Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji

Kompas.com, 20 April 2026, 22:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga aktivitas fisik yang menuntut kesiapan tubuh menghadapi kondisi ekstrem di Tanah Suci.

Suhu udara yang bisa menembus lebih dari 40 derajat Celsius bahkan mendekati 50 derajat saat puncak musim haji menjadi tantangan nyata bagi jemaah.

Karena itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Melalui akun Instagram resminya, @kemenhaj.ri mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan perlindungan diri sejak awal demi menjaga kesehatan selama beribadah.

Lebih dari Sekadar Perlengkapan

Dalam praktiknya, APD bagi jemaah haji bukan hanya soal kenyamanan, melainkan kebutuhan dasar untuk mencegah gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke.

Kementerian Kesehatan bahkan sejak beberapa tahun terakhir telah menyiapkan berbagai perlengkapan seperti kacamata, masker, payung, hingga semprotan air untuk membantu jemaah menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Imbauan ini juga diperkuat oleh otoritas haji yang menekankan pentingnya membawa perlindungan diri saat beraktivitas di luar hotel, terutama ketika berziarah atau menuju masjid.

Baca juga: Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit

Daftar Alat Pelindung Diri yang Wajib Dibawa

Berikut perlengkapan penting yang dianjurkan berdasarkan infografis resmi dan berbagai panduan kesehatan haji:

1. Kacamata Hitam

Kacamata berfungsi melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet dan debu. Di kawasan seperti Madinah dan Makkah, intensitas cahaya matahari cukup tinggi sehingga perlindungan mata menjadi penting.

2. Payung Lipat

Payung bukan sekadar pelindung hujan, tetapi menjadi “perisai” utama dari terik matahari. Penggunaan payung dapat mengurangi paparan langsung sinar matahari saat berjalan kaki menuju lokasi ibadah.

3. Masker

Masker membantu melindungi saluran pernapasan dari debu dan polusi. Dalam kondisi padatnya jemaah, masker juga berfungsi sebagai perlindungan tambahan dari potensi penularan penyakit.

4. Tas Paspor

Tas kecil ini berfungsi menyimpan dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, obat-obatan, hingga makanan ringan. Keamanan dokumen menjadi hal krusial selama di Tanah Suci.

5. Semprotan Air (Water Spray)

Air semprot membantu menjaga kelembapan tubuh, terutama wajah, sekaligus mencegah dehidrasi ringan akibat suhu tinggi.

6. Alas Kaki yang Nyaman

Sandal atau sepatu dengan ukuran pas dan memiliki tali belakang sangat dianjurkan agar tidak mudah lepas saat berjalan jauh. Permukaan jalan yang panas juga dapat menyebabkan luka pada kaki jika tidak dilindungi.

7. Tas Tambahan (Totebag/Kresek)

Tas ini digunakan untuk menyimpan sandal, pelembap atau perlengkapan kecil lainnya saat beribadah di masjid.

Baca juga: Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji

Mengapa APD Sangat Penting?

Cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi alasan utama pentingnya penggunaan APD. Tanpa perlindungan yang memadai, jemaah berisiko mengalami gangguan kesehatan serius.

Dalam buku Hajj & Umrah Health Guide karya Abdul Rahman Al-Shehri dijelaskan bahwa menjaga hidrasi, perlindungan dari panas, serta penggunaan perlengkapan pelindung merupakan faktor utama dalam menjaga stamina selama haji.

Hal serupa juga ditegaskan dalam literatur kesehatan tropis bahwa paparan panas berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan jika tidak diantisipasi dengan perlindungan yang tepat.

Jangan Hanya Dibawa, Tapi Digunakan

Fakta di lapangan menunjukkan, masih ada jemaah yang membawa APD namun tidak menggunakannya secara optimal. Padahal, perlengkapan ini dirancang untuk dipakai, bukan sekadar disimpan.

Petugas kesehatan haji bahkan mengingatkan agar APD tidak dijadikan oleh-oleh, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya selama berada di Tanah Suci.

Baca juga: Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C

Menjaga Ibadah Tetap Khusyuk

Pada akhirnya, tujuan utama dari penggunaan alat pelindung diri adalah menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima.

Dengan tubuh yang sehat, jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah, dari tawaf, sa’i, hingga wukuf dengan lebih khusyuk.

Ibadah haji memang perjalanan hati. Namun, kesiapan fisik tetap menjadi fondasi penting agar perjalanan spiritual ini dapat dijalani dengan lancar.

Dan semuanya bisa dimulai dari hal sederhana, memastikan diri terlindungi dengan baik sejak langkah pertama di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com