Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Sa’i Lengkap: Doa dari Safa ke Marwah 7 Putaran

Kompas.com, 27 April 2026, 10:06 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Ia adalah simbol perjuangan, keteguhan iman, dan pengharapan seorang hamba kepada Allah, mengikuti jejak Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail.

Oleh karena itu, memahami tata cara sekaligus bacaan doa di setiap titik perjalanan menjadi penting agar ibadah ini tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga hidup secara spiritual.

Artikel ini merangkum panduan sa’i secara komprehensif, mulai dari pengertian, dasar hukum, hingga urutan doa di setiap lokasi dengan pendekatan sistematis dan merujuk pada literatur klasik maupun kontemporer.

Pengertian dan Kedudukan Sa’i dalam Haji

Secara etimologis, sa’i berarti usaha atau ikhtiar. Dalam terminologi fikih, sa’i adalah berjalan tujuh kali antara Safa dan Marwah, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah, dengan ketentuan tertentu.

Dalam perspektif mazhab:

  • Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali: sa’i adalah rukun haji (tidak sah tanpa sa’i).
  • Mazhab Hanafi: sa’i termasuk wajib haji (jika ditinggalkan, wajib membayar dam).

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 158, yang menyebut Safa dan Marwah sebagai bagian dari syiar Allah.

Dalam Fikih Manasik Haji dan Umrah karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa sa’i merupakan bentuk ibadah yang menggabungkan aspek fisik dan spiritual, di mana setiap langkah mencerminkan kepasrahan dan pengharapan kepada Allah.

Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah

Syarat dan Waktu Pelaksanaan Sa’i

Sa’i dilakukan setelah thawaf ifadah (untuk haji) atau thawaf umrah. Beberapa syarat penting:

  • Dilakukan setelah thawaf yang sah
  • Dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah
  • Dilaksanakan sebanyak tujuh kali perjalanan
  • Dikerjakan secara berurutan (muwalat) tanpa jeda panjang

Menurut buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, konsistensi urutan dan jumlah putaran menjadi penentu sah atau tidaknya sa’i.

Tata Cara Sa’i: Langkah demi Langkah

1. Memulai dari Bukit Safa

Setibanya di Safa, jemaah disunnahkan membaca ayat:

إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā'irillāh, fa man ḥajjal-baita awi'tamara fa lā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa'a khairan fa innallāha syākirun 'alīm

Artinya: Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Kemudian membaca niat dan doa pembuka, sebagai bentuk kesadaran bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibadah, bukan sekadar aktivitas fisik.

2. Berdiri Menghadap Ka’bah

Dari Safa, jemaah menghadap Ka'bah sambil bertakbir, bertahmid, dan membaca doa tauhid.
Momen ini sering disebut sebagai “titik refleksi awal” di mana jemaah meneguhkan niat dan harapan sebelum memulai perjalanan.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لأَشَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا تَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُونَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Allāhu akbaru 'alā mā hadānā, alḥamdu lillāhi 'alā mā aulānā. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah. Lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Anjaza wa'dah, wa naṣara 'abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāh, mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn. Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam."

3. Dilakukan dengan Menyempurnakan Tujuh Kali Perjalanan

Perjalanan dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dihitung sebagai satu kali putaran, begitu pula sebaliknya dari Marwah ke Safa juga terhitung satu putaran.

Pelaksanaan sa’i harus dilakukan secara berkesinambungan tanpa jeda (muwalat), kecuali jika terdapat alasan yang dibenarkan.

4. Membaca Al-Qur'an dan Berdoa

Dalam perjalanan antara Safa dan Marwah jemaah dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah SWT atau membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Baca juga: Niat Ihram dan Doa Haji: Arab, Latin, Arti, dan Kemudahan bagi Jemaah

Urutan Bacaan Doa di Setiap Lokasi Sa’i

1. Doa Saat di Bukit Safa

Doa ini berisi pengakuan keesaan Allah, pujian, serta pengingat akan janji-Nya. Disunnahkan dibaca tiga kali sambil mengangkat tangan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm wa rasūluh, innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā'irillāh, faman ḥajjal-baita awi'tamara falā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa'a khairan fa'innallāha syākirun 'alīm. Abda'u bimā bada'allāhu bihī wa rasūluh.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sa'i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai."

2. Doa Perjalanan Safa ke Marwah (Putaran Pertama)

Sepanjang perjalanan, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ اللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ الْكَرِيمِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً. وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيلاً. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لأَشَيْءَ قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيُّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ وَلَا يَقُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Allāhu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wa subḥānallāhil-'aẓīmi wa biḥamdihil-karīmi bukratan wa aṣīlā. Wa minal-laili fasjud lahū wa sabbiḥ-hu lailan ṭawīlā. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa'dah, wa naṣara 'abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Lā syai'a qablahū wa lā ba'dah. Yuḥyī wa yumītu wa huwa ḥayyun dā'imun lā yamūtu wa lā yafūtu abadan, biyadihil-khairu wa ilaihil-maṣīr, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujian yang banyak. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian-Nya, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya, tidak ada apapun sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dia Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah untuk selama-lamanya. Hanya di tangan-Nyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dalam Al-Adzkar karya Imam Nawawi, disebutkan bahwa tidak ada doa baku yang wajib, namun dianjurkan membaca doa yang mencakup pujian dan permohonan.

3. Doa di Antara Dua Lampu Hijau

Bagi laki-laki, disunnahkan berlari kecil di area ini. Doa yang dibaca:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ أُخِرَةِ حَسَنَةً الأكْرَمُ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbi-ghfir warḥam wa'fu wa takarram wa tajāwaz 'ammā ta'lamu, innaka ta'lamu mā lā na'lam. Allāhumma-ghfir warḥam, innaka antal-a'azzul-akram. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā 'adzāban-nār.

Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), Sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka."

Maknanya memohon ampunan, kasih sayang, dan perlindungan dari azab neraka.

4. Setelah Melewati Lampu Hijau

Doa berlanjut dengan permohonan keselamatan dan harapan berkumpul bersama orang-orang saleh di akhirat.

رَبَّنَا نَجِنَا مِنَ النَّارِ سَالِمِينَ غَانِمِينَ فَرِحِينَ مُسْتَبْشِرِيْنَ مَعَ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ، مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَقًّا حَقًّا، لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعَبدًا وَرِقًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Rabbanā najjinā minan-nāri sālimīna ghānimīna fariḥīna mustabsyirīn, ma'a 'ibādikas-ṣāliḥīn, ma'al-ladzīna an'amallāhu 'alaihim minan-nabiyyīna waṣ-ṣiddīqīna wasy-syuhadā'i waṣ-ṣāliḥīn, wa ḥasuna ulā'ika rafīqā. Dzālikal-faḍlu minallāhi wa kafā billāhi 'alīmā. Lā ilāha illallāhu ḥaqqan ḥaqqā, lā ilāha illallāhu ta'abbudan wa riqqā, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāh, mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn.

Artinya: "Ya Allah, bebaskan kami dari siksa neraka dalam keadaan selamat bahagia sejahtera bersama hamba-hamba-Mu yang shalih yang Engkau anugerahi nikmat dari golongan para Nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang orang shaleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Itulah limpahan kurnia dari Allah, dan cukuplah Allâh Yang Amat Mengetahui (akan balasan pahalanya). Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allâh, kepada Allâh kami memperhambakan diri kami dengan penuh keikhlasan dan kejujuran walaupun orang-orang kafir membenci."

5. Doa Mendekati Bukit Marwah

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā'irillāh, faman ḥajjal-baita awi'tamara falā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa'a khairan fa'innallāha syākirun 'alīm.

Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."

6. Doa Sa'i Perjalanan Kedua

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الوَاحِدُ الفَرْدُ الصَّمَدُ. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذُ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا. اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ أَدْعُوْنِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا كَمَا أَمَرْتَنَا فَاغْفِرْلَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَأَمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ. رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِينَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ .

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Lā ilāha illallāhul-wāḥidul-fardus-ṣamad. Wa qulil-ḥamdu lillāhillażī lam yattażiż waladaw-wa lam yakullahū syarīkun fil-mulki wa lam yakullahū waliyyum-minaż-żulli wa kabbirhu takbīrā. Allāhumma innaka qulta fī kitābikal-munazzali: "Ud'ūnī astajib lakum". Da'aunāka rabbanā kamā amartanā faghfir-lanā kamā wa'adtanā innaka lā tukhliful-mī'ād. Rabbanā innanā sami'nā munādiyay-yunādī lil-īmāni an āminū birabbikum fa-āmannā. Rabbanā faghfir-lanā żunūbanā wa kaffir 'annā sayyi'ātinā wa tawaffanā ma'al-abrār. Rabbanā wa ātinā mā wa'adtanā 'alā rusulika wa lā tużinā yaumal-qiyāmah, innaka lā tukhliful-mī'ād. Rabbanā 'alaika tawakkalnā wa ilaika anabnā wa ilaikal-maṣīr. Rabbanā-ghfir lanā wa li-iżwāninallażīna sabaqūnā bil-īmāni wa lā taj'al fī qulūbinā ghillal-lillażīna āmanū rabbanā innaka ra'ūfur-raḥīm.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tumpuan segala maksud dan tujuan, dan katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaannya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'an: Berdo'alah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu, Sekarang kami mohon kepada-Mu wahai Tuhan kami, ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak mengingkari janji. Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang,"

Baca juga: Kumpulan Doa Haji dari Rasulullah: Agar Selamat dan Raih Haji Mabrur

7. Doa Mendekati Bukit Safa

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā'irillāh, faman ḥajjal-baita awi'tamara falā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa'a khairan fa'innallāha syākirun 'alīm.

Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Marwah adalah sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."

8. Doa Sa'i Perjalanan Ketiga

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Rabbanā atmim lanā nūranā waghfir lanā innaka 'alā kulli syai'in qadīr. Allāhumma innī as'aluka minal-khairi kullihī 'ājilihī wa ājilihī mā 'alimtu minhu wa mā lam a'lam. Wa a'ūdzu bika minasy-syarri kullihī 'ājilihī wa ājilihī mā 'alimtu minhu wa mā lam a'lam. Allāhumma innī as'aluka min khairi mā sa'alaka 'abduka wa nabiyyuk. Wa a'ūdzu bika min syarri mā 'ādza bihī 'abduka wa nabiyyuk. Allāhumma innī as'aluka-l-jannata wa mā qarraba ilaihā min qaulin au 'amal. Wa a'ūdzu bika minan-nāri wa mā qarraba ilaihā min qaulin au 'amal. Wa as'aluka an taj'ala kulla qaḍā'in qaḍaitahū lī khairā. Wa astaghfiruka liżanbī wa as'aluka raḥmataka yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan di dunia dan akhirat, baik yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dimintakan perlindungan oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu,
Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku kepadanya, baik ucapan maupun amal perbuatan dan berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan atau pun amal perbuatan, dan aku mohon kepada Engkau agar menjadikan semua ketetapan-Mu untukku ketetapan yang baik. Aku mohon ampunan atas dosaku serta aku mohon rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."

9. Doa Sa'i Perjalanan Keempat

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِي للإسْلامِ أَنْ لا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّنِي وَأَنَا مُسْلِم . اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا وَمِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ شِمَالِي نُورًا وَمِنْ بَيْنِ يَدَيَّ نُورًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي نُورًا اللهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ القَبْرِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ . يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. سُبْحَانَكَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ يَا اللَّهُ سُبْحَانَكَ مَا ذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يا الله . الرَّاشِدِينَ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Allāhumma innī as'aluka min khairi mā ta'lamu wa a'ūdzu bika min syarri mā ta'lamu wa astaghfiruka min kulli mā ta'lamu innaka anta 'allāmul-ghuyūb. Lā ilāha illallāhul-malikul-ḥaqqul-mubīn, muḥammadur-rasūlullāhi ṣādiqul-wa'dil-amīn. Allāhumma innī as'aluka kamā hadaitanī lil-islāmi an lā tanzi'ahū minnī ḥattā tatawaffanī wa ana muslim. Allāhumma-j'al fī qalbī nūran wa fī lisānī nūran wa fī sam'ī nūran, wa fī baṣarī nūran wa min fauqī nūran wa min taḥtī nūran wa 'an yamīnī nūran wa 'an syimālī nūran wa min baini yadayya nūran wa min khalfī nūran waj'al fī nafsī nūran wa a'ẓim lī nūrā. Allāhumma-syraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī. Wa a'ūdzu bika min wasāwisiṣ-ṣadri wa syatātil-amri wa fitnatil-qabr. Allāhumma innī a'ūdzu bika min syarri mā yaliju fil-laili wa min syarri mā yaliju fin-nahāri wa min syarri mā tahubbu bihir-riyāḥu wa min syarri bawā'iqid-dahri. Yā arḥamar-rāḥimīn. Subḥānaka mā 'abadnāka ḥaqqa 'ibādatika yā Allāh, subḥānaka mā żakarnāka ḥaqqa żikrika yā Allāh. Ar-rāsyidīn.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, Tuhanku, aku mohon pada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung pada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun pada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberiku petunjuk memilih Islam, aku mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sampai aku meninggal dalam keadaan Muslim. Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hatiku, lisanku, pendengaranku, dan penglihatanku, dan dari atas dan bawahku, dari kanan dan kiriku, di antara kedua tanganku, di belakangku, di dalam diriku, dan terang benderangkan cahaya besar untukku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkan segala urusanku. Dan aku berlindung pada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembahMu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mengingat-Mu dengan semestinya."

10. Doa Sa'i Perjalanan Kelima

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ، سُبْحَانَكَ مَا شَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَا اللَّهُ سُبْحَانَكَ مَا أَعْلَى شَأْنَكَ يَا اللَّهُ . اللَّهُمَّ حَبِبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيَّنُهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِهُ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Subḥānaka mā syakarnāka ḥaqqa syukrika yā Allāh, subḥānaka mā a'lā sya'naka yā Allāh. Allāhumma ḥabbib ilainal-īmāna wa zayyinhu fī qulūbinā wa karrih ilainal-kufra wal-fusūqa wal-'iṣyāna waj'alnā minar-rāsyidīn.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

11. Doa Sa'i Perjalanan Keenam

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى وَالْعَمَلَ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَي اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا تَقُوْلُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ والنَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ . اللَّهُمَّ بِنُوْرِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِي كَنَفِكَ وَانْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا . اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَا قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَا بَعْدَكَ شَيْءٌ وَالظَّاهِرُ فَلَا شَيْءٍ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلَا دُونَكَ شَيْءٌ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. وَنَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd. Lā ilāha illallāhu waḥdah, ṣadaqa wa'dah, wa naṣara 'abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Lā ilāha illallāhu mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn. Allāhumma innī as'alukal-hudā wat-tuqā wal-'afāfa wal-ghinā wal-'amala limā tuḥibbu wa tarḍā. Allāhumma lakal-ḥamdu kallażī taqūlu wa khairam-mimmā taqūl. Allāhumma innī as'aluka riḍāka wal-jannata wa a'ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār, wa mā yuqarribunī ilaihā min qaulin au fi'lin au 'amal. Allāhumma binūrika-htadainā, wa bifaḍlika-staghnainā, wa fī kanafika wa in'āmika wa 'aṭā'ika wa iḥsānika aṣbaḥnā wa amsainā. Allāhumma antal-awwalu falā qablaka syai', wa antal-ākhiru falā ba'daka syai', waẓ-ẓāhiru falā syai'a fauqaka, wal-bāṭinu falā dūnaka syai'. Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-'ajzi wal-kasali wal-jubni wal-harami wal-bukhli wa 'adzābil-qabr, wa a'ūdzu bika min fitnatil-maḥyā wal-mamāt. Wa nas'alukal-fauza bil-jannati wan-najāta minan-nār.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya semata, sekalipun orang-orang kafir membenci. Ya Allah, aku memohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, kemandirian, dan pekerjaan yang engkau ridai. Ya Allah, pada-Mu segala puji seperti pujian-Mu pada diri-Mu, dan sebaik pujian kami kepada-Mu. Ya Allah, aku mohon pada-Mu rida-Mu dan surga, aku berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan daku kepadanya (neraka), baik ucapan atau pun amal perbuatan. Ya Allah, hanya dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu dan kebajikan-Mu kami berada di waktu pagi dan petang. Ya Allah, Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pulalah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau pulalah Yang Batin, maka tidak ada sesuatupun di bawah-Mu. Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari lemah, malas, penakut, pikun, pelit, siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati, serta kami pada-Mu mohon memperoleh keuntungan surga dan keselamatan dari api neraka."

12. Doa Sa'i Perjalanan Ketujuh

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ اللَّهِ كَثِيرًا. اللَّهُمَّ حَبِبْ إِلَيَّ الإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قَلْبِي وَكَرِهُ إِلَيَّ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الرَّاشِدِينَ .

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā. Allāhumma ḥabbib ilayyal-īmāna wa zayyinhu fī qalbī, wa karrih ilayyal-kufra wal-fusūqa wal-'iṣyāna waj'alnī minar-rāsyidīn.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar benar-benar besar. Segala puji hanya untuk Allah dengan pujian yang banyak, Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di hatiku, tanamkanlah kebencian pada diriku pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

13. Doa di Bukit Marwah Selesai Sa'i

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلامِ الْكَامِلِ جَمِيعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا. اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ المَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Allāhumma rabbanā taqabbal minnā wa 'āfinā wa'fu 'annā, wa 'alā ṭā'atika wa syukrika a'innā, wa 'alā ghairika lā takilnā, wa 'alāl-īmāni wal-islāmil-kāmili jamī'an tawaffanā wa anta rāḍin 'annā.

Artinya: "Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridha. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuatMu ridha terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."

Hikmah dan Dimensi Spiritual Sa’i

Sa’i bukan sekadar ritual repetitif. Ia mengandung makna mendalam:

  • Keteguhan iman: meneladani Siti Hajar
  • Optimisme: usaha tidak pernah sia-sia
  • Keseimbangan: antara ikhtiar dan tawakal

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an, simbol Safa dan Marwah mengajarkan bahwa kehidupan adalah perjalanan antara harapan dan usaha.

Sa’i sebagai Refleksi Perjalanan Hidup

Setiap langkah dalam sa’i bukan hanya menghitung jarak antara dua bukit, tetapi juga perjalanan batin menuju ketundukan total kepada Allah. Bacaan doa di setiap titik menjadi pengikat antara gerak fisik dan kesadaran spiritual.

Dengan memahami urutan, makna, dan doa-doanya, sa’i tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi berubah menjadi pengalaman religius yang mendalam, serta membekas bahkan setelah jemaah kembali ke tanah air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Kurban Online Idul Adha 2026, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Kurban Online Idul Adha 2026, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Tips Memilih Hewan Kurban Idul Adha 2026: Syarat Sah dan Ciri Sehat
Tips Memilih Hewan Kurban Idul Adha 2026: Syarat Sah dan Ciri Sehat
Aktual
Puasa Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Fauziah, Jemaah Lansia Asal Padang, Terharu Dapat Bus Khusus Disabilitas di Bandara Madinah
Fauziah, Jemaah Lansia Asal Padang, Terharu Dapat Bus Khusus Disabilitas di Bandara Madinah
Aktual
Hitung Mundur Idul Adha 2026: Ini Jadwal Libur dan Hari Pentingnya
Hitung Mundur Idul Adha 2026: Ini Jadwal Libur dan Hari Pentingnya
Aktual
Iran Puji Layanan Haji Arab Saudi, 30 Ribu Jamaah Siap Tiba di Tanah Suci
Iran Puji Layanan Haji Arab Saudi, 30 Ribu Jamaah Siap Tiba di Tanah Suci
Aktual
Tata Cara Sa’i Lengkap: Doa dari Safa ke Marwah 7 Putaran
Tata Cara Sa’i Lengkap: Doa dari Safa ke Marwah 7 Putaran
Aktual
Selamat Harlah Ke-76 Fatayat: Pemudi NU, Penggerak Bangsa, Pelayan Umat
Selamat Harlah Ke-76 Fatayat: Pemudi NU, Penggerak Bangsa, Pelayan Umat
Aktual
Taman Air Arab Saudi Buka Hari Khusus Perempuan, Baju Renang Jadi Sorotan
Taman Air Arab Saudi Buka Hari Khusus Perempuan, Baju Renang Jadi Sorotan
Aktual
Klinik Satelit Disiapkan di Setiap Sektor Makkah, Layanan Kesehatan Jamaah Haji Kini Lebih Cepat
Klinik Satelit Disiapkan di Setiap Sektor Makkah, Layanan Kesehatan Jamaah Haji Kini Lebih Cepat
Aktual
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Aktual
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Aktual
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Aktual
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com