Editor
KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah menegaskan pentingnya peran strategis perempuan Muslim Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia menyebut perempuan tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan sosial.
Menurutnya, perempuan Muslim harus tampil sebagai penggerak sekaligus penentu arah perubahan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Inspiring Moslem Women 2026 di Tangerang, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Hadiri Fatayat NU, Cucun Ahmad Tegaskan Negara Harus Lindungi Perempuan
Dalam sambutannya, Margaret menekankan bahwa dinamika global menuntut kehadiran aktif perempuan Muslim di berbagai sektor kehidupan.
Ia menilai perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi tidak boleh hanya disaksikan dari pinggir.
“Kita tidak bisa hanya menjadi penonton perubahan. Perempuan Muslim harus hadir sebagai pelaku, penggerak, dan penentu arah perubahan di lingkungannya,” ujar Margaret.
Baca juga: Fatayat NU Akui Dapat Ajakan Kerja Sama Penyediaan Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur
Margaret menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini dihadapi perempuan, mulai dari ketimpangan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, hingga meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan berbasis digital.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut penguatan kapasitas perempuan Muslim agar mampu bertahan dan berkontribusi secara nyata.
Ia menyebut setidaknya ada tiga kekuatan utama yang harus dimiliki perempuan Muslim.
Pertama, kekuatan intelektual agar mampu membaca perkembangan zaman serta beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kedua, kekuatan spiritual dan moral untuk menjaga nilai serta akhlak di tengah derasnya arus informasi.
Ketiga, solidaritas dan kepemimpinan sosial yang memungkinkan perempuan mengorganisasi kebaikan demi kemaslahatan bersama.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, bangsa akan maju,” kata dia.
Margaret menegaskan bahwa sejak awal berdiri, Fatayat NU memposisikan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
Organisasi ini, kata dia, terus berupaya membuka ruang, akses, dan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi di berbagai bidang.
“Fatayat NU ingin memastikan perempuan memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan,” ujarnya.
Menurut Margaret, ajang Inspiring Moslem Women (IMW bukan hanya seremoni penghargaan.
Lebih dari itu, IMW diharapkan menjadi panggung keteladanan yang mampu menularkan semangat dan inspirasi bagi perempuan Muslim di seluruh Indonesia.
Adapun Penerima Penghargaan Inspiring Moslem Women 2026 adalah sebagai berikut: