Editor
KOMPAS.com-Pemerintah resmi memulai operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dengan memberangkatkan kloter pertama jemaah haji Indonesia.
Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG-01 mulai memasuki Asrama Haji Jakarta pada Selasa (21/4/2026) malam.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf secara langsung melepas keberangkatan perdana tersebut.
Baca juga: Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Prosesi pelepasan berlangsung di Asrama Haji Kelas I Jakarta sebagai bagian dari tahapan awal sebelum jemaah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Para jemaah menjalani prosedur awal di asrama haji sebelum diberangkatkan secara bertahap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.
Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, khususnya kepemilikan visa haji resmi.
“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.
Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Pemerintah juga menyiapkan skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan kursi kosong akibat pembatalan.
“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” jelasnya.
Menhaj menyampaikan bahwa koordinasi antarinstansi telah dilakukan secara intensif untuk memastikan kelancaran pemberangkatan.
Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala selama proses keberangkatan.
Di sisi lain, petugas PPIH di Madinah telah disiagakan untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama.
Pemantauan juga akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.
Baca juga: Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Menhaj mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.
“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Direktur Bina Petugas Haji Chandra Sulistio Reksoprodjo, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang