hamba-Nya untuk mendekat, termasuk melalui waktu doa yang penuh rahmat.

Doa-doa yang Dianjurkan Dibaca Setelah Ashar di Hari Jumat

Para ulama sepakat bahwa pada waktu mustajab ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Dalam kitab Nurul Lum‘ah dan Hisnul Muslim, terdapat doa-doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan para sahabat, di antaranya:

Doa perlindungan dan ampunan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، وَنَاصِيَتِي بِيَدِكَ . أَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبُ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma Anta Rabbi laa ilaaha illa Anta khalaqtani, wa ana abduka wabnu amatika wafi qabdhotika wa nasiyati bi yadika. Amsaitu ala ahdika wa wa'dika mastatho'tu a'udzu bika min syarri ma shona'tu. Abu'u bi ni'matika wa abu'u bidzanbi faghfirly dzunubi. Innahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan yang aku sembah kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Menciptakanku sebagai hamba-Mu dan anak dari hamba sahaya-Mu. Hidupku ada dalam genggaman-Mu. Aku hidup atas janji dan ancaman-Mu. Selama aku bisa, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku telah menyia-nyiakan nikmat-Mu. Dan aku berbuat dosa. Maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."

Doa ini dikenal sebagai bentuk pengakuan total seorang hamba atas ketergantungannya kepada Allah SWT.

Doa keselamatan dunia dan akhirat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamin row'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhomatik an ughtala min tahtii

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh)." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Memaknai Keutamaan Bulan Syaban

Jumat, Doa, dan Kesadaran Spiritual

Dalam buku Panduan Puasa Bersama Quraish Shihab, M. Quraish Shihab menekankan bahwa ibadah doa bukan sekadar rangkaian lafaz, melainkan latihan kesadaran spiritual untuk menyadari keterbatasan manusia di hadapan Tuhan.

Hari Jumat, terutama waktu setelah Ashar, menjadi momen ideal untuk kembali menata niat, harapan, dan arah hidup.

Bukan soal panjangnya doa, tetapi kejujuran hati ketika mengangkat tangan dan berserah diri sepenuhnya.

Menjemput Waktu yang Tak Datang Dua Kali

Waktu mustajab di hari Jumat adalah hadiah mingguan dari Allah SWT. Ia datang singkat, kemudian berlalu. Tidak ada jaminan seseorang akan kembali menjumpainya pekan depan.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak melewatkan sore Jumat tanpa doa, zikir, dan pengharapan kepada Allah.

Sebab, bisa jadi pada satu sore Jumat itulah, doa yang selama ini tertunda akhirnya dikabulkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Aktual
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Aktual
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Aktual
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Aktual
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Aktual
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Aktual
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com