Penulis
KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengesahkan susunan panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Dalam susunan tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU Drs H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga Menteri Sosial RI ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 251/PB.01/A.II.01.01/99/05/2026 tentang Pengesahan Panitia Musyawarah Nasional Alim Ulama, Konferensi Besar Nahdlatul Ulama dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Gus Yahya Siap Maju Lagi di Muktamar NU: Saya Punya Utang yang Belum Lunas
Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes NU dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, sedangkan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada Agustus 2026.
PBNU menunjuk Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagai penanggung jawab kegiatan.
Sementara itu, struktur kepanitiaan juga melibatkan sejumlah tokoh penting NU. Pada jajaran Majelis Tahkim Muktamar terdapat nama KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Muhammad Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, hingga Prof Dr KH Mohammad Nuh.
Adapun pada posisi Steering Committee, PBNU menunjuk KH Akhmad Said Asrori sebagai ketua dengan sejumlah wakil ketua di antaranya Dr KH Abdul Ghafur Maimoen, Dr KH Abdul Moqsith Ghazali, KH M Cholil Nafis, hingga Dr KH Ulil Absar Abdalla.
Dalam kepanitiaan Organizing Committee yang dipimpin Gus Ipul, turut masuk sejumlah tokoh nasional dan kader NU, seperti Khofifah Indar Parawansa, KH Miftah Faqih, hingga Prof Dr Muh Mukri.
Baca juga: Forum Rois Syuriyah NU Jatim Usulkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren Lirboyo
SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 8 Mei 2026 dan ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf.
Dikonfirmasi Kompas.com terkait pengesahan susunan kepanitian Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul membenarkanya. "Iya," imbuhnya via sambungan WhatsApp, Selasa (12/5/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang