Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan haji 2026 dengan membagikan Kartu Nusuk sejak di Indonesia.
Kebijakan ini membuat jemaah sudah memegang identitas resmi sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kartu Nusuk menjadi dokumen penting yang wajib dimiliki selama berada di Arab Saudi.
Baca juga: 208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tas khusus untuk menyimpan dokumen penting guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan jemaah.
Untuk pertama kalinya, Kartu Nusuk atau smart card resmi diberikan kepada jemaah sebelum keberangkatan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan haji yang lebih terintegrasi sejak dari dalam negeri.
Baca juga: Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas tunggal bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
"Kalau tidak punya Kartu Nusuk, tidak bisa masuk Arafah maupun Masjidil Haram. Ini mempercepat proses dan membuat jemaah lebih yakin karena identitasnya sudah dipegang sejak dari Indonesia," ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menjelaskan bahwa pembagian Kartu Nusuk direncanakan dilakukan saat jemaah tiba di embarkasi.
Pembagian Nusuk haji ini nanti bisa masuk dalam one stop service (OSS) di embarkasi.
Sistem OSS diterapkan untuk memastikan seluruh proses layanan dilakukan dalam satu waktu, sehingga jemaah memiliki waktu istirahat yang lebih optimal sebelum keberangkatan.
Dalam skema OSS, seluruh kebutuhan jemaah langsung diserahkan saat di embarkasi.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, gelang identitas, paspor, hingga uang saku diberikan secara bersamaan.
"Sehingga jemaah haji berangkat ke Tanah Suci sudah membawa Kartu Nusuk," ujar Sauman.
Kebijakan pembagian Kartu Nusuk di tanah air ini menjadi bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah calon haji agar lebih siap sejak awal perjalanan.
Meski memberikan kemudahan, pembagian Kartu Nusuk sejak awal juga menimbulkan potensi risiko, seperti kartu tertinggal atau terselip, terutama bagi jemaah lansia.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari sosialisasi intensif hingga penguatan komitmen petugas dalam mendampingi jemaah.
Selain itu, pemerintah menambahkan fasilitas berupa tas khusus untuk menyimpan dokumen penting.
Jika sebelumnya setiap jemaah hanya mendapatkan satu koper besar, satu koper kecil, dan satu tas selempang, tahun ini jemaah memperoleh tambahan satu tas selempang khusus.
Tas tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan Armuzna, yakni rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tas ini digunakan untuk menyimpan dokumen penting seperti paspor dan Kartu Nusuk.
"Nah, di situlah tempat dokumen-dokumen penting dibawa oleh jemaah saat Armuzna," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Ibadah Haji 2026 Boyolali: Antisipasi Jemaah Lansia, Tas Khusus Disiapkan Simpan Kartu Nusuk".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang