Editor
KOMPAS.com-Kota Madinah Al Munawarah siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Sebanyak 103 ribu jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan tiba di kota tersebut untuk menjalani rangkaian ibadah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan 118 hotel sebagai akomodasi bagi jemaah selama berada di Madinah.
Kesiapan penginapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kenyamanan jemaah dalam beristirahat dan beribadah.
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Hotel-hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah, Janubiyah, dan Gharbiyah.
Perbedaan kapasitas kamar di masing-masing hotel menjadi tantangan dalam proses penempatan jemaah.
Kondisi ini membuat penempatan jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) tidak selalu berada di hotel yang sama.
Namun, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan layanan yang setara tanpa perbedaan kualitas.
Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa seluruh jemaah akan menerima layanan dengan standar yang sama.
“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa standar layanan mencakup berbagai aspek, mulai dari konsumsi, transportasi, hingga pengangkutan koper jemaah.
Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan program ibadah seperti city tour dan ziarah Raudhah selama berada di Madinah.
Baca juga: Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Zaenal menyebutkan bahwa kualitas hotel yang disiapkan bervariasi, mulai dari setara bintang tiga hingga mendekati bintang empat.
Meski demikian, perbedaan tersebut tidak memengaruhi standar layanan yang diterima jemaah.
“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” jelasnya.
Kemenhaj juga berupaya menjaga kenyamanan jemaah dalam penempatan hotel.
Jemaah dalam satu keluarga, pasangan suami istri, serta jemaah lanjut usia (lansia) beserta pendampingnya diupayakan tidak terpisah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang lebih humanis dan memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah.
Dengan kesiapan tersebut, jemaah haji Indonesia diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk selama berada di Madinah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang