KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam juga merawat momen kebersamaan, salah satunya melalui agenda buka puasa bersama atau bukber.
Kegiatan ini bukan sekadar makan bersama selepas azan Maghrib, melainkan ruang mempererat silaturahmi dengan keluarga, sahabat, hingga rekan kerja.
Tak heran jika pemilihan dresscode menjadi perhatian. Busana yang serasi bukan hanya membuat foto bersama terlihat rapi, tetapi juga menciptakan kesan kompak dan menghargai suasana bulan suci.
Dalam konteks ini, berpakaian bukan semata soal gaya, melainkan juga cerminan nilai kesopanan dan identitas diri sebagai Muslim.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
Yā banī Ādama khużū zīnatakum ‘inda kulli masjid
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid.”
(QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini sering dijadikan dasar bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk tampil rapi dan pantas, terlebih dalam momen ibadah maupun pertemuan yang bernilai kebaikan.
Dalam buku Etika Berbusana dalam Islam karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa berpakaian memiliki tiga fungsi utama, menutup aurat, melindungi tubuh, dan menjadi perhiasan (zinah) selama tidak berlebihan.
Artinya, memilih dresscode bukber tetap bisa mengikuti tren, asalkan menjaga prinsip kesederhanaan dan kepatutan.
Berikut sejumlah inspirasi dresscode bukber dari kasual hingga elegan yang bisa menjadi referensi dikutip dari berbagai sumber.
Konsep klasik selalu aman untuk berbagai suasana. Tema ini cocok untuk bukber keluarga besar maupun reuni sekolah.
White on White menjadi pilihan favorit. Busana serba putih memberi kesan bersih, suci, dan selaras dengan nuansa Ramadhan.
Selain fotogenik saat terkena cahaya sore menjelang Maghrib, warna putih juga mudah dipadukan dengan aksesori sederhana seperti tas cokelat atau sepatu nude.
Pilihan lain adalah Earth Tones, yaitu kombinasi warna cokelat tua, krem, tan, olive, dan khaki. Warna-warna ini cenderung hangat dan cocok untuk berbagai warna kulit. Kesan dewasa dan tenang pun langsung terasa.
Bagi yang ingin tampil lebih anggun, tema Abaya atau Kaftan Glam bisa dipertimbangkan. Potongan longgar dengan detail bordir atau aksen payet tipis menghadirkan nuansa elegan tanpa terlihat berlebihan. Model ini banyak dipilih untuk bukber kantor atau komunitas formal.
Baca juga: Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran 2026, Siluet Dewasa dan Minimalis
Tak semua acara bukber berlangsung formal. Banyak pula yang digelar santai di kafe atau rumah sahabat. Untuk suasana seperti ini, dresscode minimalis lebih relevan.
Tema Smart Casual bisa menjadi opsi. Perpaduan kaos polos dengan blazer, cardigan, atau outer ringan menciptakan tampilan santai namun tetap sopan. Untuk pria, kemeja lengan panjang dengan celana chino sudah cukup memberi kesan rapi.
Motif Stripes & Dots juga menarik untuk konsep serasi. Garis-garis atau polkadot dalam palet warna senada membuat kelompok terlihat kompak tanpa harus benar-benar mengenakan model yang sama.
Denim on Denim pun tak kalah populer. Jaket jeans dipadukan dengan celana atau rok berbahan serupa memberi sentuhan modern dan youthful. Kuncinya, pilih potongan yang tetap longgar dan nyaman agar sesuai dengan etika berpakaian.
Untuk bukber perusahaan atau acara komunitas yang lebih resmi, tema semi-formal patut dipertimbangkan.
Perempuan dapat mengenakan gamis polos dengan cutting sederhana dan tambahan belt tipis untuk mempertegas siluet. Warna-warna seperti navy, maroon, atau sage green memberi kesan dewasa dan profesional.
Pria bisa memilih kemeja dengan detail minimalis, dipadukan celana bahan serta sepatu pantofel atau loafers.
Keserasian warna antaranggota menjadi kunci agar tampilan tetap harmonis dalam foto bersama.
Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair dijelaskan bahwa pilihan warna dan model pakaian memengaruhi persepsi sosial.
Busana yang serasi dalam satu kelompok mampu membangun kesan solid dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Baca juga: 26 Hari Jelang Lebaran 2026, Tren Gamis Abaya Ini Diprediksi Laris Manis
Mengangkat tema etnik juga bisa menjadi pilihan unik. Batik, tenun, atau songket dalam warna senada menciptakan kesan formal sekaligus membanggakan budaya lokal.
Batik modern dengan potongan gamis atau tunik membuat tampilan tetap kontemporer. Untuk pria, kemeja batik lengan panjang atau pendek bisa disesuaikan dengan tingkat formalitas acara.
Tema ini tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna. Ia menggabungkan identitas budaya dengan semangat kebersamaan di bulan suci.
Terlepas dari tema apa pun yang dipilih, prinsip kesederhanaan tetap menjadi pegangan. Rasulullah SAW bersabda:
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ مَخِيلَةٍ وَلَا سَرَفٍ
Kulū wasyrabū wataṣaddaqū walbasū fī ghairi makhīlatin wa lā saraf
“Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa kesombongan dan tanpa berlebihan.” (HR. Ahmad)
Pesan ini menegaskan bahwa keindahan dalam Islam tidak identik dengan kemewahan yang berlebihan. Busana terbaik adalah yang membuat pemakainya nyaman sekaligus menjaga adab.
Bukber adalah tentang pertemuan, tawa, dan cerita yang terjalin kembali. Dresscode hanyalah pelengkap, tetapi bisa menjadi simbol kekompakan dan penghormatan terhadap momen yang sakral.
Dengan memilih konsep yang tepat mulai dari kasual, klasik, hingga elegan, acara buka bersama akan terasa lebih berkesan, tidak hanya di kamera, tetapi juga di hati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang