Editor
KOMPAS.com - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, TNI Angkatan Laut (AL) menyiapkan program mudik gratis menggunakan kapal perang (KRI) bagi masyarakat.
Program ini menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi pemudik yang ingin pulang kampung dengan aman sekaligus membawa kendaraan bermotor.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL telah menyiapkan dua kapal untuk mengangkut pemudik pada Lebaran 1447 Hijriah.
Baca juga: Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Cek Jadwal dan Ruas Tolnya
“Mudik gratis kita akan siapkan dua kapal, nanti pemudik bisa membawa kendaraan, terutama pemudik motor bisa kita angkut,” kata Laksamana TNI Muhammad Ali, Rabu (11/3/2026) dilansir dari MUI Digital.
Pernyataan tersebut disampaikan usai membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Kilat di KRI Semarang-594 (SMG-594) yang digelar bersama Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Program mudik gratis ini direncanakan melayani sejumlah rute utama yang biasa dilalui pemudik saat Lebaran.
Menurut Muhammad Ali, rute yang disiapkan meliputi:
Selain itu, TNI AL juga mempertimbangkan membuka rute tambahan menuju Bangka Belitung karena adanya permintaan dari masyarakat.
“Kemungkinan kita akan penuhi Jakarta-Bangka Belitung dan arus balik Bangka Belitung-Jakarta. Kapalnya sejenis ini (KRI SMG-594). Nanti akan diumumkan melalui media sosial,” ujarnya.
Dengan fasilitas ini, pemudik tidak hanya bisa menyeberang dengan kapal TNI AL tetapi juga membawa sepeda motor sehingga memudahkan mobilitas saat tiba di kampung halaman.
Kegiatan Pesantren Ramadhan Kilat yang digelar di KRI Semarang-594 berlangsung pada 11–13 Maret 2026.
Acara bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Berakhlak Mulia” ini diikuti sekitar 400 peserta.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan keagamaan serta pembelajaran tentang nilai-nilai akhlak dan kepemimpinan.
Sejumlah tokoh juga hadir dalam pembukaan acara tersebut, antara lain Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Erwin S Aldedharma, Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut Laksamana Pertama Harun Arrasyid, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, dan Ketua Komisi Dakwah MUI KH Saeful Bahri.
Selain menyiapkan program mudik gratis, TNI AL juga memastikan akan tetap meningkatkan patroli keamanan laut, terutama di wilayah perbatasan yang rawan penyelundupan.
Baca juga: Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia dan Maknanya dalam Islam
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan laut selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Dengan adanya program mudik gratis menggunakan kapal perang TNI AL, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang aman sekaligus membantu mengurangi kepadatan jalur darat saat musim mudik Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang