Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produksi Meningkat, Konsumsi Susu Unta Kembali Populer Saat Musim Semi di Perbatasan Utara Arab Saudi

Kompas.com, 6 April 2026, 17:17 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Memasuki musim semi, susu unta kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi (Northern Borders Region).

Cuaca yang lebih sejuk serta padang rumput alami yang tumbuh subur mendorong peningkatan produksi susu.

Kondisi ini membuat susu unta mudah ditemukan dan menjadi konsumsi utama warga maupun para pelancong di gurun.

Tradisi ini juga kembali menguat seiring aktivitas masyarakat yang berpindah mengikuti area penggembalaan.

Baca juga: Tren “Dumb Phone” di Arab Saudi, Upaya Warga Kurangi Distraksi Digital

Munum Susu Unta Jadi Tradisi Sosial yang Mengakar

Dilansir dari Arab News, menurut laporan Saudi Press Agency, konsumsi susu unta pada musim semi telah menjadi kebiasaan sosial masyarakat setempat.

Minuman ini biasanya disajikan kepada tamu di perkemahan gurun sebagai bentuk penghormatan.

Tradisi ini mencerminkan gaya hidup masyarakat Badui yang berpindah-pindah mengikuti sumber pakan ternak.

Selama berabad-abad, susu unta menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan gurun, baik sebagai sumber nutrisi maupun simbol identitas lokal.

Baca juga: Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Simbol Budaya dan Koneksi dengan Alam

Meningkatnya permintaan susu unta setiap musim semi menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat dengan lingkungan alam.

Tradisi ini menciptakan suasana budaya khas yang memadukan warisan lokal dengan keindahan lanskap gurun yang bermekaran.

Selain itu, praktik tahunan ini juga memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dokter Jelaskan Manfaat Susu Unta dari Sisi Kesehatan

Selain nilai budaya, susu unta kini mendapat perhatian karena manfaat kesehatannya.

Dr. Abrar Sheikh Al-Eidrous, dokter umum di Makkah, menjelaskan bahwa susu unta memiliki komposisi protein yang berbeda dibandingkan susu sapi.

Ia menyebutkan bahwa susu unta tidak mengandung beta-lactoglobulin, yaitu protein yang sering dikaitkan dengan alergi susu.

Susu unta juga mengandung senyawa imun aktif seperti lactoferrin serta kadar vitamin C yang lebih tinggi, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kandungan laktosa yang lebih rendah membuatnya lebih mudah dicerna, terutama bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan.

Ilustrasi minum susu unta.Pexels/Anna Tarazevich Ilustrasi minum susu unta.

“Berdasarkan pengalaman klinis dan pribadi, mengganti susu sapi dengan susu unta selama masa kehamilan memberikan dampak nyata dalam mengurangi rasa kembung yang tidak nyaman,” kata Al-Eidrous.

Ia juga menyebutkan bahwa susu unta efektif bagi penderita alergi protein susu sapi, yang umum terjadi pada anak-anak.

“Termasuk pada anak saya sendiri, di mana kami melihat perbaikan gejala yang signifikan dan toleransi yang lebih baik. Hasil serupa juga ditemukan pada banyak kasus lainnya,” tambahnya.

Manfaat susu unta tidak hanya dibahas dalam penelitian modern, tetapi juga disebut dalam tradisi Nabi Muhammad sebagai minuman yang memiliki khasiat pengobatan.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai kesehatan susu unta telah dikenal sejak lama.

Al-Eidrous menegaskan bahwa susu unta tidak seharusnya dipandang hanya sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai solusi nutrisi yang memiliki manfaat kesehatan nyata.

Hal ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif makanan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.

Kembalinya popularitas susu unta saat musim semi menunjukkan perpaduan antara tradisi dan kebutuhan modern.

Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat gurun, susu unta juga menawarkan manfaat kesehatan yang semakin diakui.

Peningkatan minat terhadap susu unta mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi yang lebih sehat.
Di sisi lain, tradisi ini tetap menjaga identitas budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Ke depan, susu unta berpotensi menjadi alternatif pangan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Doa dan Niat
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Aktual
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Doa dan Niat
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Aktual
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Aktual
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
Aktual
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Niat
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Aktual
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Aktual
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Aktual
Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Aktual
Makkah Bersolek Besar-besaran: Bandara Baru dan Metro Disiapkan, Layanan Jemaah Ditargetkan Makin Nyaman
Makkah Bersolek Besar-besaran: Bandara Baru dan Metro Disiapkan, Layanan Jemaah Ditargetkan Makin Nyaman
Aktual
Keberangkatan Petugas Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Pemerintah Siapkan Mitigasi Konflik Timur Tengah
Keberangkatan Petugas Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Pemerintah Siapkan Mitigasi Konflik Timur Tengah
Aktual
683 Calon Jemaah Haji Kuningan 2026 Siap Berangkat, Terbagi Jadi Dua Kloter
683 Calon Jemaah Haji Kuningan 2026 Siap Berangkat, Terbagi Jadi Dua Kloter
Aktual
Jemaah Haji dan Umrah Pemegang Kartu Nusuk Kini Bisa Dapat Diskon dan Penawaran Khusus di Arab Saudi
Jemaah Haji dan Umrah Pemegang Kartu Nusuk Kini Bisa Dapat Diskon dan Penawaran Khusus di Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com