Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah

Kompas.com, 22 April 2026, 20:31 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) resmi melayani keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026.

Kloter pertama jamaah haji 2026 telah terbang menuju Madinah pada 21 April 2026 malam.

Total ada sebanyak 26 kelompok terbang (kloter) dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang akan diberangkatkan melalui bandara ini.

Operasional perdana Bandara Internasional Yogyakarta sebagai embarkasi haji ini menjadi tonggak penting bagi YIA dalam melayani jamaah haji Indonesia.

Baca juga: Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang

Kloter Perdana Haji yang Berangkat dari YIA

Dilansir dari Antara, General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Muhammad Thamrin mengatakan kloter pertama jamaah calon haji DIY dan Jawa Tengah tahun 2026/1447 H telah diberangkatkan melalui YIA.

"Kloter pertama jamaah calon haji DIY dan Jateng tahun 2026/1447 H telah diberangkatkan pada 21 April 2026 melalui YIA pada pukul 23.40 WIB," kata Muhammad Thamrin di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun

Jamaah calon haji berangkat dari Yogyakarta menuju Medinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6501 jenis Airbus A330-300.

"Perjalanan jamaah calon haji ini menjadi yang pertama di Bandara Internasional Yogyakarta," katanya.

360 Calon Haji Kulon Progo Jadi Kloter Pertama

Sebanyak 360 calon haji Kloter 1 asal Kabupaten Kulon Progo tiba di YIA dan disambut CEO Regional IV PT Angkasa Pura Indonesia Rahadian D Yogisworo, didampingi General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Muhammad Thamrin.

"Kami bersyukur jamaah calon haji Kloter 1 yang berasal dari Kabupaten Kulon Progo telah berangkat menuju tanah suci dengan lancar," katanya.

Keberangkatan ini menandai dimulainya layanan embarkasi haji di YIA untuk musim haji 2026.

YIA Layani 26 Kloter hingga 20 Mei 2026

Pada operasional penerbangan haji tahun ini, YIA akan melayani keberangkatan sebanyak 26 kloter menuju Jeddah dan Madinah.

Jamaah haji dijadwalkan berangkat mulai 21 April 2026 hingga 20 Mei 2026.

"Sebanyak 26 kloter tersebut berasal dari beberapa wilayah yaitu Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta (DIY), kemudian dari Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo serta Kabupaten Purworejo," katanya.

Pesawat Garuda Indonesia A330-300 yang membawa Calon Jemaah Haji di Bandar Udara Yogyakarta International Airport menuju Arab Saudi.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Pesawat Garuda Indonesia A330-300 yang membawa Calon Jemaah Haji di Bandar Udara Yogyakarta International Airport menuju Arab Saudi.

Koordinasi Lintas Instansi Sudah Disiapkan

Ia mengatakan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Yogyakarta telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan instansi serta pemangku kepentingan terkait.

Pihak yang dilibatkan antara lain Otoritas Bandara Wilayah III, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, Perum LPPNPI, Kantor Imigrasi, Kantor Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, dan pihak lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh operasional penerbangan haji perdana di YIA berjalan dengan baik.

YIA Targetkan Layanan Haji Aman dan Nyaman

"Kami berharap seluruh kegiatan operasional penerbangan haji perdana di YIA ini dapat berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur," katanya.

Ia berharap keberadaan embarkasi haji ini menjadi langkah penting bagi DIY, khususnya YIA, secara berkelanjutan.

"Kami berkomitmen melayani sepenuh hati menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan sehat bagi perjalanan jemaah haji serta mendukung rangkaian perjalanan haji di YIA,” terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Aktual
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Aktual
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Aktual
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Aktual
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Aktual
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aktual
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Aktual
 Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Aktual
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram,  Jemaah Haji Wajib Tahu
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com