Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Tegaskan Jamaah Haji 2026 Wajib Izin Resmi, Tak Ada Jalur Lain

Kompas.com, 7 Mei 2026, 10:49 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan pentingnya kepatuhan jamaah terhadap aturan resmi dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya kesiapan layanan dan sistem pengelolaan jamaah menjelang puncak musim haji di Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menekankan bahwa setiap calon jamaah wajib memperoleh izin haji melalui saluran resmi yang telah ditetapkan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh proses ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai regulasi.

Dilansir dari Saudi Gazette, pemerintah Saudi juga menegaskan bahwa visa haji merupakan satu-satunya dokumen yang sah untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Baca juga: 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Ini Peringatan Kemenhaj

Visa Resmi Jadi Syarat Utama Ibadah Haji

Dalam pernyataannya, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa tidak ada jalur lain di luar sistem resmi yang dapat digunakan untuk menunaikan ibadah haji.

Setiap jamaah wajib melalui prosedur yang telah ditentukan sejak awal, mulai dari pendaftaran hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

Sistem ini dirancang agar seluruh proses perjalanan jamaah lebih terstruktur, mulai dari kedatangan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke negara masing-masing.

Dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah Saudi ingin memastikan bahwa pelayanan di area suci seperti Masjidil Haram dapat berjalan optimal tanpa gangguan kepadatan yang tidak terkontrol.

Cegah Penipuan Izin Haji Ilegal

Selain menekankan pentingnya jalur resmi, Kementerian Haji dan Umrah juga memperingatkan jamaah agar tidak mudah tergiur oleh penawaran tidak resmi yang menjanjikan visa atau izin haji ilegal.

Pihak kementerian menyebut bahwa praktik semacam itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menyebabkan calon jamaah gagal berangkat bahkan terkena sanksi hukum di Arab Saudi.

Oleh karena itu, jamaah diimbau untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah dan tidak menggunakan jasa pihak yang tidak memiliki izin.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Saudi dalam menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji yang setiap tahunnya diikuti jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Baca juga: Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta

Sistem Terpadu untuk Kelancaran Ibadah

Arab Saudi saat ini terus mengembangkan sistem digital terpadu dalam pengelolaan haji. Sistem ini mencakup manajemen data jamaah, pengaturan transportasi, hingga pengendalian kerumunan di lokasi-lokasi utama ibadah.

Dengan sistem tersebut, pergerakan jamaah dapat diatur lebih efisien, terutama saat memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat M. Toorawa dijelaskan bahwa haji merupakan salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia yang membutuhkan koordinasi logistik, keamanan, dan sistem administrasi yang sangat kompleks.

Tanpa pengaturan yang ketat, risiko kepadatan dan gangguan keselamatan dapat meningkat secara signifikan.

Prinsip Tertib dalam Ibadah Haji

Dalam perspektif keislaman, kepatuhan terhadap aturan dalam pelaksanaan ibadah juga memiliki landasan yang kuat.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa menjaga ketertiban dalam ibadah merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan umat dan menghindari kerugian yang lebih besar.

Sementara dalam Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman Mubarakpuri disebutkan bahwa sejak masa Nabi Muhammad, Makkah telah menjadi wilayah suci yang memiliki aturan khusus untuk menjaga kesucian dan ketertiban ibadah.

Prinsip ini kini diterapkan dalam bentuk sistem izin haji modern yang dikelola pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal

Perlindungan Jamaah Jadi Prioritas

Selain aspek administratif, kebijakan izin haji resmi juga bertujuan melindungi keselamatan jamaah.

Dengan sistem terverifikasi, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap jamaah yang berada di Tanah Suci telah terdata dan mendapatkan layanan sesuai kapasitas yang tersedia.

Hal ini juga membantu menghindari kepadatan berlebih di lokasi-lokasi ibadah utama yang sering menjadi titik krusial saat musim haji.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan bukan hanya soal legalitas, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh jamaah.

Penegasan Menjelang Musim Haji 2026

Menjelang musim haji 2026, pengawasan terhadap izin dan akses masuk ke Makkah diperkirakan akan semakin diperketat.

Pemerintah Saudi terus mengimbau seluruh calon jamaah untuk memastikan seluruh dokumen dan proses pendaftaran dilakukan melalui jalur resmi.

Dengan sistem yang semakin modern dan pengawasan yang lebih ketat, Arab Saudi berharap pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lebih aman, tertib, dan memberikan pengalaman spiritual yang lebih baik bagi seluruh umat Muslim di dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Aktual
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Aktual
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com