Editor
KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengukuhkan pengurus masa khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Dalam susunan pengurus tersebut, KH Anwar Iskandar menjabat sebagai Ketua Umum MUI.
Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan terhadap peran strategis MUI.
Acara tersebut menjadi tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 MUI Tahun 2025. Penetapan pengurus dilakukan berdasarkan keputusan organisasi yang sah dan berlaku nasional.
Baca juga: Tabayun ke MUI, Pandji Pragiwaksono Siap Introspeksi Materi Stand Up Comedy “Mens Rea”
Pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 berlandaskan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025.
Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan.
“Hasil Musyawarah Nasional ke-11 MUI Tahun 2025 sebagaimana terlampir dalam susunan keputusan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keputusan ini,” kata Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam
Dilansir dari Kompas.com (23/11/2025), KH Anwar Iskandar merupakan sosok ulama kelahiran Desa Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24 April 1950.
Ia merupakan putra KH Iskandar, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Banyuwangi.
Sejak kecil, Anwar menempuh pendidikan agama dari satu pesantren ke pesantren lain, sembari menjalani pendidikan formal.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah pada 1961 dan Madrasah Aliyah tiga tahun kemudian.
Pada 1967, Anwar melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sambil menempuh pendidikan formal di Perguruan Tinggi Tribakti Kediri hingga meraih gelar Sarjana Muda.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Anwar kembali ke Kediri untuk berdakwah.
Pada 1982, ia mendirikan dua yayasan pendidikan, yakni Assa’idiyah di Jasmaren dan Al Amin di Ngasinan, Rejomulyo, Kediri.
Hingga kini, ia masih menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Assa’idiyah dan Al Amin yang mengelola lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga SMA.
Dalam bidang organisasi, Anwar aktif sejak mahasiswa dan pernah bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ia pernah menjabat Ketua PMII Universitas Tribakti Kediri dan pengurus pusat PMII saat berkuliah di IAIN Syarif Hidayatullah.
Anwar juga pernah mengemban berbagai posisi, antara lain Ketua GP Ansor Cabang Kediri, Ketua Rais Syuriyah NU Kediri, Wakil Ketua Rais Syuriyah NU Jawa Timur, hingga Ketua Dewan Syuro PKB Jawa Timur.
Pada 1998, Anwar dipercaya menjadi anggota MPR sebagai utusan daerah Jawa Timur. Selanjutnya, pada 2008, ia menjabat Ketua DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) hingga partai tersebut dibubarkan pada pertengahan Juni 2022.
KH Anwar Iskandar terpilih sebagai Ketua Umum MUI periode 2025–2030 dalam Musyawarah Nasional ke-11 MUI yang digelar di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kediri, Jawa Timur, tersebut terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau formatur.
Sebelumnya, Anwar Iskandar menjabat Ketua Umum MUI sejak Agustus 2023 setelah menggantikan Miftachul Akhyar yang mengundurkan diri karena dipercaya menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Pada periode 2020–2025, ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Selain itu, Anwar Iskandar menjabat Wakil Rais Aam PBNU untuk masa jabatan 2022–2027.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang