Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 27 Februari 2026: Ibadah Puasa Melatih Kita Jadi Pribadi yang Pandai Bersyukur

Kompas.com, 27 Februari 2026, 06:06 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membentuk hati agar lebih peka terhadap nikmat dan takdir Allah SWT.

Banyak orang mudah bersyukur saat menerima anugerah, namun goyah ketika diuji dengan kesempitan dan musibah.

Melalui khutbah Jumat (27/2/2026) ini, KH A Muzaini Aziz, Lc, MA, Anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta dan Sekretaris II MUI Kota Tangerang, mengingatkan bahwa puasa melatih umat Islam menjadi pribadi yang tidak hanya syakir, tetapi juga syakur dalam setiap keadaan.

Baca juga: Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan

Khutbah Jumat ini mengupas makna syukur menurut Al-Qur’an, hadis, serta pandangan ulama, sekaligus menegaskan bahwa keimanan sejati tercermin dari cara seorang hamba menyikapi nikmat dan ujian.

Berikut teks khutbah selengkapnya, dilansir dari MUI:

Khutbah I

.أَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَاتَمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ اَن لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْأَمِينَ
.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيمُ
.أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهُ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. أَمَّا بَعْدُ

Jamaah Shalat Jumat yang Berlimpah Rahmat dari Allah SWT..

Alhamdulillah, hari ini kita masih dapat menjalankan kewajiban kita selaku hamba Allah, yaitu melaksanakan ibadah puasa dan rangkaian ibadah Ramadhan lainnya, yang salah satu tujuan utamanya adalah agar kita semakin pandai bersyukur, sebagaimana penutup firman Allah SWT yang terkait erat dengan puasa Ramadhan dalam surat Al-Baqarah ayat 185:

... وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ

“… agar kalian bersyukur.”

Dalam khazanah Alquran, orang yang bersyukur disebut sebagai; pertama, syakir; kedua, syakur. Kata syakir kita dapatkan misalnya di dalam surat Al-A’raf ayat 144, ketika Allah berfirman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam. Adapun kata syakur bisa kita jumpai antara lain di dalam surat Al-Isra’ ayat 3, saat Allah SWT berfirman tentang Nabi Nuh ‘alaihis salam.

Di dalam bahasa Indonesia, kedua kata ini memiliki arti yang sama, yaitu “orang yang bersyukur”. Namun, hakikatnya ada perbedaan makna antara syakir dan syakur. Al-Imam Abu al-Qasim Abdul Karim al-Qusyairi as-Syafi’i (wafat 1072/1073 M) di dalam Ar-Risalah al-Qusyairiyah-nya menjelaskan:

اَلشَّاكِرُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الْمَوْجُودِ، وَالشَّكُورُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الْمَفْقُودِ

“Syakir adalah orang yang bersyukur atas apa yang ada. Sedangkan syakur adalah orang yang bersyukur atas apa yang tiada.”

اَلشَّاكِرُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الرَفْدِ، وَالشَّكُورُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الرَّدِّ

“Syakir adalah orang yang bersyukur atas pemberian. Sedangkan syakur adalah orang yang bersyukur atas penolakan.”

اَلشَّاكِرُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى النَّفْعِ، وَالشَّكُورُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الْمَنْعِ

“Syakir adalah orang yang bersyukur saat meraih manfaat. Sedangkan syakur adalah orang yang bersyukur ketika tidak memperoleh manfaat.”

اَلشَّاكِرُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الْعَطَاءِ، وَالشَّكُورُ الَّذِي يَشْكُرُ عَلَى الْبِلَاءِ

“Syakir adalah orang yang bersyukur saat memperoleh anugerah. Sedangkan syakur adalah orang yang bersyukur ketika tertimpa musibah.”

اَلشَّاكِرُ الَّذِي يَشْكُرُ عِنْدَ الْبَذْلِ، وَالشَّكُورُ الَّذِي يَشْكُرُ عِنْدَ المَطَلِ

“Syakir adalah orang yang bersyukur saat mampu mengerahkan. Sedangkan syakur adalah orang yang bersyukur ketika harus menangguhkan.”

Baca juga: Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati Gembira

Ma’asyiral Mu’minîn rahimakumullah...

Di saat sehat, dalam kondisi lapang dan tanpa masalah, kita ber-syakir kepada Allah SWT atas segala kenikmatan yang Allah limpahkan kepada kita. Kemudian kita jadikan berbagai kenikmatan itu sebagai wasilah kita untuk mengabdi dan mendekatkan diri kita kepada-Nya, serta menebar manfaat dan maslahat untuk orang lain.

Di saat sakit, dalam kondisi sempit dan ketika menghadapi berbagai macam cobaan, ujian, masalah dan musibah, kita juga tetap ber-syakur kepada Allah SWT. Dengan berbagai macam cobaan, ujian, masalah bahkan musibah itu, kita punya kesempatan yang luas untuk bisa mempraktikkan suatu ibadah yang ganjarannya tiada tara, yaitu sabar:

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Bahkan, bukan hanya pahala sabar yang tiada batas, dengan semua cobaan, ujian, masalah dan musibah yang Allah anugerahkan kepada kita itu, Allah janjikan pula kaffarah atau penghapus atas dosa-dosa yang kita lakukan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya: “Tidaklah rasa lelah, sakit, kekhawatiran, kesedihan, bahaya dan kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan sekadar duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan musibahnya itu.” (HR Al-Bukhari)

Demikian jika kita mau memahami lebih dalam, hanya sikap kesyukuran antara syakir dan syakur yang patut kita tampilkan dan persembahkan di hadapan Allah SWT, secara terus menerus, sehingga tiada alasan bagi kita untuk mengeluh.

Tiada pula kesempatan untuk kita meratap, apalagi mencaci maki berbagai ketetapan Allah atas diri kita. Itulah bentuk keimanan yang tersirat, sebagaimana Rukun Iman ke-6 yang kita yakini, yang termuat di dalam hadis Jibril yang masyhur berikut ini:

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ. قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Artinya: “Jibril berkata: ‘Beritahukan kepada tentang iman. Rasulullah menjawab: (Iman adalah) engkau beriman kepada Allah, kepad para malaikat-Nya, kepada kitab-kitab suci-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada Hari Akhir dan engkau beriman kepada ketetapan-Nya, berupa yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim)

Baca juga: 5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual

Zumratal Muslimin rahimakumullah...

Al-Imam Ibnu Atha’illah pernah mengingatkan kita di dalam Hikam-nya:

مَتٰى اَعْطَاكَ اَشْهَدَكَ بِرَّهُ وَمَتٰى مَنَعَكَ اَشْهَدَكَ قَهْرَه

“Ketika Allah memberi untukmu, sesungguhnya Dia sedang memperlihatkan kebaikan-Nya kepadamu. Saat Dia menghalangi pemberian darimu, sesungguhnya Ia tengah memperlihatkan kedigdayaan-Nya di hadapanmu.”
Lihatlah, bahwa dalam kedua kondisi di atas, sesungguhnya Allah tengah memanifestasikan ke-Maha Sempurnaan-Nya kepada kita. Maka, dalam keadaan apa pun, tidak ada yang patut kita persembahkan kecuali hanya segala bentuk pujian kepada-Nya, sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada kita:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Jika Rasulullah Saw menghadapi hal yang beliau suka, maka beliau akan berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya berbagai kebaikan menjadi sempurna.’ Dan jika beliau menghadapi hal yang tidak disukainya, maka beliau berkata: ‘Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.’” (HR Ibnu Majah)

Demikianlah, semoga dengan puasa dan ibadah Ramadhan lainnya, kita termasuk hamba Allah yang berhasil menempa diri untuk menjadi pribadi yang senantiasa syakir dan syakur kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

.بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيم. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيم. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم. أَقُولُ قَوْلِي هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُؤْمِنِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوه...إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah II

أَلْحَمْدُ للهِ ذِى الْعَظَمَةِ وَالْجَلَال, أَلَّذِى قَدَّرَ الْأَعْمَارَ وَحَدَّدَ الآجَال, وَأَمَرَنَا بِالْعِبَادَةِ وَصَالِحِ الْأَعْمَال. أَشْهَدُ اَن لَّا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه, جَعَلَ الدُّنْيَا مَزْرَعَةً لِلْآخِرَة, وَمَكْسَبَ زَادٍ لِلْحَيَاةِ الْفَاخِرَة, لِلْخَلَاصِ مِنَ الْأَهْوَالِ الْقَاهِرَة. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه, أَلَّذِى حَذَّرَنَا مِنَ الدُّنْيَا دَارِ الدّوَاهِى, وِمَكَانِ الْمَعَاصِى وَالْمَلَاهِى. صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الْكِرَام, وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأَنَامَ, وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أَيُّهاَ النَّاس, إِتَّقوُا اللهَ حَقَّ تَقْوَاه, وَرَاقِبُوهُ مُرَاقَبَةَ مَنْ يَعْلَمُ أَنَّهُ يَرَاه.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ تَنْزِيلِه:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
صَدَقَ اللهُ الْعَظَيم.

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد, كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيم وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيم, فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد.
أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَات, وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات, أَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات, إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَات, يِا قَاضِيَ الْحَاجَات.

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَ هَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة, وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَار.

عِبَادَ الله, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَان, وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغي,يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم, وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون. أَقِمِ الصَّلَاة.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com