Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu

Kompas.com, 5 April 2026, 11:29 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di tengah bentang gurun yang keras, Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi menyimpan jejak peradaban luar biasa.

Lebih dari 2.000 sumur kuno dan kolam penampung air hujan menjadi saksi bagaimana manusia di masa lalu mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem.

Bukan sekadar sumber air, sumur-sumur ini adalah bukti kecerdikan teknik tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun.

Teknologi Air di Tengah Keterbatasan

Di wilayah yang minim air, nenek moyang masyarakat setempat mengembangkan cara unik untuk menemukan dan menyimpan sumber kehidupan.

Baca juga: Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup

Mereka menggali sumur secara manual, memperkuat dindingnya dengan batu, serta mengarahkan aliran banjir menuju titik-titik penampungan alami seperti wadi dan kolam.

Teknik ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap alam—bagaimana air bergerak, di mana ia bisa dikumpulkan, dan bagaimana mempertahankannya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, lokasi air ditentukan hanya melalui suara—sebuah metode yang mencerminkan ketelitian dan pengalaman yang diwariskan turun-temurun.

Jejak Peradaban yang Bertahan Ribuan Tahun

Dengan jumlah sumur yang mencapai ribuan, kawasan ini menjadi bukti hidup keberlanjutan berbagai peradaban yang pernah menghuni wilayah tersebut.

Setiap sumur bukan hanya lubang di tanah, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang memungkinkan komunitas berkembang di tengah gurun.

Keberadaan infrastruktur sederhana ini menjadi fondasi bagi permukiman, perdagangan, hingga perjalanan lintas wilayah.

Dari Sumber Air Menjadi Warisan Budaya

Kini, sumur dan kolam kuno tersebut tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sumber air. Mereka telah bertransformasi menjadi situs warisan budaya yang bernilai tinggi.

Pemerintah Arab Saudi melihat potensi besar dalam pelestarian situs-situs ini, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai sarana edukasi sejarah.

Melestarikan warisan ini bukan hanya tentang menjaga masa lalu, tetapi juga membuka peluang baru di sektor pariwisata dan meningkatkan kesadaran budaya.

Menghidupkan Kembali Kisah Gurun

Di balik setiap sumur, tersimpan cerita tentang ketahanan, kecerdikan, dan hubungan manusia dengan alam.

Baca juga: Arab Saudi Bangun 150 Jalur Gunung demi Ekonomi Wilayah Terpencil

Dalam dunia modern yang serba canggih, peninggalan ini menjadi pengingat bahwa teknologi tidak selalu harus kompleks—kadang, solusi paling sederhana justru paling bertahan lama.

Sumur-sumur kuno di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi bukan hanya peninggalan sejarah. Mereka adalah simbol bagaimana manusia mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang—bahkan di tempat yang paling tidak bersahabat sekalipun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Panen Mawar Saudi Naik, Berpotensi Jadi Bahan Industri Kuliner Dunia
Panen Mawar Saudi Naik, Berpotensi Jadi Bahan Industri Kuliner Dunia
Aktual
Gurun Sebagai Jejak Peradaban: Misteri Kota Batu Hegra di Arab Saudi
Gurun Sebagai Jejak Peradaban: Misteri Kota Batu Hegra di Arab Saudi
Aktual
Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi
Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi
Aktual
Outfit Lebaran Idul Adha 2026: Dari Shalat Id hingga Nonton Kurban, Hindari Warna Mencolok
Outfit Lebaran Idul Adha 2026: Dari Shalat Id hingga Nonton Kurban, Hindari Warna Mencolok
Aktual
Surat Al-Baqarah Ayat 285-286: Doa Mustajab dan Pelindung Malam
Surat Al-Baqarah Ayat 285-286: Doa Mustajab dan Pelindung Malam
Doa dan Niat
Gubernur NTB Puji Khofifah sebagai Teladan Perempuan, Ajak Muslimat NU Perkuat Ketahanan Keluarga
Gubernur NTB Puji Khofifah sebagai Teladan Perempuan, Ajak Muslimat NU Perkuat Ketahanan Keluarga
Aktual
Cara Ulama Membaca Buku: Bukan Sekadar Banyak, Tapi Mendalam dan Bertahap
Cara Ulama Membaca Buku: Bukan Sekadar Banyak, Tapi Mendalam dan Bertahap
Aktual
Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia
Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia
Aktual
Idul Adha 2026 Muhammadiyah Tanggal Berapa? Ini Jadwal Versi Kalender Global Tunggal
Idul Adha 2026 Muhammadiyah Tanggal Berapa? Ini Jadwal Versi Kalender Global Tunggal
Aktual
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Menurut Kalender Hijriah Kemenag
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Menurut Kalender Hijriah Kemenag
Aktual
Jelang UTBK 2026, Ini Doa Ibu untuk Anak agar Dimudahkan dan Lulus SNBT
Jelang UTBK 2026, Ini Doa Ibu untuk Anak agar Dimudahkan dan Lulus SNBT
Aktual
Bolehkah Istri Gugat Cerai Suami Kecanduan Judi Online? Ini Penjelasan dalam Hukum Islam
Bolehkah Istri Gugat Cerai Suami Kecanduan Judi Online? Ini Penjelasan dalam Hukum Islam
Aktual
Punya Utang? Amalkan Doa Pelunas Utang dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Ponpes An Nawawi
Punya Utang? Amalkan Doa Pelunas Utang dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Ponpes An Nawawi
Aktual
Batalkah Shalat Jika Dijilat atau Digigit Kucing? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Mayoritas Ulama
Batalkah Shalat Jika Dijilat atau Digigit Kucing? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Mayoritas Ulama
Aktual
Benarkah Menabrak Kucing Sampai Mati Bisa Membawa Sial? Ini Penjelasan dalam Islam
Benarkah Menabrak Kucing Sampai Mati Bisa Membawa Sial? Ini Penjelasan dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com