Editor
KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 2026, seekor sapi asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
Sapi bernama Suro itu memiliki bobot mencapai 1,07 ton dan merupakan hasil persilangan Limousin dan Simmental.
Hewan kurban tersebut dipelihara oleh kakak beradik Hasan dan Suramat, warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Jepara.
Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh
Setelah gagal terpilih pada Idul Adha tahun lalu, Suro akhirnya resmi dibeli Presiden Prabowo untuk kurban tahun ini dengan harga Rp 115 juta.
Hasan mengatakan, sapi Suro dibeli dari peternak asal Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara, sekitar tiga tahun lalu dengan harga Rp37 juta.
Baca juga: Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Saat dibeli, usia sapi tersebut masih sekitar 1 tahun 6 bulan. Setelah menjalani perawatan intensif selama bertahun-tahun, bobot Suro terus meningkat hingga mendekati 1 ton pada Idul Adha 2025.
Kala itu, sapi Suro sempat masuk kandidat hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, tetapi belum terpilih.
“Usia sapi saat ini sekitar 4 tahun 6 bulan.”
“Pemeliharaan sekitar 3 tahun, sekarang bobotnya 1.070 kilogram atau 1,07 ton, dimungkinkan bisa bertambah jadi 1,1 ton pas hari H penyembelihan,” kata Hasan, Kamis (14/5/2026).
Menurut Hasan, sapi Suro sempat mendapatkan perlakuan khusus untuk menjaga kestabilan berat badan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengatur pola makan agar pertumbuhan bobot tidak terlalu drastis.
Hal itu dilakukan karena berat badan berlebih dikhawatirkan membuat kaki sapi kesulitan menopang tubuh sehingga dapat memengaruhi kondisi kesehatannya.
“Yang dilakukan hanya mengurangi jumlah asupan makanan. Berat badan sapi tetap bertambah, tapi pertambahannya kita tekan agar tidak berlebihan.”
“Dari bobot sekarang 1,07 ton, dimungkinkan nanti ketika penyembelihan bisa sampai 1,1 ton.”
“Jadi bertambah, tapi tidak terlalu drastis,” ujar dia.
Hasan mengungkapkan, sapi Suro yang dirawat bersama saudaranya, Suramat, akhirnya dibeli Presiden Prabowo Subianto dengan harga Rp115 juta untuk kurban Iduladha 2026.
Saat ini, kondisi kesehatan sapi terus dipantau secara rutin oleh dokter hewan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Suro dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sapi tersebut juga telah mendapatkan vaksin serta pendampingan kesehatan secara berkala.
Untuk menjaga kondisi tubuh sapi tetap optimal, peternak memberikan pakan berupa rumput segar, terutama rumput gajah hijau. Selain itu, Suro juga mendapat tambahan nutrisi dari campuran polar dan dedak yang dicampur air minum.
Namun, saat ini sapi tersebut tidak lagi diberi konsentrat karena sedang menjalani pengontrolan berat badan agar tidak meningkat terlalu signifikan.
Langkah tersebut dilakukan supaya sapi tetap mampu berdiri dengan kokoh dan terhindar dari gangguan kesehatan akibat bobot berlebih.
Hasan mengatakan, sapi Suro rencananya akan disembelih pada Hari Raya Iduladha 2026 di Masjid Al Iman, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara.
Dari bobot sapi yang saat ini mencapai 1,07 ton, Hasan memperkirakan Suro dapat menghasilkan sekitar 450 hingga 500 kilogram daging murni yang nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai daging kurban.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "Sapi Suro Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo di Jepara, Blesteran Limousin dan Simmental".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang