Editor
KOMPAS.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, dengan lonjakan kendaraan di sejumlah ruas utama seperti Tol Cipali hingga Trans Jawa.
Untuk menghindari kemacetan parah, pemudik disarankan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time dan aplikasi navigasi pintar.
Langkah ini dinilai efektif untuk menentukan waktu berangkat, memilih jalur alternatif, hingga menghindari titik-titik kepadatan.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR menyediakan layanan pemantauan CCTV tol yang bisa diakses langsung dari ponsel.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek
Berikut caranya:
1. Kunjungi situs resmi: https://mudik.pu.go.id/cctv-tol
2. Pilih ruas tol yang ingin dipantau
3. Klik ikon kamera untuk melihat kondisi lalu lintas secara langsung
Beberapa ruas tol yang bisa dipantau antara lain:
Dengan fitur ini, pemudik bisa mengetahui kondisi jalan sebelum berangkat, sehingga bisa menghindari kemacetan panjang.
Selain CCTV, penggunaan aplikasi navigasi juga menjadi solusi praktis. Berikut 5 aplikasi yang paling direkomendasikan:
Menampilkan kondisi lalu lintas dengan indikator warna (hijau, kuning, merah) serta estimasi waktu tempuh yang akurat.
Aplikasi dari Jasa Marga ini menyediakan info rekayasa lalu lintas seperti *one way*, ganjil-genap, hingga akses CCTV tol.
Mengandalkan laporan pengguna secara langsung, termasuk info kecelakaan, razia, hingga hambatan di jalan.
Dikelola oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), aplikasi ini menyajikan informasi perbaikan jalan, gangguan lalu lintas, dan layanan pengaduan.
Cocok untuk perjalanan jauh karena menyediakan peta offline dan panduan suara yang jelas.
Agar arus balik lebih nyaman dan aman, perhatikan beberapa hal berikut:
Baca juga: Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai skema untuk mengurai kemacetan, mulai dari sistem satu arah hingga ganjil-genap di ruas tol utama.
Dengan memanfaatkan teknologi dan perencanaan yang matang, perjalanan arus balik Lebaran 2026 bisa lebih lancar, efisien, dan minim stres.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang