Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Hari Tasyrik 2026? Ini Tanggal dan Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 30 April 2026, 11:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setelah gema takbir Idul Adha mereda, kalender Islam tidak langsung kembali ke hari biasa.

Ada tiga hari lanjutan yang justru menyimpan makna penting, yaitu Hari Tasyrik. Banyak yang mengenalnya sebagai “hari setelah kurban”, tetapi tidak semua memahami kapan tepatnya tanggal Hari Tasyrik dan apa keistimewaannya.

Lalu, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal berapa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik adalah tiga hari yang datang setelah Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.

Penanggalan ini bersifat tetap dalam sistem lunar Islam, tetapi akan selalu bergeser dalam kalender Masehi setiap tahunnya.

Secara etimologis, kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab syarraqa, yang berkaitan dengan aktivitas menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Dalam konteks sejarah, istilah ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad yang menjemur daging kurban agar lebih awet.

Penjelasan ini juga ditemukan dalam literatur klasik seperti Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, yang mengaitkan Hari Tasyrik dengan tradisi pasca-penyembelihan kurban.

Baca juga: Apa Itu Hari Tasyrik? Ini Tanggal dan Larangan Puasa dalam Islam

Tanggal Hari Tasyrik: Penjelasan Umum

Dalam sistem kalender Islam, Hari Tasyrik selalu jatuh pada:

  • 11 Dzulhijjah
  • 12 Dzulhijjah
  • 13 Dzulhijjah

Artinya, tiga hari ini dimulai tepat sehari setelah Idul Adha (10 Dzulhijjah). Karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan, maka jika dikonversi ke kalender Masehi, tanggalnya bisa berbeda setiap tahun.

Hari Tasyrik Tahun 2026: Ini Tanggal Lengkapnya

Mengacu pada penetapan Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, maka Hari Tasyrik pada tahun tersebut berlangsung pada:

  • 28 Juni 2026 (11 Dzulhijjah)
  • 29 Juni 2026 (12 Dzulhijjah)
  • 30 Juni 2026 (13 Dzulhijjah)

Tanggal ini menjadi acuan penting, terutama bagi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah kurban, karena penyembelihan hewan masih diperbolehkan hingga hari terakhir Tasyrik.

Baca juga: Jadwal Libur Idul Adha 2026 dan Peluang Long Weekend, Serta Waktu Puasa Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik

Bukan Hari Biasa: Keutamaan Hari Tasyrik

Hari Tasyrik memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah SAW menyebut hari-hari ini sebagai waktu untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.

Makna ini menegaskan bahwa Hari Tasyrik bukan sekadar perpanjangan libur Idul Adha, tetapi momentum syukur.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa hari-hari tersebut merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji dan kurban, yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial.

Bagi jamaah haji, Hari Tasyrik juga identik dengan ritual melontar jumrah di Mina, sebuah simbol perlawanan terhadap godaan setan.

Larangan Puasa di Hari Tasyrik

Salah satu aturan penting yang sering ditanyakan adalah soal puasa. Dalam Islam, puasa pada Hari Tasyrik diharamkan.

Larangan ini ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim, bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.

Dengan kata lain, semangat yang diusung adalah menikmati nikmat Allah, bukan menahan diri seperti dalam puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ juga menjelaskan bahwa seluruh bentuk puasa, baik sunnah maupun qadha, tidak diperbolehkan pada hari-hari tersebut.

Baca juga: Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT

Amalan yang Dianjurkan

Meski tidak boleh berpuasa, Hari Tasyrik tetap dipenuhi dengan amalan ibadah. Beberapa di antaranya:

  • Memperbanyak takbir setelah salat (takbir tasyrik)
  • Menyembelih hewan kurban (hingga 13 Dzulhijjah)
  • Memperbanyak zikir dan doa
  • Berbagi makanan dan mempererat silaturahmi

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa ibadah sosial seperti berbagi makanan memiliki nilai yang sangat tinggi, karena menyentuh dimensi kemanusiaan sekaligus spiritual.

Mengapa Hari Tasyrik Penting?

Di tengah euforia Idul Adha, Hari Tasyrik justru menjadi ruang kontemplasi yang sering terlewat.

Ia mengajarkan bahwa ibadah tidak berhenti pada satu hari raya, tetapi berlanjut dalam bentuk syukur yang lebih sederhana, makan bersama, berbagi, dan mengingat Allah.

Lebih dari itu, Hari Tasyrik juga mengandung pesan keseimbangan dalam Islam, antara ibadah ritual dan kenikmatan hidup yang halal.

Makna di Balik Hari Tasyrik

Mengetahui tanggal Hari Tasyrik bukan sekadar informasi kalender, tetapi juga pintu untuk memahami rangkaian ibadah dalam Islam secara utuh.

Tahun 2026, Hari Tasyrik jatuh pada 28–30 Mei, namun esensinya tetap sama setiap tahun: hari untuk bersyukur, berbagi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, ketika Idul Adha berlalu, perjalanan spiritual sebenarnya belum selesai. Justru di Hari Tasyrik, makna pengorbanan menemukan bentuknya yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji
Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji
Doa dan Niat
Haji 2026, Saudi Siapkan 700 Tenaga Medis dan 90 Ambulans di Madinah
Haji 2026, Saudi Siapkan 700 Tenaga Medis dan 90 Ambulans di Madinah
Aktual
Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya
Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya
Aktual
Kapan Hari Tasyrik 2026? Ini Tanggal dan Amalan yang Dianjurkan
Kapan Hari Tasyrik 2026? Ini Tanggal dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Asuransi Haji Tanggung Heat Stroke Saat Armuzna, Berlaku 8-13 Dzulhijjah
Asuransi Haji Tanggung Heat Stroke Saat Armuzna, Berlaku 8-13 Dzulhijjah
Aktual
Catat! Libur dan Cuti Bersama Mei 2026, Ada Long Weekend Idul Adha
Catat! Libur dan Cuti Bersama Mei 2026, Ada Long Weekend Idul Adha
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Seni Menjaga Lisan ala Imam Al-Ghazali: Rahasia Menata Hati Lewat Kata
Seni Menjaga Lisan ala Imam Al-Ghazali: Rahasia Menata Hati Lewat Kata
Aktual
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Aktual
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Aktual
Haji Ilegal Diburu! Polisi Mekkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Haji Ilegal Diburu! Polisi Mekkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Aktual
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa dan Niat
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Aktual
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com