KOMPAS.com – Dalam setiap langkah kehidupan seorang Muslim, ada satu kalimat sederhana yang kerap diucapkan, namun menyimpan makna yang sangat dalam: Bismillahirrahmanirrahim.
Bukan sekadar pembuka ucapan, basmalah merupakan fondasi spiritual yang menautkan setiap aktivitas manusia dengan Allah SWT.
Dari hal kecil hingga urusan besar, Islam mengajarkan agar semua diawali dengan menyebut nama-Nya, sebagai bentuk kesadaran, ketundukan, sekaligus harapan akan keberkahan.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Manasik Haji dan Sederet Hikmahnya
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْأَنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَ فِيْ ذِكْرِهِ طُمَأْنِيْنَةً لِلْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pada kesempatan khutbah kali ini, marilah kita merenungkan satu amalan sederhana yang sering kita ucapkan, tetapi kerap kita abaikan maknanya, yaitu basmalah, ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
Kalimat ini bukan sekadar pembuka, tetapi merupakan kunci keberkahan dalam setiap aktivitas seorang Muslim.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Islam mengajarkan kepada kita agar memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah. Hal ini bukan tanpa alasan. Basmalah adalah bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Dalam penjelasan para ulama, Allah SWT telah mendidik Nabi Muhammad SAW agar selalu mendahulukan penyebutan nama-Nya dalam setiap urusan. Ini menunjukkan bahwa basmalah adalah adab ilahi yang harus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang mengucapkan bismillah, sesungguhnya ia sedang menata niatnya. Ia menyandarkan pekerjaannya kepada Allah, berharap agar aktivitas tersebut bernilai ibadah dan membawa manfaat.
Allah Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS. Ali-Imran: 102).
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Basmalah juga mengandung makna yang sangat dalam.
Pertama, sebagai tanda memulai sesuatu dengan niat yang benar. Ketika kita mengucapkannya, kita seakan berkata dalam hati: “Ya Allah, aku memulai ini karena-Mu.”
Kedua, sebagai bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah. Kita menyadari bahwa keberhasilan bukan semata-mata karena usaha kita, tetapi karena pertolongan Allah SWT.
Dengan demikian, basmalah mengajarkan kita untuk tidak sombong dan tidak merasa paling mampu.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللّٰهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
Artinya: “Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka ia terputus (kurang sempurna).”
Hadis ini mengingatkan kita bahwa basmalah adalah kunci kesempurnaan amal. Tanpa basmalah, suatu pekerjaan bisa jadi tetap berjalan, tetapi kehilangan nilai keberkahan.
Para ulama menjelaskan bahwa amal tanpa basmalah ibarat sesuatu yang cacat, terlihat baik secara lahir, tetapi tidak sempurna di sisi Allah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Dalam kehidupan sehari-hari, basmalah seharusnya menjadi bagian dari rutinitas kita.
Saat hendak makan, kita membaca bismillah.
Saat memulai pekerjaan, kita membaca bismillah.
Bahkan saat melakukan hal kecil sekalipun, kita dianjurkan untuk memulainya dengan menyebut nama Allah.
Dengan kebiasaan ini, hidup kita akan selalu terhubung dengan Allah. Hati menjadi lebih tenang, langkah menjadi lebih terarah, dan pekerjaan kita insyaAllah diberkahi.
Dalam ajaran Islam, basmalah ditempatkan sebagai adab penting yang membimbing setiap Muslim dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat diajarkan untuk tidak memulai suatu pekerjaan tanpa terlebih dahulu menyebut nama Allah.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam At-Tabari dalam Tafsir Jāmi‘ al-Bayān, Allah SWT mendidik Nabi-Nya dengan membiasakan penyebutan nama-Nya di awal setiap perbuatan. Dari sinilah kemudian lahir tuntunan bagi umat Islam agar menjadikan basmalah sebagai pembuka dalam berbagai urusan kehidupan.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Mari kita biasakan diri untuk tidak melupakan basmalah dalam setiap aktivitas. Karena dari kalimat yang sederhana inilah, pintu keberkahan akan terbuka.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi, Jangan Sampai Terlewat!
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Sebagai penutup, marilah kita mengambil pelajaran bahwa basmalah bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus hadir dalam hati.
Dengan basmalah, kita belajar untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan. Kita menjadi lebih sadar, lebih berhati-hati, dan lebih ikhlas dalam beramal.
Semoga dengan membiasakan diri membaca Bismillahirrahmanirrahim, setiap langkah kita diberkahi dan setiap amal kita diterima oleh Allah SWT.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَالِنَا، وَاجْعَلْهَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang