Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Dibaca Saat Jalan Menanjak dan Menurun? Ini Sunnah Nabi

Kompas.com, 15 Maret 2026, 21:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perjalanan jauh sering kali diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari menikmati pemandangan hingga beristirahat sejenak.

Namun dalam ajaran Islam, perjalanan atau safar juga menjadi momen untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Di antara kebiasaan yang dicontohkan Nabi adalah membaca zikir tertentu ketika melewati jalan yang menanjak maupun menurun.

Amalan ini tampak sederhana, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam karena mengingatkan manusia kepada kebesaran Allah di setiap situasi perjalanan.

Lalu, apa yang diajarkan Muhammad ketika melewati jalan tanjakan dan turunan? Berikut penjelasannya.

Zikir Saat Perjalanan dalam Ajaran Islam

Dalam Islam, perjalanan atau Safar memiliki kedudukan tersendiri. Banyak amalan yang dianjurkan ketika seseorang sedang melakukan perjalanan, mulai dari membaca doa safar, memperbanyak zikir, hingga memohon perlindungan kepada Allah.

Dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha dijelaskan bahwa Rasulullah mencontohkan sejumlah zikir yang dapat diamalkan selama perjalanan.

Di antaranya adalah membaca takbir ketika melewati jalan menanjak dan membaca tasbih saat melewati jalan menurun.

Kebiasaan ini berkaitan erat dengan kondisi geografis wilayah Arab pada masa Nabi. Banyak jalur perjalanan berupa bukit, lembah atau jalan berbatu yang naik turun. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tetap mengingat Allah.

Baca juga: Shalat di Mobil, Bus, atau Pesawat Saat Mudik? Ini Tata Caranya

Anjuran Rasulullah Saat Melewati Jalan Menanjak

Ketika melewati jalan yang menanjak atau berada di tempat tinggi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca takbir.

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh sahabat Jabir ibn Abdullah disebutkan:

“Kami, pada saat naik mengucapkan takbir dan pada saat turun mengucapkan tasbih.”
(HR Shahih Bukhari)

Bacaan takbir yang dimaksud adalah:

Allahu akbar

Artinya: Allah Mahabesar.

Dalam tafsir para ulama, membaca takbir saat berada di tempat tinggi merupakan bentuk pengakuan bahwa kebesaran Allah melampaui segala sesuatu.

Meski manusia berada di tempat yang tinggi secara fisik, ia tetap menyadari bahwa Allah-lah Yang Maha Tinggi.

Menurut penjelasan dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, zikir yang diucapkan dalam berbagai situasi kehidupan bertujuan menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah SWT.

Zikir yang Dibaca Saat Jalan Menurun

Sebaliknya, ketika melewati jalan yang menurun atau lembah, Rasulullah SAW membaca tasbih.

Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat sahabat Abdullah ibn Umar yang menyebutkan:

“Apabila Nabi dan pasukannya naik ke tempat tinggi, mereka bertakbir. Jika turun, mereka bertasbih.” (HR Sunan Abu Dawud)

Bacaan tasbih yang dianjurkan adalah:

Subhanallah

Artinya: Mahasuci Allah.

Tasbih merupakan bentuk penyucian terhadap Allah dari segala kekurangan. Dengan membaca tasbih saat menuruni jalan, seorang muslim diingatkan bahwa segala perubahan kondisi dalam hidup, naik maupun turun tetap berada dalam kekuasaan Allah.

Baca juga: Mudik Saat Ramadhan, Bolehkah Tidak Puasa? Ini Syarat Safar Menurut Ulama

Mengapa Zikir Ini Dianjurkan Saat Safar?

Para ulama menjelaskan bahwa zikir yang diajarkan Rasulullah saat perjalanan memiliki makna simbolis yang mendalam.

Dalam buku Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa zikir yang diucapkan dalam berbagai situasi kehidupan merupakan cara menjaga kesadaran spiritual seorang muslim.

Naik dan turunnya jalan dalam perjalanan sering diibaratkan sebagai gambaran perjalanan hidup manusia.

Terkadang seseorang berada di posisi tinggi, kadang pula mengalami penurunan atau kesulitan.

Melalui zikir tersebut, seorang muslim diingatkan untuk selalu mengaitkan setiap keadaan dengan kebesaran dan kesucian Allah.

Keutamaan Berzikir Saat Dalam Perjalanan

Berzikir ketika sedang melakukan perjalanan juga memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah disebutkan bahwa doa seorang musafir termasuk doa yang mudah dikabulkan.

Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi yang menjelaskan bahwa ada tiga doa yang mustajab, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang tua kepada anaknya, dan doa seorang musafir.

Selain itu, zikir juga disebut sebagai amalan yang memiliki keutamaan besar dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam kitab Bulughul Maram disebutkan bahwa zikir kepada Allah merupakan salah satu amalan yang dapat menyelamatkan manusia dari azab-Nya.

Baca juga: Ada Diskon Tarif Tol 30 Persen di 9 Ruas Tol saat Mudik Lebaran 2026, Cek Lokasi dan Besaran Potongannya

Zikir Sederhana yang Sarat Makna

Amalan membaca takbir saat menanjak dan tasbih ketika menurun mungkin terlihat sederhana.

Namun kebiasaan ini mencerminkan bagaimana Rasulullah menanamkan kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas kehidupan, termasuk saat perjalanan.

Dengan meneladani kebiasaan ini, perjalanan tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir.

Di tengah perjalanan yang panjang atau melelahkan, zikir sederhana tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap langkah manusia tetap berada dalam pengawasan dan rahmat Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com