Editor
KOMPAS.com – Tren positif ditunjukkan lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak hanya cepat terserap di dunia kerja, kini semakin banyak mahasiswa yang bahkan sudah mendapatkan pekerjaan sebelum resmi diwisuda.
Data terbaru dari tracer study Pusat Karir UIN Jakarta mengungkapkan, sebanyak 49,69 persen lulusan tahun 2025 telah bekerja sebelum menyelesaikan studi. Angka ini terus meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 44,41 persen (2024) dan 38,00 persen (2023).
“Artinya, semakin banyak mahasiswa UIN Jakarta yang telah terserap dunia kerja bahkan sebelum wisuda,” ujar Kepala Pusat Karir, Muhammad Kholis Hamdy dilansir dari situs Kemenag.go.id.
Baca juga: Lulusan Cepat Terserap Kerja, UIN Jakarta Ungkap Strategi Sukses Tembus Dunia Industri
Tak hanya itu, waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin cepat.
Sebanyak 44,51 persen lulusan berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus pada 2025. Angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebaliknya, jumlah lulusan yang harus menunggu lebih lama justru terus menurun. Lulusan yang baru mendapatkan pekerjaan setelah 6–18 bulan turun drastis, begitu juga yang menunggu lebih dari 18 bulan—kini hanya tersisa di bawah 1 persen.
Tren ini menunjukkan bahwa lulusan UIN Jakarta semakin siap bersaing di dunia profesional.
Menurut Kholis, peningkatan daya saing ini tidak terjadi secara instan. Kampus secara aktif membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga harus punya kemampuan komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, dan pengalaman magang,” jelasnya.
Melalui berbagai program seperti pelatihan soft skills, career coaching, hingga job fair, mahasiswa didorong untuk lebih siap menghadapi dunia kerja sejak masih kuliah.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menilai capaian ini sebagai bukti bahwa kualitas lulusan semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
“Lulusan UIN Jakarta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, adaptabilitas, dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.
Kampus juga terus memperkuat kurikulum, memperluas jejaring industri, serta meningkatkan program magang agar mahasiswa memiliki pengalaman nyata sebelum lulus.
Di sisi lain, pilihan karier lulusan juga semakin luas. Tak hanya bekerja di sektor formal, sebagian memilih melanjutkan studi, membangun usaha sendiri, hingga terjun dalam profesi berbasis pengabdian.
Bahkan di Fakultas Syariah dan Hukum, lulusan kini telah merambah berbagai profesi seperti analis hukum, advokat, hakim, perbankan syariah, hingga militer.
Menurut Wakil Dekan Kamarusdiana, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan lulusan mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan profesi.
Capaian ini menegaskan posisi UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan kompetitif.
Baca juga: Rektor UIN Palu Datangi Sekolah, 2.200 Mahasiswa Bisa Kuliah Gratis
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, tren ini menjadi kabar baik—bahwa mahasiswa kini tidak lagi menunggu peluang, tetapi justru menjemputnya sejak masih di bangku kuliah.
Bagi banyak lulusan UIN Jakarta, wisuda bukan lagi garis awal mencari kerja.
Melainkan, hanya satu langkah kecil dari perjalanan karier yang sudah dimulai lebih dulu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang