Editor
KOMPAS.com - Memasuki musim semi, susu unta kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi (Northern Borders Region).
Cuaca yang lebih sejuk serta padang rumput alami yang tumbuh subur mendorong peningkatan produksi susu.
Kondisi ini membuat susu unta mudah ditemukan dan menjadi konsumsi utama warga maupun para pelancong di gurun.
Tradisi ini juga kembali menguat seiring aktivitas masyarakat yang berpindah mengikuti area penggembalaan.
Baca juga: Tren “Dumb Phone” di Arab Saudi, Upaya Warga Kurangi Distraksi Digital
Dilansir dari Arab News, menurut laporan Saudi Press Agency, konsumsi susu unta pada musim semi telah menjadi kebiasaan sosial masyarakat setempat.
Minuman ini biasanya disajikan kepada tamu di perkemahan gurun sebagai bentuk penghormatan.
Tradisi ini mencerminkan gaya hidup masyarakat Badui yang berpindah-pindah mengikuti sumber pakan ternak.
Selama berabad-abad, susu unta menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan gurun, baik sebagai sumber nutrisi maupun simbol identitas lokal.
Baca juga: Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Meningkatnya permintaan susu unta setiap musim semi menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat dengan lingkungan alam.
Tradisi ini menciptakan suasana budaya khas yang memadukan warisan lokal dengan keindahan lanskap gurun yang bermekaran.
Selain itu, praktik tahunan ini juga memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain nilai budaya, susu unta kini mendapat perhatian karena manfaat kesehatannya.
Dr. Abrar Sheikh Al-Eidrous, dokter umum di Makkah, menjelaskan bahwa susu unta memiliki komposisi protein yang berbeda dibandingkan susu sapi.
Ia menyebutkan bahwa susu unta tidak mengandung beta-lactoglobulin, yaitu protein yang sering dikaitkan dengan alergi susu.
Susu unta juga mengandung senyawa imun aktif seperti lactoferrin serta kadar vitamin C yang lebih tinggi, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kandungan laktosa yang lebih rendah membuatnya lebih mudah dicerna, terutama bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan.
Ilustrasi minum susu unta.“Berdasarkan pengalaman klinis dan pribadi, mengganti susu sapi dengan susu unta selama masa kehamilan memberikan dampak nyata dalam mengurangi rasa kembung yang tidak nyaman,” kata Al-Eidrous.
Ia juga menyebutkan bahwa susu unta efektif bagi penderita alergi protein susu sapi, yang umum terjadi pada anak-anak.
“Termasuk pada anak saya sendiri, di mana kami melihat perbaikan gejala yang signifikan dan toleransi yang lebih baik. Hasil serupa juga ditemukan pada banyak kasus lainnya,” tambahnya.
Manfaat susu unta tidak hanya dibahas dalam penelitian modern, tetapi juga disebut dalam tradisi Nabi Muhammad sebagai minuman yang memiliki khasiat pengobatan.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai kesehatan susu unta telah dikenal sejak lama.
Al-Eidrous menegaskan bahwa susu unta tidak seharusnya dipandang hanya sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai solusi nutrisi yang memiliki manfaat kesehatan nyata.
Hal ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif makanan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
Kembalinya popularitas susu unta saat musim semi menunjukkan perpaduan antara tradisi dan kebutuhan modern.
Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat gurun, susu unta juga menawarkan manfaat kesehatan yang semakin diakui.
Peningkatan minat terhadap susu unta mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi yang lebih sehat.
Di sisi lain, tradisi ini tetap menjaga identitas budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Ke depan, susu unta berpotensi menjadi alternatif pangan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang