Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang

Kompas.com, 23 April 2026, 18:07 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Keberangkatan 10 jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Solo pada musim haji 2026 sempat tertunda berangkat ke Tanah Suci.

Mereka tidak dapat ikut terbang dari Bandara Adi Soemarmo karena kondisi kesehatan yang menurun.

Sebagian jemaah masih menjalani penanganan medis, sementara lainnya sudah pulih dan kembali ke Asrama Haji Donohudan.

Operasional pemberangkatan haji dari Embarkasi Solo sendiri tetap berjalan sesuai jadwal dengan kedatangan dan keberangkatan sejumlah kloter.

Baca juga: Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas

Lima Jemaah Haji Sudah Kembali ke Asrama

Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabila Azka Amaalia, mengatakan sebagian jemaah yang tertunda berangkat masih dalam penanganan medis.

“Dua jemaah diobservasi di Klinik Embarkasi, tiga dirawat di RSUP Surakarta,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah

Di sisi lain, lima jemaah calon haji yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit kini telah kembali ke kamar masing-masing di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

“Untuk lima jemaah yang sudah kembali ini nantinya akan diikutkan dalam penerbangan berikutnya,” tambahnya.

Adapun jemaah yang masih menjalani perawatan berasal dari beberapa kelompok terbang (kloter), yakni tiga orang dari Kloter 3, serta masing-masing satu orang dari Kloter 5 dan Kloter 6.

Dua Jemaah Kloter 1 Asal Tegal Batal Berangkat

Dua jemaah calon haji asal Kabupaten Tegal dipastikan tidak jadi berangkat pada Kloter 1 Embarkasi Solo. Hingga kini, alasan pasti batal berangkatnya dua jemaah tersebut belum diketahui.

Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengatakan pembatalan itu menyebabkan adanya kursi kosong atau open seat.

“Dari daerah (Kabupaten Tegal) memang sudah open seat 2,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua kursi kosong itu muncul karena dua jemaah awal menyatakan tidak bisa berangkat. Kekosongan tersebut kemudian diisi dua jemaah asal Kota Solo.

Menurut David, dua jemaah pengganti berasal dari kuota cadangan yang semula dijadwalkan berangkat pada kloter terakhir.

“Jadi memang kita ambilkan dari daerah terdekat dengan embarkasi, dan kita tawarkan kesediaan berangkat di kloter awal ini,” jelasnya.

Kloter 1 Embarkasi Solo Sudah Berangkat ke Tanah Suci

Sebelumnya, Kloter 1 Embarkasi Solo dari Kabupaten Tegal masuk ke Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan pada Selasa (21/4/2026) pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, jemaah diberangkatkan menuju bandara sekitar pukul 22.15 WIB, tiba di layanan Makkah Route pukul 23.05 WIB, dan dijadwalkan lepas landas pada Rabu (22/4/2026) dini hari pukul 01.05 WIB.

Salah satu jemaah Kloter 1, Nurdian, mengapresiasi pelayanan di Asrama Haji Donohudan.

“Pas datang itu pas subuh, jadi terlalu mepet dengan waktu salat. Harusnya sedikit lebih awal agar bisa salat. Tapi untuk keseluruhan sudah oke,” ujarnya.

Nurdian mengaku merasakan perasaan campur aduk menjelang keberangkatan.

“Agak deg-degan, tapi bahagia. Alhamdulillah, kesehatan dan perbekalan sudah siap. Kami juga rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan,” imbuhnya.

Jemaah Haji Sudah Mulai Berangkat dari Embarkasi Solo

Secara keseluruhan, Embarkasi Solo tahun ini memberangkatkan 28.772 jemaah yang terbagi dalam 81 kelompok terbang (kloter), didampingi 321 petugas haji.

Sementara itu, sebanyak 5.368 jemaah asal Karesidenan Kedu akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta dengan didampingi 60 petugas haji.

PPIH Embarkasi Solo juga mencatat hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak enam kloter dengan total 2.159 calon jemaah telah masuk ke embarkasi.

Pada Kamis (23/4/2026), dijadwalkan kedatangan tiga kloter tambahan, yakni Kloter 7 pukul 06.00 WIB dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga, Kloter 8 pukul 09.00 WIB dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal, serta Kloter 9 pukul 16.00 WIB dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal.

Untuk pemberangkatan, hingga saat ini sudah empat kloter dengan jumlah 1.074 calon jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Adapun jadwal penerbangan hari ini meliputi Kloter 4 pukul 01.00 WIB dari Kabupaten Tegal, Kloter 5 pukul 09.10 WIB dari Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, serta Kloter 6 pukul 19.05 WIB dari Kabupaten Brebes.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "10 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Tertinggal, Sakit Jelang Penerbangan", "5 dari 10 JCH Embarkasi Solo yang Sakit Sudah Membaik, Bakal Diikutkan Penerbangan Berikutnya", dan "2 JCH Solo Pengganti JCH Tegal yang Batal Berangkat Ternyata dari Kuota Cadangan Kloter Terakhir". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Aktual
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Aktual
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Aktual
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Aktual
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Aktual
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Aktual
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Aktual
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Aktual
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
Aktual
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
Aktual
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com