KOMPAS.com – Polemik gaya pengasuhan anak kembali menjadi perbincangan publik setelah pernyataan selebgram Denise Chariesta tentang “parenting orang kaya” menuai beragam respons.
Dalam beberapa unggahan di media sosial, Denise terlihat memberikan kebebasan cukup luas kepada anaknya, Jaden, dalam bereksplorasi.
Sikap ini kemudian memicu perdebatan, terutama terkait batas antara kebebasan dan pembentukan karakter anak sejak dini.
Di tengah perbincangan tersebut, Islam sejatinya telah memberikan panduan yang komprehensif mengenai bagaimana orangtua mendidik anak, tidak hanya dari sisi kasih sayang, tetapi juga pembentukan akhlak dan adab.
Dalam Islam, anak bukan hanya titipan, tetapi amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman agar setiap Muslim menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Ayat ini sering dipahami oleh para ulama sebagai perintah untuk mendidik keluarga, termasuk anak, dengan nilai-nilai kebaikan.
Dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, dijelaskan bahwa pendidikan anak dalam Islam mencakup beberapa aspek utama, yaitu:
Artinya, pengasuhan anak tidak hanya soal kebebasan berekspresi, tetapi juga pembentukan karakter yang seimbang.
Baca juga: Kumpulan Doa Mustajab Orang Tua agar Anak Sholeh dan Cerdas
Islam tidak melarang orang tua memberikan kebebasan kepada anak. Namun, kebebasan tersebut harus tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang terhadap anak-anak. Dalam berbagai riwayat, beliau sering mencium cucunya, bermain bersama mereka, bahkan membiarkan mereka naik ke punggungnya saat shalat.
Namun, di sisi lain, Rasulullah juga menanamkan disiplin dan adab sejak dini.
Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda agar orang tua memerintahkan anak shalat sejak usia tujuh tahun.
Ini menunjukkan bahwa kasih sayang tidak berarti tanpa batas, melainkan tetap disertai arahan yang jelas.
Salah satu aspek penting dalam pendidikan anak dalam Islam adalah adab atau sopan santun.
Dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa pembentukan akhlak harus dimulai sejak kecil, karena hati anak masih bersih dan mudah dibentuk.
Adab yang diajarkan dalam Islam meliputi:
Dalam konteks modern, perilaku anak yang dibiarkan tanpa batas bisa berpotensi mengaburkan nilai-nilai ini jika tidak diarahkan dengan tepat.
Baca juga: Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan
Salah satu nilai penting dalam Islam adalah kemampuan untuk meminta maaf dan memaafkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, mengajarkan anak untuk mengatakan “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari pendidikan akhlak.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang terbaik adalah yang paling baik akhlaknya. Nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati.
Dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam karya Zakiah Daradjat, dijelaskan bahwa pembiasaan perilaku baik sejak kecil akan membentuk kepribadian anak hingga dewasa.
Perdebatan soal gaya parenting modern, termasuk yang disampaikan Denise, sejatinya membuka ruang refleksi yang lebih luas.
Apakah kebebasan tanpa batas dapat membentuk karakter yang kuat? Ataukah justru anak membutuhkan arahan yang jelas sejak dini? Dalam Islam, jawabannya adalah keseimbangan.
Anak diberikan ruang untuk berkembang, tetapi tetap diarahkan agar mengenal batasan. Kebebasan tanpa nilai dapat berujung pada kebingungan, sementara aturan tanpa kasih sayang dapat menimbulkan tekanan.
Dalam banyak literatur Islam, orangtua disebut sebagai “madrasah pertama” bagi anak.
Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak dalam keluarga akan membentuk kepribadiannya.
Karena itu, pendidikan anak tidak cukup hanya dengan nasihat, tetapi juga keteladanan.
Jika orang tua menginginkan anak yang sopan, maka orangtua harus terlebih dahulu menunjukkan sikap sopan. Jika ingin anak menghargai orang lain, maka sikap itu harus terlihat dalam keseharian.
Baca juga: Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran
Fenomena parenting yang viral di media sosial, pada akhirnya bukan sekadar soal benar atau salah.
Ia menjadi pintu masuk untuk kembali memahami nilai-nilai dasar dalam mendidik anak.
Islam tidak menolak kebaruan, tetapi memberikan fondasi agar setiap metode pengasuhan tetap berakar pada akhlak, adab, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, mendidik anak bukan tentang hasil instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan doa.
Anak yang tumbuh dengan keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin akan memiliki karakter yang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.
Di tengah berbagai pola asuh modern yang terus berkembang, nilai-nilai Islam tetap relevan sebagai pedoman.
Bahwa anak bukan hanya perlu bahagia, tetapi juga perlu dibimbing agar menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu menghargai sesama. Dan di situlah peran orang tua menjadi kunci utama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang