Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sapi kurban di Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan cukup signifikan.
Lonjakan harga tersebut dipicu berkurangnya populasi sapi akibat dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang sejumlah daerah.
Kondisi itu membuat banyak peternak memilih mengurangi bahkan menghentikan usaha ternak sapi.
Baca juga: Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Meski harga naik, permintaan sapi kurban dari dalam maupun luar daerah tetap tinggi menjelang Idul Adha.
Pedagang sapi asal Kecamatan Pogalan, Trenggalek, Suwardi mengatakan harga sapi kurban saat ini mengalami kenaikan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor dibandingkan harga sebelumnya.
Baca juga: Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
"Situasi harga sapi ada kenaikan agak signifikan, sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per ekor dari harga yang lama," ujar Suwardi saat ditemui di pasar hewan Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Rabu (13/5/2026).
Menurut Suwardi, kenaikan harga sapi dipengaruhi menipisnya stok ternak di berbagai daerah setelah wabah PMK melanda beberapa waktu lalu.
Banyak peternak disebut masih trauma memelihara sapi sehingga memilih beralih beternak kambing. Akibatnya, populasi sapi menurun dan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
"Kenaikan harga itu karena PMK. Sebabnya, orang-orang trauma memelihara sapi, akhirnya jumlah sapinya berkurang banyak di semua daerah. Sejak hari raya kemarin (Idul Fitri), setiap pasaran harganya terus naik," jelasnya.
Meski harga sapi kurban mengalami kenaikan, permintaan pasar disebut tetap tinggi menjelang Idul Adha 2026.
Suwardi mengaku hingga saat ini dirinya telah berhasil menjual hampir 100 ekor sapi. Ia juga masih memiliki stok lebih dari 100 ekor sapi di kandang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tetap maupun permintaan kiriman ke luar kota.
"Permintaan dari luar kota banyak, ke Jakarta saja kami kirim 30 ekor. Targetnya sampai hari raya nanti bisa mengeluarkan lebih dari 100 ekor," akuinya.
Menurut dia, masyarakat yang ingin membeli sapi kurban dengan kondisi fisik yang baik saat ini perlu menyiapkan anggaran minimal Rp25 juta.
"Ya minimal sekarang ya yang pas atau ideal di harga 25 juta. Kalau kurang dari itu kan agak berkurang," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan setiap pedagang yang akan mengirim hewan ternak ke luar daerah wajib melengkapi dokumen resmi.
"Untuk pengiriman ke luar daerah ada syarat khusus. Sekarang untuk meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sudah menggunakan aplikasi resmi dari Dinas Kesehatan," tegas Ririn.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih hewan kurban, terutama dari sisi kesehatan fisik dan usia hewan.
"Secara fisik, pilihlah hewan yang tampak lincah, tidak ada kotoran di mata maupun di anus. Perhatikan sinar matanya yang jernih, bulunya bagus (mengkilap), dan memiliki nafsu makan yang baik," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Jelang Idul Adha 2026, Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Rp4 Juta".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang