Editor
KOMPAS.com - Menjelang musim haji 2026, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777 sebanyak 6 unit dan Airbus A330 sebanyak 9 unit untuk mengangkut 102.000 jemaah haji Indonesia, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan.
Garuda Indonesia juga memberikan perhatian khusus untuk jemaah prioritas, orang lanjut usia dan penyandang disabilitas, dengan menyediakan sebanyak 300 kursi roda untuk membantu jemaah seluruh embarkasi.
Kesiapan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Glenny Kairupan saat memeriksa pesasat Boeing 777 di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (15/4/2026).
"Ada 15 pesawat kita siapkan dengan 10 embarkasi. Dan, tahun ini adalah suatu kebahagiaan bagi kita semua khususnya GI bahwa jemaah haji pada tahun ini 2026 seluruhnya dilaksanakan oleh PT Garuda Indonesia," ujar Glenny dilansir dari video Antaranews, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April
Glenny juga menyebutkan bahwa jemaah haji prioritas seperti lansia dan penyandang disabilitas akan diarahkan untuk mendapatkan kelas bisnis selama perjalanan.
Sebanyak 10 embarkasi melayani jemaah haji dengan keberangkatan dan kepulangan menggunakan Garuda Indonesia, yaitu Embarkasi Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Embarkasi Lombok.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf memastikan persiapan layanan haji 2026 hampir rampung dan kini memasuki tahap pengecekan akhir jelang operasional.
Pemerintah telah menyiapkan akomodasi berupa ratusan hotel dan dapur di Makkah dan Madinah, serta layanan kesehatan yang disupervisi oleh Saudi German Hospital. Selain itu, kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia dan akan dibagikan kepada jamaah di embarkasi.
Baca juga: Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 dan pemulangan mulai 1 Juni 2026, dengan total 16 embarkasi termasuk tambahan di Cipondoh dan Yogyakarta.
Pemerintah juga menekankan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama di tengah situasi Timur Tengah. Selama tidak ada perubahan dari Arab Saudi, jamaah Indonesia dipastikan siap berangkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang