Editor
KOMPAS.com - Kebahagiaan dirasakan Muhammad Daffa Alyusri setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.
Peternak asal Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara itu mengaku tidak menyangka sapi miliknya dipilih sebagai ternak kurban Presiden.
Sapi jenis Brahman Cross miliknya dibeli dengan harga Rp82 juta dan akan disembelih di Masjid Jamik Babussalam.
Alyusri kini bertugas merawat sapi tersebut hingga waktu pengiriman menjelang Hari Raya Idul Adha.
Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh
Muhammad Daffa Alyusri mengaku sangat bahagia karena sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.
"Sangat senang sekali. Ngak terduga," kata Alyusri pada Tribunpekanbaru.com, Rabu (13/5/2026) dengan nada gembira.
Menurut Alyusri, ini menjadi kali pertama sapi miliknya dipilih sebagai hewan kurban Presiden. Pada tahun-tahun sebelumnya, sapi peliharaannya belum pernah terpilih.
Baca juga: Mengintip Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Grobogan, Bobot Capai 1,1 Ton, Seharga Rp 112 Juta
Ia mengatakan sapi tersebut dibeli dengan harga Rp 82 juta. Alyusri menyebut harga itu sesuai dengan nilai pasar saat ini.
"Sudah untung harga segitu bang. Makanya senang juga," katanya sembari tertawa.
Sapi milik Alyusri merupakan jenis Brahman Cross, yakni peranakan sapi Australia. Bobot sapi tersebut mencapai 830 kilogram.
Ia menjelaskan proses penimbangan sapi dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri lalu. Saat itu, kondisi pemberian pakan disebut belum maksimal sehingga bobot sapi diperkirakan masih terus bertambah.
"Kalau sekarang dah tambah gemuk lah. Kan dikasih makanan terus. Tambah beratnya tapi harganya tetap," katanya.
Alyusri juga menceritakan awal mula dirinya membeli sapi Brahman Cross tersebut. Dua tahun lalu, warga desa tetangga menawarkan dua ekor sapi yang saat itu dalam kondisi sakit.
Meski demikian, ia tetap membeli kedua sapi tersebut dan melakukan perawatan secara rutin hingga akhirnya pulih dan tumbuh sehat. Saat dibeli, usia sapi sudah mencapai empat tahun.
Menurut Alyusri, satu ekor sapi lainnya sempat dipotong tahun lalu karena tidak kunjung laku dijual.
"Tahun lalu itu dipotong satu ekor. Karena mikir kok ngak laku-laku. Jadilah balik modal," terangnya.
Sementara sapi yang kini dipilih menjadi hewan kurban Presiden disebut memberinya keuntungan lebih besar dibanding sebelumnya.
"Kalau yang sekarang ini, dah untung. Makanya senang," ujarnya.
Alyusri mengatakan dirinya kini bertugas merawat sapi tersebut hingga Hari Raya Idul Adha tiba.
Ia juga bertanggung jawab mengantarkan sapi kurban Presiden itu ke Masjid Jamik Babussalam sebagai lokasi penyembelihan.
Terpilihnya sapi milik Alyusri menjadi hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal di Rokan Hulu.
Selain memberi keuntungan ekonomi, momen tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peternak daerah yang berhasil merawat ternak berkualitas.
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul "Sapinya Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo, Warga Rohul Ini Sangat Senang".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang