Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Witir 3 Rakaat: Satu Salam atau Dua? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 12 April 2026, 16:12 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di antara rangkaian ibadah malam dalam Islam, shalat witir menempati posisi yang istimewa.

Ia bukan sekadar shalat sunnah biasa, melainkan penutup dari seluruh ibadah malam yang sarat makna spiritual.

Banyak umat Muslim yang rutin melaksanakan shalat witir, terutama setelah shalat Isya atau setelah tahajud.

Namun, tidak sedikit pula yang masih bertanya-tanya, bagaimana tata cara witir yang benar, berapa rakaat yang paling utama, dan kapan waktu terbaik untuk mengerjakannya?

Artikel ini merangkum panduan lengkap shalat witir berdasarkan hadis, pendapat ulama, serta referensi kitab-kitab fikih yang kredibel.

Baca juga: Tata Cara Sholat Witir Lengkap: Jumlah Rakaat, Dzikir, dan Doanya

Hakikat Shalat Witir: Penutup Ibadah Malam

Secara bahasa, “witir” berarti ganjil. Dalam konteks ibadah, shalat witir adalah shalat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil, yang dikerjakan sebagai penutup shalat malam.

Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan menyukai yang ganjil, maka berwitirlah kalian."

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa shalat witir memiliki kedudukan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bahkan hampir mendekati wajib menurut sebagian ulama.

Sementara itu, Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menegaskan bahwa witir adalah ibadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah, baik dalam keadaan safar maupun mukim.

Waktu Pelaksanaan Shalat Witir

Waktu shalat witir dimulai setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar (Subuh). Artinya, rentang waktunya cukup panjang, namun terdapat keutamaan pada waktu tertentu.

Dalam buku Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd dijelaskan bahwa:

  • Witir boleh dilakukan setelah Isya bagi yang khawatir tidak bangun malam
  • Lebih utama dikerjakan di sepertiga malam terakhir bagi yang mampu bangun

Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Muslim:
"Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah witir."

Dengan demikian, posisi witir sebagai “penutup” menjadi kunci utama dalam pelaksanaannya.

Jumlah Rakaat Shalat Witir

Shalat witir memiliki fleksibilitas dalam jumlah rakaat, selama tetap ganjil. Beberapa pilihan yang umum dilakukan:

  • 1 rakaat (minimal)
  • 3 rakaat (paling populer)
  • 5, 7, hingga 11 rakaat

Dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili disebutkan bahwa jumlah rakaat witir yang paling sering dilakukan Rasulullah adalah 3 rakaat, meskipun beliau juga pernah melaksanakan lebih dari itu.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya

Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Pelaksanaan witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan dua metode yang sama-sama sah menurut syariat:

1. Dua Salam (2 Rakaat + 1 Rakaat)

Cara ini mirip dengan pelaksanaan shalat sunnah biasa:

  • Shalat 2 rakaat, kemudian salam
  • Dilanjutkan 1 rakaat, lalu salam

Metode ini banyak dianjurkan karena lebih menyerupai praktik umum shalat malam.

2. Satu Salam (3 Rakaat Sekaligus)

Cara kedua adalah langsung melaksanakan 3 rakaat tanpa salam di rakaat kedua.

Dalam praktiknya:

  • Niat sejak awal untuk 3 rakaat
  • Tidak duduk tahiyat awal
  • Hanya duduk tahiyat di rakaat terakhir

Dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa karya KH Badruddin Hasyim Subky dijelaskan bahwa metode ini didasarkan pada hadis dari Aisyah RA, yang menyebut Rasulullah SAW tidak duduk kecuali pada rakaat terakhir saat witir.

Urutan Gerakan dan Bacaan

Secara umum, tata cara shalat witir tidak berbeda dari shalat lainnya:

  1. Niat dalam hati
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Al-Fatihah
  4. Membaca surah pendek
  5. Rukuk
  6. Iktidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Rakaat berikutnya
  10. Tasyahud akhir
  11. Salam

Adapun bacaan surah yang dianjurkan berdasarkan hadis riwayat At-Tirmidzi:

  • Rakaat pertama: Al-A’la
  • Rakaat kedua: Al-Kafirun
  • Rakaat ketiga: Al-Ikhlas (ditambah Al-Falaq dan An-Nas dalam beberapa riwayat)

Baca juga: Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya

Bacaan Niat Shalat Witir

Niat cukup di dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Niat Witir 1 Rakaat

Usholli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.

Niat Witir 3 Rakaat

Usholli sunnatal witri tsalatsa raka’aatin lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.

Apakah Witir Harus Setelah Tahajud?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan umat Muslim. Jawabannya: tidak harus.

Dalam buku Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa:

  • Jika yakin bangun malam, sebaiknya witir ditunda setelah tahajud
  • Jika tidak yakin, lebih baik witir sebelum tidur

Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam syariat, tanpa mengurangi nilai ibadah itu sendiri.

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Witir

Perbedaan dalam tata cara witir merupakan bagian dari kekayaan khazanah fikih Islam:

  • Mazhab Hanafi: Witir 3 rakaat dengan tahiyat awal
  • Mazhab Syafi’i & Hanbali: Tanpa tahiyat awal, hanya di akhir
  • Mazhab Maliki: Lebih fleksibel, tergantung riwayat

Perbedaan ini tidak perlu dipertentangkan, karena semuanya memiliki dasar dalil yang kuat.

Mengapa Shalat Witir Begitu Istimewa?

Shalat witir bukan sekadar penutup ibadah malam, tetapi juga simbol kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa ibadah malam, termasuk witir, adalah momen paling jernih untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena dilakukan dalam suasana sunyi dan penuh keikhlasan.

Ibadah Sederhana, Pahala Luar Biasa

Di tengah kesibukan sehari-hari, shalat witir menjadi amalan yang ringan namun penuh keutamaan. Ia bisa dilakukan hanya dengan satu rakaat, tetapi memiliki nilai spiritual yang besar.

Kunci utamanya bukan pada jumlah rakaat, melainkan konsistensi dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Karena itu, membiasakan diri menutup malam dengan witir bukan hanya mengikuti sunnah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah setiap malam, tanpa jeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Aktual
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Aktual
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Aktual
Shalat Witir 3 Rakaat: Satu Salam atau Dua? Ini Penjelasannya
Shalat Witir 3 Rakaat: Satu Salam atau Dua? Ini Penjelasannya
Aktual
Jangan Salah! Ini Larangan Pakaian Ihram Haji 2026 untuk Jemaah
Jangan Salah! Ini Larangan Pakaian Ihram Haji 2026 untuk Jemaah
Aktual
5 Fungsi Kiswah Penutup Kabah, Menjaga Kesucian hingga Simbol Persatuan Umat Muslim
5 Fungsi Kiswah Penutup Kabah, Menjaga Kesucian hingga Simbol Persatuan Umat Muslim
Aktual
Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online
Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online
Aktual
Doa Lunas Utang Agar Terhindar dari Gagal Bayar, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Lunas Utang Agar Terhindar dari Gagal Bayar, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Rahasia Layang-layang Gurun: Cara Manusia Purba Menjebak Ribuan Hewan di Gurun Saudi
Rahasia Layang-layang Gurun: Cara Manusia Purba Menjebak Ribuan Hewan di Gurun Saudi
Aktual
Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah
Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah
Aktual
Masjid Yokohama Jepang Resmi Berdiri, Jusuf Kalla: Simbol Persatuan dan Gotong Royong Umat Dunia
Masjid Yokohama Jepang Resmi Berdiri, Jusuf Kalla: Simbol Persatuan dan Gotong Royong Umat Dunia
Aktual
Misteri “Desert Kites” di Arab Saudi Ungkap Kecerdasan Manusia Purba
Misteri “Desert Kites” di Arab Saudi Ungkap Kecerdasan Manusia Purba
Aktual
Indonesia–Qatar Perkuat Kerja Sama Riset dan Beasiswa, Peluang Studi ke Luar Negeri Makin Terbuka
Indonesia–Qatar Perkuat Kerja Sama Riset dan Beasiswa, Peluang Studi ke Luar Negeri Makin Terbuka
Aktual
Mengapa Madinah Disebut Tanah Haram? Ini Penjelasan Lengkap dengan Sejarahnya
Mengapa Madinah Disebut Tanah Haram? Ini Penjelasan Lengkap dengan Sejarahnya
Aktual
12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah, dari Ka’bah hingga Padang Arafah
12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah, dari Ka’bah hingga Padang Arafah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com