Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam

Kompas.com, 30 April 2026, 08:27 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Khutbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Di antara manifestasi takwa yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah kemampuan seorang hamba dalam menjaga lisannya.

Lisan adalah salah satu anugerah terbesar dari Sang Pencipta yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, namun ia juga bisa menjadi sumber bencana besar apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat 24 April 2026: Memaknai Bulan Dzulqa’dah sebagai Momentum Damai dan Introspeksi

Hadirin yang berbahagia,

Dalam struktur antropologi Islam, lisan dipahami bukan sekadar organ biologis, melainkan instrumen esensial yang menghubungkan dimensi batiniah dengan realitas eksternal.

Imam Al-Ghazali menyebut lisan sebagai "penerjemah hati" (tarjuman al-qalb); jika hati seseorang bersih, maka lisannya akan mengeluarkan mutiara hikmah, namun jika hati itu kotor, maka lisannya akan mudah menyakiti sesama.

Begitu sentralnya kedudukan lisan, sehingga setiap pagi seluruh anggota tubuh manusia—tangan, kaki, dan mata—tunduk kepada lisan dan memberikan peringatan:

"Bertakwalah kepada Allah demi keselamatan kami, karena nasib kami bergantung padamu. Jika engkau lurus, kami pun lurus. Jika engkau bengkok, kami pun ikut bengkok".

Kesadaran akan pentingnya menjaga lisan harus didasari oleh keyakinan akan adanya pengawasan ilahiah yang konstan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Qaf ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas (Raqib dan Atid) yang selalu hadir".

Ayat ini menegaskan bahwa kata-kata yang kita ucapkan bukanlah entitas yang hilang begitu saja, melainkan data permanen yang akan dipertanggungjawabkan di pengadilan kosmis kelak.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat jelas bagi kita dalam berkomunikasi: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam".

Hadis ini menunjukkan bahwa berbicara yang baik atau memilih diam adalah kriteria keimanan seseorang. Pilihan ini bersifat dikotomis; jika sebuah ucapan tidak mengandung manfaat yang jelas, maka diam adalah satu-satunya pilihan yang paling selamat.

Kita harus waspada karena lisan adalah penyebab utama seseorang terjerumus ke dalam api neraka. Nabi SAW memperingatkan bahwa banyak manusia diseret ke neraka di atas wajah mereka justru karena "hasil panen" lisan mereka sendiri.

Luka akibat sayatan pedang mungkin bisa sembuh, namun luka akibat lisan akan tetap membekas dalam memori personal maupun kolektif masyarakat.

Di era modern ini, fungsi lisan telah banyak digantikan oleh jari-jari di atas papan ketik media sosial. Islam memandang bahwa tulisan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan ucapan.

Apa yang kita ketik di kolom komentar, apa yang kita bagikan di grup perpesanan, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban yang sama beratnya dengan ucapan verbal.

Fitnah digital sering kali lebih kejam daripada pembunuhan karena dampaknya yang masif, permanen, dan sulit dihapus.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Salah satu konsekuensi metafisika yang paling mengerikan dari buruknya penjagaan lisan adalah fenomena "Al-Muflis" atau orang yang bangkrut di hari kiamat.

Nabi SAW menceritakan tentang seseorang yang datang membawa gunung pahala dari shalat, puasa, dan zakatnya.

Namun, di sisi lain ia juga membawa daftar dosa karena telah mencaci si A, memfitnah si B, dan menyakiti hati si C.

Di saat itulah, mekanisme keadilan Allah bekerja dengan mengambil pahala kebaikannya dan diberikan kepada para korbannya.

Jika pahalanya habis sementara hutang kedzalimannya belum lunas, maka dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke neraka. Inilah kebangkrutan hakiki, di mana lisan menjadi pencuri pahala yang paling efektif.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar lisan kita selalu basah dengan dzikir dan terjaga dari penyakit-penyakit lisan seperti ghibah, namimah, dan dusta.

Ghibah atau menggunjing diibaratkan oleh Allah seperti memakan daging bangkai saudara sendiri yang sudah mati. Sungguh menjijikkan perbuatan tersebut di sisi Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah,

Untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita merenungi langkah-langkah praktis dalam menjaga lisan agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Pertama, berpikirlah sebelum berbicara. Imam Syafi'i menasihatkan agar kita menimbang manfaat dan mudarat dari setiap kata; jika ragu, maka diam adalah emas.

Kedua, sibukkan lisan dengan dzikir dan istighfar. Lisan yang terbiasa mengingat Allah tidak akan memiliki ruang untuk membicarakan kebatilan. Ketiga, terapkan prinsip tabayyun atau verifikasi sebelum menyebarkan informasi, terutama di media sosial.

Melalui proses mujahadah (perjuangan) dan riyadhah (latihan) spiritual, kita berusaha melakukan takhalli—mengosongkan diri dari kebiasaan buruk lisan—dan dilanjutkan dengan tahalli—mengisi lisan dengan nasihat dan perkataan yang benar.

Baca juga: Khutbah Jumat 24 April 2026: Menyiapkan Bekal Akhirat Sebelum Datang Kematian

Dengan menjaga lisan, kita tidak hanya menjaga kehormatan diri dan sesama, tetapi juga sedang menjemput jaminan surga yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi siapa saja yang mampu menjamin apa yang ada di antara dua rahangnya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk mengendalikan lisan, melembutkan hati kita, dan menjadikan setiap ucapan kita sebagai amal jariyah yang membawa kemaslahatan bagi umat.

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Aktual
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Aktual
Haji Ilegal Diburu! Polisi Makkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Haji Ilegal Diburu! Polisi Makkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Aktual
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa dan Niat
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Aktual
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Aktual
DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet
DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet
Aktual
21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
Aktual
Masjid Bir Ali Madinah Tempat Miqat Jemaah Haji Indonesia: Lokasi, Sejarah, dan Arsitektur
Masjid Bir Ali Madinah Tempat Miqat Jemaah Haji Indonesia: Lokasi, Sejarah, dan Arsitektur
Aktual
Apa Itu Miqat? Ini Pengertian, Jenis, Lokasi, dan Tata Caranya
Apa Itu Miqat? Ini Pengertian, Jenis, Lokasi, dan Tata Caranya
Aktual
Bus Shalawat Gratis Mulai Beroperasi di Makkah, 56 Armada Disabilitas Disiapkan
Bus Shalawat Gratis Mulai Beroperasi di Makkah, 56 Armada Disabilitas Disiapkan
Aktual
Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur
Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur
Aktual
12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuk Makkah untuk Mengambil Miqat dan Jalani Umrah Wajib
12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuk Makkah untuk Mengambil Miqat dan Jalani Umrah Wajib
Aktual
Arab Saudi Berikan Cuti Haji Berbayar hingga 15 Hari bagi Karyawan
Arab Saudi Berikan Cuti Haji Berbayar hingga 15 Hari bagi Karyawan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com