KEBUMEN, KOMPAS.com — Sebuah langkah menarik dalam mengintegrasikan layanan kesehatan dan kebutuhan spiritual ditunjukkan dalam peresmian Masjid An-Nuur di rooftop Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring (RSMTP), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Ini menjadi salah satu masjid unik karena berada di atas rumah sakit.
Masjid yang berdiri di area atap rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas ibadah biasa.
Kehadirannya menjadi simbol pendekatan holistik dalam dunia medis menggabungkan pengobatan fisik dengan penguatan mental dan spiritual, baik bagi pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan.
Baca juga: 5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Lilis menegaskan bahwa proses penyembuhan tidak hanya bergantung pada tindakan medis semata.
Menurut dia, ketenangan batin memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan pasien.
“Di tengah ikhtiar medis, Masjid An-Nuur hadir sebagai tempat doa dipanjatkan, harapan dikuatkan, dan hati ditenangkan. Ini menjadi bagian penting dari upaya penyembuhan secara menyeluruh,” ujar Lilis dalam keterangan resminya.
Masjid An-Nuur sendiri merupakan wakaf dari Ir. Mohammad Yahya Fuad yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong.
Nama “An-Nuur” dipilih bukan tanpa alasan, Yahya Fuad menyebut nama tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada dua sosok perempuan yang memiliki peran besar dalam hidupnya, yakni sang ibu, Siti Nururrohmah, dan istrinya, Lilis Nuryani.
Secara harfiah, “Nur” berarti cahaya.
Filosofi ini diharapkan dapat menjadi simbol penerang, khususnya di lingkungan rumah sakit yang identik dengan perjuangan dan harapan akan kesembuhan.
Selain peresmian masjid, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan sinergi di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan sosial keagamaan.
Direktur RSMTP, dr. Khaira Utia, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid ini telah lama dinantikan.
Tidak hanya sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga untuk mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit yang mensyaratkan adanya sarana spiritual bagi pasien dan pengunjung.
“Masjid ini memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien yang membutuhkan tempat ibadah yang layak. Selain itu, juga menjadi nilai tambah dalam aspek pelayanan rumah sakit,” kata Khaira.
RSMTP sendiri memiliki perjalanan panjang dalam dunia layanan kesehatan.
Rumah sakit ini bermula dari sebuah tempat persalinan sederhana pada tahun 1962, sebelum akhirnya berkembang menjadi rumah sakit umum pada 2012.
“Transformasi tersebut menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menyediakan layanan kesehatan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” kata Khaira.
Ketua PCM Kebayoran Baru, Ahmad Said Matondang, turut mengapresiasi kontribusi PCM Gombong dalam pembangunan masjid tersebut.
Ia bahkan mendorong agar kawasan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial yang inklusif.
Salah satu gagasan yang muncul adalah pengembangan unit usaha di sekitar masjid, seperti kafe yang dapat menarik minat generasi muda maupun keluarga pasien.
Dengan begitu, masjid tidak hanya ramai saat waktu shalat, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas positif.
Menanggapi usulan tersebut, Yahya Fuad menyatakan dukungannya dengan memberikan stimulus berupa modal awal sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan unit usaha di pelataran masjid.
“Meski masjid ini sebenarnya sudah digunakan selama dua tahun untuk shalat lima waktu maupun shalat Id, peresmian hari ini menjadi simbol komitmen kita bersama untuk terus memakmurkan rumah Allah,” ujar Yahya.
Peresmian Masjid An-Nuur ini menjadi contoh konkret bagaimana fasilitas kesehatan dapat menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi.
Baca juga: 3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
Tidak hanya fokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan.
Ke depan, konsep integrasi seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia, bahwa kesehatan sejati tidak hanya soal tubuh yang pulih, tetapi juga jiwa yang tenang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang