Editor
KOMPAS.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global.
Konflik tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, termasuk Indonesia.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai konflik di Timur Tengah memiliki implikasi luas terhadap berbagai sektor global, mulai dari rantai pasok energi hingga stabilitas politik internasional yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi nasional.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, MUI Keluarkan 7 Tausiyah tentang Kedaulatan Negara
Sejumlah pengamat juga menilai eskalasi perang di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur pasokan energi dunia yang melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen distribusi energi global.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, GP Ansor mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional. Menurut organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu, polarisasi di dalam negeri justru dapat melemahkan kekuatan bangsa dalam menghadapi dampak krisis global.
GP Ansor juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta berbagai tokoh nasional untuk berdiskusi mengenai situasi geopolitik global dan dampaknya bagi Indonesia.
Pertemuan tersebut dinilai menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi kebangsaan lintas generasi kepemimpinan untuk merumuskan langkah terbaik bagi bangsa.
“Langkah Presiden Prabowo yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Addin dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Addin juga menekankan dua sektor penting yang perlu dijaga untuk menghadapi dampak konflik global, yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan.
“Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” katanya.
Selain itu, GP Ansor mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Baca juga: MUI Dukung Prabowo Jadi Juru Damai, Tapi Tetap Pertimbangkan Bangsa
“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Dengan semangat persatuan, GP Ansor optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang