Editor
KOMPAS.com-Jemaah haji Indonesia diimbau mematuhi aturan selama beribadah di kawasan Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Imbauan ini disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah di tengah padatnya aktivitas jemaah dari berbagai negara.
Sejumlah aktivitas, mulai dari live streaming hingga membawa alat fotografi profesional, tidak diperbolehkan dilakukan di area Masjid Nabawi.
Kemenhaj meminta jemaah mengikuti arahan petugas agar pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Baca juga: Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia perlu menjaga ketertiban selama berada di Masjid Nabawi.
"Demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan, jemaah diimbau untuk tidak melakukan live streaming dan tidak membawa alat fotografi profesional," ujar Maria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Senin (27/4/2026), dilansir dari laman Kemenhaj.
Kemenhaj menilai pelanggaran terhadap aturan di kawasan masjid dapat mengganggu kenyamanan jemaah lain.
Pelanggaran juga berpotensi menimbulkan konsekuensi dari otoritas setempat.
Baca juga: Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Kemenhaj merinci sejumlah larangan yang wajib dipatuhi jemaah selama berada di kawasan Masjid Nabawi.
Berikut 9 larangan di Masjid Nabawi bagi jemaah haji Indonesia:
Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh larangan tersebut dibuat untuk menjaga suasana ibadah tetap kondusif.
Jemaah diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan, kenyamanan, dan kekhusyukan jemaah lain di dalam maupun sekitar masjid.
Baca juga: Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji
Selain mematuhi larangan, jemaah juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di sekitar Masjid Nabawi.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada jemaah lanjut usia yang lebih rentan tersesat di tengah keramaian.
"Jemaah diimbau untuk mengingat pintu masuk, menghafal nama dan nomor hotel (tempat menginap)," jelas Maria.
Jemaah juga diminta selalu membawa kartu identitas dan kartu Nusuk sebagai penanda resmi selama berada di Tanah Suci.
Kemenhaj menganjurkan jemaah tidak bepergian sendiri selama berada di Madinah.
"Saat Anda bepergian, harus secara berkelompok," tambah Maria.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko tersesat dan memudahkan petugas memberikan bantuan jika terjadi kendala.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penyelenggaraan haji tahun ini juga mengusung semangat layanan ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
"Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan menjadikan seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh haji yang mabrur," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang