KOMPAS.com - Menjelang lebaran 2026, denyut fashion muslim kembali terasa kuat di kawasan Pasar Tanah Abang.
Toko-toko grosir dipenuhi pembeli yang berburu koleksi terbaru untuk dijual kembali maupun dikenakan saat Hari Raya.
Namun ada yang berbeda tahun ini. Jika sebelumnya model glamor dengan detail mencolok mendominasi, kini selera pasar bergerak ke arah yang lebih dewasa, santun, dan berwibawa.
Setelah tren “gamis bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial karena potongannya yang anggun dan feminin, kini muncul pesaing baru yang tak kalah mencuri perhatian, Gamis Mertua Series.
Istilahnya terdengar unik, tetapi justru di situlah daya tariknya, menggambarkan busana yang aman, elegan, dan “disukai keluarga besar”.
Pengamat modest fashion menilai tren 2026 menunjukkan pergeseran dari gaya yang ramai detail menuju desain yang lebih refined.
Dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis dijelaskan bahwa busana muslim kontemporer berkembang bukan hanya sebagai ekspresi religius, tetapi juga identitas sosial yang menegaskan kedewasaan dan posisi seseorang di ruang publik.
Fenomena Gamis Mertua Series mencerminkan hal tersebut. Busana tidak lagi sekadar cantik untuk difoto, melainkan juga merepresentasikan kematangan, kehormatan, serta kesan “pantas” di mata keluarga besar, terutama saat momen Lebaran yang sarat makna silaturahmi. Berikut deskripsi gamis mertua series dikutip dari berbagai sumber.
Desainnya cenderung:
Gamis mertua series Kebanggaan mertua Detail renda floral pada bagian dada hingga bawah gamis menjadi pusat perhatian tanpa terlihat berlebihan.
Lengan panjang dengan manset renda mempertegas karakter klasik. Gaya ini cocok untuk acara keluarga besar, open house Lebaran, hingga momen formal semi-resmi.
Secara visual, model ini memancarkan kesan keibuan, hangat, dan berkelas, citra yang identik dengan perempuan yang dihormati dalam keluarga.
Gamis mertua series Idaman mertuaAksen renda vertikal di bagian depan menciptakan ilusi tubuh lebih tinggi sekaligus memberi sentuhan elegan.
Kerah tinggi tertutup memperkuat kesan sopan. Warna-warna yang digunakan umumnya netral seperti dusty pink, sage green, atau krem hangat, warna yang aman di berbagai tone kulit.
Dalam buku Hijab Street Style karya Melanie Elturk, dijelaskan bahwa modest fashion modern memadukan kenyamanan dengan struktur yang tegas.
Model Idaman Mertua mencerminkan prinsip tersebut, sederhana, tetapi terstruktur dengan baik.
Baca juga: Gamis Bini Orang Punya Rival, Kebanggaan Mertua Diburu
Gamis mertua series Kesayangan mertuaPotongannya tetap lurus dan longgar, namun detail brokat yang lebih rapat di area atas memberi kesan formal. Gaya ini cocok untuk acara kondangan saat musim Lebaran atau silaturahmi resmi.
Kombinasi brokat klasik dan warna kalem menciptakan karakter tenang dan elegan. Tidak mencolok, tetapi tetap terlihat mahal.
Ada beberapa alasan mengapa tren ini cepat mendapat tempat di hati konsumen:
Pertama, faktor psikologis. Lebaran adalah momen berkumpul dengan keluarga besar. Banyak perempuan ingin tampil rapi, sopan, dan “aman” di hadapan orang tua maupun mertua.
Kedua, faktor praktis. Beberapa model hadir dengan konsep inner–outer lepas pasang sehingga bisa dipakai ulang untuk acara berbeda.
Ketiga, perubahan selera pasar. Konsumen kini lebih menyukai busana yang timeless dibanding model viral yang cepat lewat.
Baca juga: Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran 2026, Siluet Dewasa dan Minimalis
Jika “gamis bini orang” identik dengan kesan feminin dan fashionable untuk konten media sosial, maka Gamis Mertua Series menekankan pada citra elegan yang tahan lama. Keduanya sama-sama anggun, tetapi memiliki positioning berbeda.
Tren 2026 memperlihatkan bahwa pasar modest fashion Indonesia semakin matang. Tidak lagi sekadar mengikuti viralitas, tetapi mempertimbangkan nilai kenyamanan, kesopanan, dan citra diri.
Busana dalam Islam tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga adab. Dalam perspektif religius, berpakaian sopan adalah bagian dari menjaga kehormatan diri.
Lebaran menjadi momen penyempurna ibadah Ramadhan, sekaligus ruang untuk menunjukkan versi terbaik diri, bukan dengan kemewahan berlebihan, tetapi dengan kepantasan dan keanggunan.
Tren Gamis Mertua Series seakan menjawab kebutuhan itu. Ia tidak sekadar busana, tetapi simbol kedewasaan dalam berpenampilan.
Dan mungkin, di antara hiruk pikuk pusat perbelanjaan, pilihan terbaik bukanlah yang paling viral, melainkan yang paling membuat kita merasa tenang dan percaya diri saat melangkah ke ruang keluarga, lalu duduk bersimpuh menyambut Hari Raya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang