Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Urwah bin Udzainah: Saat Tawakal, Ternyata Rezeki Datang Tanpa Diduga

Kompas.com, 10 April 2026, 15:07 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kisah Urwah bin Udzainah atau Ibnu Udzainah, seorang penyair dari Madinah menjadi teladan tentang hubungan antara ikhtiar dan tawakal dalam mencari rezeki.

Cerita ini terjadi saat Urwah bin Udzainah mengalami kesulitan ekonomi ketika tinggal di Madinah.

Dalam upaya keluar dari kesulitan, ia disarankan menemui sahabatnya, Khalifah Hisyam bin Abdul Malik di Syam.

Dilansir dari laman Kemenag, kisah ini kemudian diriwayatkan oleh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi dalam kitab Qashahsus Shahabati was Shalihin.

Baca juga: Kisah Pembebasan Al-Aqsa oleh Shalahuddin: Strategi 12 Hari

Kisah Urwah bin Udzainah

Suatu waktu, Ibnu Udzainah tengah diuji oleh Allah SWT yaitu dengan menghadapi kesulitan ekonomi.

Saat itu, orang-orang di sekitar Ibnu Udzainah menyarankan agar ia menemui Hisyam bin Abdul Malik.

Mereka mengetahui hubungan baik keduanya sejak lama dan berharap bantuan dari khalifah.

“Engkau memiliki hubungan baik dengan Hisyam bin Abdul Malik, khalifah Bani Umayyah. Pergilah untuk menemuinya, niscaya engkau akan mendapatkan kebaikan dari kekhalifahannya.”

Baca juga: Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW

Ibnu Udzainah kemudian melakukan perjalanan ke Syam dan berhasil menemui sang khalifah. Ia disambut dengan baik dan menyampaikan kondisi yang sedang dihadapinya.

“Aku sedang berada dalam kesempitan dan kesulitan,” ucap Ibnu Udzainah saat ditanya kondisinya oleh khalifah.

Namun, alih-alih langsung memberi bantuan, Hisyam mengingatkan bait syair yang pernah diucapkan Ibnu Udzainah:

لَقَدْ عَلِمْتُ وَمَا الْإِسْرَافُ مِنْ خُلُقِي * أَنَّ الَّذِي هُوَ رِزْقِي سَوْفَ يَأْتِينِي

Artinya: “Sungguh aku mengetahui dan boros bukanlah tabiatku, bahwa rezekiku pasti akan datang menghampiriku.”

Jawaban tersebut membuat Ibnu Udzainah merasa kecewa karena tidak sesuai harapan. Ia kemudian memutuskan kembali ke Madinah.

“Semoga Allah membalas kebaikanmu, wahai Amirul Mukminin. Engkau telah mengingatkanku saat aku lupa, dan menegurku saat aku lalai,” ujar Ibnu Udzainah.

Setelah kepergian sahabatnya, Hisyam bin Abdul Malik baru menyadari kesalahan sikapnya dan merasa menyesal.

Ia kemudian mengutus pengawal untuk menyusul Ibnu Udzainah dan memberikan hadiah sebagai bentuk penghargaan dan permohonan maaf.

Utusan khalifah harus mencari cukup lama karena Ibnu Udzainah selalu berpindah tempat, hingga akhirnya mereka berhasil bertemu dengan sang penyair di rumahnya.

“Amirul Mukminin menyesal atas sikapnya. Ini ada hadiah-hadiah darinya untukmu,” kata utusan tersebut.

Mendengar pesan tersebut, Ibnu Udzainah melanjutkan bait syairnya:

أَسْعَى لَهُ فَيُعَنِّينِي طَلَبُهُ * وَلَوْ قَعَدْتُ أَتَانِي لَا يُعَنِّينِي

Artinya: “Aku berusaha mengejarnya, maka justru ia menyusahkanku. Namun jika aku duduk diam, ia datang kepadaku tanpa memberatkanku.”

Kisah ini menunjukkan bahwa rezeki tidak selalu diperoleh semata dari usaha lahir yang keras.

Ada peran penting tawakal, yakni berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.

Kisah ini menggambarkan sikap tawakal, sebagaimana firman Allah dalam Surat At-Thalaq ayat 2–3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ ‌يَجْعَلْ ‌لَهُ ‌مَخْرَجاً (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللّٰهَ بالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً (3

Artinya : “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya [2]. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.[3]”

Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa rezeki kerap datang saat hati tidak lagi bergantung pada manusia, melainkan sepenuhnya berserah kepada Allah, setelah ikhtiar dilakukan dengan sewajarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Calon Jemaah Haji Asal Dumai Berangkat ke Embarkasi Batam Naik Kapal Cepat, Biaya Ditanggung Pemko
Calon Jemaah Haji Asal Dumai Berangkat ke Embarkasi Batam Naik Kapal Cepat, Biaya Ditanggung Pemko
Aktual
Hukum Tidur Tengkurap dalam Islam, Mengapa Posisi Ini Harus Dihindari?
Hukum Tidur Tengkurap dalam Islam, Mengapa Posisi Ini Harus Dihindari?
Aktual
Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Terima Tiket dan Paspor di Asrama Haji, Cek Jadwal Lengkapnya
Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Terima Tiket dan Paspor di Asrama Haji, Cek Jadwal Lengkapnya
Aktual
Gus Yahya Ingatkan Ancaman Krisis Minyak, Konflik Timur Tengah Bisa Guncang Indonesia
Gus Yahya Ingatkan Ancaman Krisis Minyak, Konflik Timur Tengah Bisa Guncang Indonesia
Aktual
Urutan Wali Nikah dalam Islam serta Syarat dan Penggantinya yang Sah
Urutan Wali Nikah dalam Islam serta Syarat dan Penggantinya yang Sah
Aktual
Gus Yahya: Indonesia Harus Jadi Sahabat Semua Negara di Tengah Konflik Timur Tengah
Gus Yahya: Indonesia Harus Jadi Sahabat Semua Negara di Tengah Konflik Timur Tengah
Aktual
 Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama
Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
PBNU Apresiasi Saudi dan Negara Teluk yang Tak Balas Serangan Iran
PBNU Apresiasi Saudi dan Negara Teluk yang Tak Balas Serangan Iran
Aktual
Yahya Cholil Temui Dubes Iran hingga AS, Bahas Konflik Timur Tengah
Yahya Cholil Temui Dubes Iran hingga AS, Bahas Konflik Timur Tengah
Aktual
PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Serukan Hentikan Perang Timur Tengah
PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Serukan Hentikan Perang Timur Tengah
Aktual
Uang Saku Jamaah Haji 2026 Cair Sebesar 750 Riyal Per Jamaah, Ini Rincian Dan Penggunaannya
Uang Saku Jamaah Haji 2026 Cair Sebesar 750 Riyal Per Jamaah, Ini Rincian Dan Penggunaannya
Aktual
Calon Haji Wajib Tahu, Ini Latihan Fisik agar Kuat Jalan 15 Km di Tanah Suci
Calon Haji Wajib Tahu, Ini Latihan Fisik agar Kuat Jalan 15 Km di Tanah Suci
Aktual
Kisah Urwah bin Udzainah: Saat Tawakal, Ternyata Rezeki Datang Tanpa Diduga
Kisah Urwah bin Udzainah: Saat Tawakal, Ternyata Rezeki Datang Tanpa Diduga
Aktual
Jusuf Kalla Resmikan Masjid di Yokohama, Dorong Peran Masjid bagi Diaspora Indonesia
Jusuf Kalla Resmikan Masjid di Yokohama, Dorong Peran Masjid bagi Diaspora Indonesia
Aktual
Al-Baqarah 286: Ayat Penenang Saat Merasa Ujian Hidup Terasa Berat
Al-Baqarah 286: Ayat Penenang Saat Merasa Ujian Hidup Terasa Berat
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com