KOMPAS.com – Siang hari sering kali berjalan begitu cepat. Dari satu aktivitas ke aktivitas lain, tanpa terasa waktu berlalu dalam ritme yang padat.
Di tengah kesibukan itu, ada satu amalan sederhana yang kerap terlupakan, namun justru memiliki dampak besar bagi ketenangan jiwa, yaitu doa dan dzikir.
Islam tidak membatasi ibadah hanya pada waktu-waktu tertentu. Justru, mengingat Allah di sela kesibukan siang hari menjadi bentuk kesadaran spiritual yang menunjukkan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.
Lalu, seperti apa panduan doa siang hari yang sesuai dengan tuntunan Islam? Berikut ulasan lengkapnya.
Berbeda dengan salat fardu yang memiliki ketentuan waktu, dzikir dan doa dapat dilakukan kapan saja.
Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Adzkar, di mana Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mengingat Allah dianjurkan sepanjang waktu, baik pagi, siang, maupun malam.
Landasan ini juga diperkuat oleh hadis riwayat Sahih Bukhari, ketika Nabi Muhammad bersabda:
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.”
Hadis ini menegaskan bahwa dzikir bukan sekadar pelengkap, tetapi kebutuhan dasar bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
Baca juga: Doa agar Orang Tua Sehat dan Dipanjangkan Umurnya
Di tengah aktivitas siang hari, dzikir dapat menjadi “jeda” yang menenangkan. Tidak harus panjang, cukup dengan bacaan singkat namun konsisten.
Berikut beberapa dzikir yang dianjurkan:
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallahi wa bihamdihi
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
Dzikir ini dianjurkan dibaca 100 kali, dengan keutamaan menghapus dosa dan mendatangkan pahala besar sebagaimana disebut dalam hadis sahih.
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dzikir ini memiliki keutamaan besar jika diamalkan secara rutin.
اللَّهُمَّ بِكَ أصْبَحْنا وَبِكَ أمْسَيْنا، وَبِكَ نَحْيا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru
Artinya: "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang dan karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu juga kami akan kembali"
Meski dikenal sebagai doa pagi, para ulama membolehkan membacanya di siang hari sebagai bentuk kontinuitas dzikir.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullahal ‘azhim
Arti: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Menurut Ibnu Taimiyah, istighfar adalah pintu luas untuk kebaikan, karena berkaitan langsung dengan pengampunan dosa dan keberkahan hidup.
Baca juga: Doa untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah & Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Meskipun doa bisa dipanjatkan kapan saja, ada beberapa momen di siang hari yang memiliki keutamaan lebih:
Dalam buku Energi Dzikir: Menenteramkan Jiwa Membangkitkan Optimisme karya Amin dan Al-Fandi, disebutkan bahwa waktu siang tetap memiliki nilai spiritual selama diisi dengan dzikir dan doa.
Selain berdzikir, Islam juga mengenal konsep qailulah, tidur siang singkat untuk mengembalikan energi.
Dalam hadis riwayat Sunan Ibnu Majah, dianjurkan untuk melakukan qailulah karena dapat membantu seseorang lebih kuat dalam beribadah.
Buku Prophetic Sleep Therapy karya Muhammad Syukron Maksum menjelaskan bahwa qailulah tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menjaga stabilitas emosi.
Baca juga: Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Menghidupkan siang dengan doa bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki dampak nyata:
Doa menjadi jeda yang mengingatkan manusia agar tidak larut dalam urusan dunia.
Dzikir terbukti membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Konsistensi dalam berdzikir memperkuat hubungan dengan Allah.
Aktivitas yang diawali dan disertai doa diyakini lebih diberkahi.
Dalam jurnal Islamic Studies Quarterly, disebutkan bahwa praktik doa yang konsisten dapat meningkatkan kualitas spiritual dan keseimbangan emosional seseorang.
Doa siang hari bukan tentang panjangnya bacaan, tetapi tentang kehadiran hati. Ia bisa dilakukan di sela pekerjaan, saat perjalanan, atau bahkan dalam diam.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, dzikir mengajarkan satu hal sederhana, berhenti sejenak, lalu kembali mengingat siapa yang mengatur segalanya.
Dan mungkin, di antara hiruk-pikuk siang itu, ada satu momen kecil ketika seseorang berbisik lirih kepada Tuhannya, di situlah ketenangan itu mulai tumbuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang