Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gamis “Istri Sultan” Jadi Tren Lebaran 2026, Mewah dan Glamor Saingi Gamis Bini Orang

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, dunia fashion Muslimah kembali menghadirkan tren busana yang menarik perhatian.

Jika beberapa tahun terakhir gamis shimmer sederhana dan gaya minimalis mendominasi, kini muncul gaya baru yang tampil lebih megah dan elegan.

Tren tersebut populer dengan sebutan gaya “Istri Sultan”, sebuah konsep busana Lebaran yang menonjolkan kemewahan melalui potongan besar, bahan premium, serta detail hiasan yang berkilau.

Di media sosial dan marketplace fashion, gaya ini bahkan disebut-sebut sebagai evolusi dari tren “gamis bini orang” yang sempat viral beberapa tahun terakhir.

Jika tren sebelumnya menekankan kesan elegan namun sederhana, gaya “Istri Sultan” justru membawa tampilan yang jauh lebih glamor dan berkelas.

Tak heran jika model ini diprediksi menjadi salah satu pilihan busana Lebaran paling populer pada 2026.

Tren Busana Lebaran yang Terus Berubah

Setiap tahun, tren busana Lebaran selalu mengalami perubahan mengikuti perkembangan industri fashion Muslim.

Dalam buku “Islamic Fashion and Anti-Fashion: New Perspectives from Europe and North America” karya Emma Tarlo, dijelaskan bahwa busana Muslim modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai penutup aurat, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi identitas, gaya hidup, dan kreativitas desain.

Sementara itu, dalam buku “Muslim Fashion: Contemporary Style Cultures” karya Reina Lewis, dijelaskan bahwa industri modest fashion global terus berkembang pesat karena meningkatnya minat terhadap pakaian yang tetap sopan namun fashionable.

Perkembangan ini juga terlihat di Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu pusat fashion Muslim terbesar di dunia.

Menurut laporan Indonesia Fashion Chamber, tren busana Muslim di Indonesia sering dipengaruhi oleh perpaduan budaya Timur Tengah, Turki, serta sentuhan desain lokal yang lebih modern.

Karena itu, kemunculan tren seperti gamis “Istri Sultan” bukanlah hal yang mengejutkan.

Baca juga: 10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan

Siluet Oversized yang Terlihat Megah

Gamis Istri Sultan Siluet Oversized yang Terlihat MegahAI Gamis Istri Sultan Siluet Oversized yang Terlihat Megah
Salah satu ciri utama gamis gaya “Istri Sultan” adalah siluet oversized yang memberikan kesan megah dan dramatis.

Potongan ini terinspirasi dari desain abaya mewah Timur Tengah serta kaftan modern Turki yang dikenal memiliki volume besar namun tetap elegan.

Model lengan yang sering digunakan antara lain:

  • Batwing cut, yaitu potongan lengan lebar yang menyatu dengan badan gamis
  • Butterfly cut, yang memberikan efek jatuh seperti sayap
  • Puff sleeves atau lengan balon, yang menciptakan kesan dramatis namun tetap feminin

Potongan tersebut membuat gamis terlihat lebih berstruktur tanpa menampilkan lekuk tubuh, sehingga tetap sesuai dengan prinsip busana Muslim yang longgar dan sopan.

Dalam buku “Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith” karya Pam Nilan dan kolega, dijelaskan bahwa desain oversized dalam fashion Muslim sering digunakan untuk menciptakan keseimbangan antara kesopanan dan estetika.

Detail Handmade yang Membuat Tampilan Mewah

Gamis Istri Sultan Detail Handmade yang Membuat Tampilan MewahAI Gamis Istri Sultan Detail Handmade yang Membuat Tampilan Mewah
Keistimewaan lain dari gamis “Istri Sultan” terletak pada detail hiasannya.

Berbeda dari gamis biasa yang menggunakan dekorasi sederhana, tren ini menonjolkan detail handmade yang terlihat lebih eksklusif.

Beberapa elemen yang sering digunakan antara lain:

  • Payet kristal kecil
  • Mutiara dekoratif
  • Bordir benang emas atau perak
  • Aksen batu kaca pada bagian leher atau lengan

Hiasan tersebut biasanya ditempatkan pada area tertentu seperti garis leher, dada, hingga pergelangan tangan.

Ketika terkena cahaya, detail ini akan memantulkan kilau lembut yang membuat tampilan gamis terlihat lebih hidup.

Dalam dunia fashion, teknik dekorasi seperti ini dikenal sebagai hand embellishment, yaitu proses menghias pakaian secara manual untuk menciptakan kesan eksklusif.

Baca juga: 6 Model Baju Lebaran 2026 Paling Tren: Gamis Minimalis hingga Abaya

Bahan Premium dengan Kilau Elegan

Gamis Istri Sultan Bahan Premium dengan Kilau EleganAI Gamis Istri Sultan Bahan Premium dengan Kilau Elegan
Selain desain dan dekorasi, pemilihan bahan juga menjadi faktor penting dalam tren “Istri Sultan”.

Beberapa jenis kain yang paling sering digunakan antara lain:

Silk Shimmer Premium

Bahan ini memiliki tekstur lembut dengan efek kilau metalik yang halus, sehingga terlihat elegan tanpa terkesan berlebihan.

Organza Crystal

Kain transparan ringan yang sering dijadikan lapisan luar atau outer untuk memberikan struktur pada gamis.

Satin Dior atau Armani Satin

Jenis satin yang dikenal tebal, tidak menerawang, serta memiliki kilau lembut yang terlihat mewah.

Menurut buku “Textiles for Fashion Design” karya Sue Jenkyn Jones, pemilihan bahan yang tepat sangat memengaruhi persepsi kemewahan dalam sebuah busana.

Kilau yang lembut dan tekstur kain yang halus dapat menciptakan kesan premium meskipun desainnya sederhana.

Warna Royal yang Mendominasi Tren

Gamis Istri Sultan Warna Royal yang Mendominasi TrenAI Gamis Istri Sultan Warna Royal yang Mendominasi Tren
Selain potongan dan bahan, tren warna juga menjadi elemen penting dalam gaya “Istri Sultan”.

Palet warna yang digunakan biasanya terinspirasi dari nuansa kerajaan atau royal tone.

Beberapa warna yang paling populer antara lain:

  • Champagne
  • Gold
  • Emerald green
  • Midnight navy
  • Rose gold
  • Silver
  • Pure white atau broken white

Warna-warna tersebut memberikan kesan kemewahan sekaligus elegansi yang cocok digunakan pada momen spesial seperti Lebaran.

Dalam teori warna fashion, warna metalik dan jewel tone sering diasosiasikan dengan simbol kemakmuran dan status sosial.

Tetap Glamor Tanpa Meninggalkan Prinsip Syar’i

Meski tampil glamor, desain gamis “Istri Sultan” tetap mempertahankan prinsip dasar busana Muslim.

Potongan yang longgar, panjang hingga mata kaki, serta lengan panjang membuat busana ini tetap memenuhi kaidah kesopanan dalam berpakaian.

Oleh karena itu, tren modest fashion modern sering mencoba menggabungkan nilai estetika dengan prinsip syariat.

Baca juga: Trend Warna Baju Lebaran 2026: Butter, Sage Green hingga Emerald Jadi Favorit, Earth Tone Diprediksi Dominan

Tidak Hanya untuk Lebaran

Walau populer sebagai busana Lebaran, gamis gaya “Istri Sultan” sebenarnya tidak terbatas pada satu acara saja.

Model ini juga sering digunakan untuk berbagai acara formal, seperti:

  • pesta pernikahan malam hari
  • gala dinner
  • acara keluarga besar
  • open house pejabat atau tokoh penting

Kilau bahan shimmer dan detail bordir membuat gamis ini terlihat semakin indah ketika terkena pencahayaan ruangan.

Kisaran Harga di Pasaran

Karena menggunakan bahan premium serta detail dekorasi yang cukup rumit, harga gamis ini memang berada di kelas menengah hingga premium.

Di pasar grosir fashion seperti Tanah Abang, gamis gaya ini biasanya dijual dengan harga sekitar Rp450.000 hingga Rp750.000 untuk kategori ready-to-wear.

Sementara itu, koleksi dari boutique atau desainer lokal bisa mencapai Rp1.200.000 hingga Rp3.500.000, tergantung pada kualitas bahan serta kerumitan bordir dan kristal yang digunakan.

Busana Lebaran yang Menjadi Simbol Percaya Diri

Bagi banyak perempuan Muslim, memilih busana Lebaran bukan sekadar soal penampilan.

Lebih dari itu, pakaian yang dikenakan saat Idul Fitri sering dianggap sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan.

Karena itu, tren seperti gamis “Istri Sultan” tidak hanya menawarkan kemewahan visual, tetapi juga memberikan rasa percaya diri bagi pemakainya.

Dengan potongan yang anggun, bahan berkualitas, serta detail yang elegan, gaya ini diprediksi akan menjadi salah satu tren busana Lebaran paling mencolok pada 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com