KOMPAS.com – Suasana menjelang Hari Raya Kurban mulai terasa. Bagi umat Islam, Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga momentum spiritual yang sarat makna pengorbanan dan ketundukan kepada Allah.
Tahun ini, pertanyaan yang paling banyak dicari adalah: kapan tepatnya Idul Adha 2026 tiba? Jika dihitung dari hari ini, Senin, 27 April 2026, momen tersebut sudah semakin dekat dan perencanaan sejak dini menjadi kunci untuk memaksimalkan ibadah sekaligus waktu libur.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI serta Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada:
Jika dihitung dari 27 April 2026, maka:
Meski demikian, penetapan final tetap menunggu sidang isbat yang digelar pemerintah, yang mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari, dijelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan bulan), sehingga kepastian tanggal selalu diumumkan mendekati hari H.
Baca juga: Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Long Weekend
Pemerintah telah menetapkan jadwal resmi libur sebagai berikut:
Dengan konfigurasi ini, masyarakat berpeluang menikmati libur dua hari berturut-turut. Jika dikombinasikan dengan akhir pekan, waktu istirahat bisa menjadi lebih panjang.
Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk:
Tidak hanya hari raya, ada beberapa momen penting yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah:
Sehari sebelum Idul Adha, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Arafah.
Dalam hadis riwayat Nabi Muhammad, disebutkan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Hari utama pelaksanaan:
Ritual ini meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi simbol ketaatan total kepada Allah.
Tiga hari setelah Idul Adha dikenal sebagai hari tasyrik.
Ciri khasnya:
Dalam kitab Fiqh al-'Ibadat karya Syaikh Yusuf al-Qaradawi dijelaskan bahwa hari tasyrik merupakan fase penyempurna ibadah kurban sekaligus momentum memperkuat syiar Islam.
Baca juga: Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!
Idul Adha sering dipahami sebatas ritual penyembelihan hewan. Padahal, esensinya jauh lebih dalam.
Menurut Prof. M. Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an, kurban adalah simbol “mengorbankan ego dan kepentingan pribadi” demi nilai ketakwaan.
Artinya, yang diuji bukan hanya kemampuan materi, tetapi juga keikhlasan.
Agar ibadah sah dan berkualitas, pemilihan hewan kurban perlu diperhatikan dengan cermat. Mengacu pada panduan BAZNAS, berikut prinsip dasarnya:
Kambing, domba, sapi, atau kerbau. Hewan liar tidak sah untuk kurban.
Kambing/domba: minimal 1 tahun
Sapi/kerbau: minimal 2 tahun
Hewan harus sehat, tidak pincang, tidak buta, dan tidak kurus ekstrem.
Ciri hewan sehat:
Hewan yang gemuk menunjukkan kualitas daging yang lebih baik.
Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Dengan waktu yang tersisa sekitar satu bulan, Idul Adha 2026 menjadi momentum yang layak dipersiapkan sejak sekarang.
Mulai dari merencanakan kurban, mencatat jadwal ibadah, hingga mengatur waktu libur bersama keluarga.
Pada akhirnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah pengingat bahwa dalam hidup, selalu ada hal yang perlu “dikorbankan” demi mencapai ketakwaan yang lebih tinggi.
Dan mungkin, di situlah makna terdalamnya, bukan pada apa yang kita sembelih, tetapi pada apa yang kita lepaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang