Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ungkap Alasan Batal Berangkat Haji, Menkeu Purbaya: Belum Saatnya Mungkin, Belum Rezekinya

Kompas.com, 21 Mei 2026, 17:15 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Rencana keberangkatan ibadah haji sejumlah pejabat negara kerap menjadi perhatian publik, terutama di tengah agenda pemerintahan yang padat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat menyampaikan rencana berangkat ke Tanah Suci pada Mei 2026. Namun, rencana tersebut dipastikan batal terlaksana.

Walau begitu, Menkeu Purbaya pun menegaskan pembatalan keberangkatannya bukan karena permintaan Presiden Prabowo Subianto ataupun tugas negara.

Baca juga: Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta Hilang di Makkah, Kemenhaj Kerahkan Tim Lakukan Pencarian

Purbaya Ungkap Alasan Batal Haji

Saat ditemui pewarta, Purbaya sempat menyampaikan alasan dirinya batal berangkat menunaikan ibadah haji pada 2026 ini.

"Nggak jadi," kata Purbaya sambil tertawa kecil saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026

Walau begitu, Purbaya tidak mengungkap secara rinci alasan pembatalan keberangkatan hajinya.

Menurut Purbaya, pembatalan keberangkatan haji tersebut juga tidak berkaitan dengan tugas negara.

"Nggak, nggak diminta Presiden, belum saatnya mungkin, belum rezekinya," kata Purbaya.

Ia mengaku tetap merasa sedih karena belum bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Meski demikian, Purbaya berharap dapat kembali merencanakan keberangkatan pada 2027 mendatang.

"Ya sedih, sedih nggak sedih lah, karena emang belum saatnya mungkin. Doa-in tahun depan nggak batal lagi," ucap Purbaya.

Seluruh Anggota Keluarga Ikut Batal Berangkat

Purbaya mengatakan pembatalan keberangkatan tersebut tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga seluruh anggota keluarganya.

"Sekeluarga semua (batal)," ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyampaikan rencana keberangkatannya ke Tanah Suci dijadwalkan pada Kamis, 21 Mei 2026.

"Kamis, kalau nggak ada halangan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Sudah Persiapan Haji Dilakukan Sejak Dua Pekan

Purbaya mengaku telah melakukan sejumlah persiapan untuk ibadah haji sejak dua pekan terakhir.

Ia bahkan masih mempelajari doa-doa yang akan digunakan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga," ucapnya.

Purbaya juga menyebut rencananya akan menjalankan ibadah haji selama 10 hari.

"10 hari," ucapnya singkat.

Seperti diketahui, hari ini Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat negara bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan.

Salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN Khusus Ekspor.

Selain Purbaya, sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Meraih Kemabruran Haji
Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Meraih Kemabruran Haji
Aktual
Bus Shalawat Disetop Sementara Mulai 22 Mei, Kemenhaj Siapkan Layanan Armuzna
Bus Shalawat Disetop Sementara Mulai 22 Mei, Kemenhaj Siapkan Layanan Armuzna
Aktual
3 Daerah Ini Jadi Pemasok Hewan Kurban Terbanyak ke Jakarta Jelang Idul Adha 2026
3 Daerah Ini Jadi Pemasok Hewan Kurban Terbanyak ke Jakarta Jelang Idul Adha 2026
Aktual
MUI Desak Israel Bebaskan 9 WNI dan Aktivis Kemanusiaan dalam Misi Gaza
MUI Desak Israel Bebaskan 9 WNI dan Aktivis Kemanusiaan dalam Misi Gaza
Aktual
Bahaya Egoisme di Balik Kecanggihan AI, Menag: Bisa Menjadi Musibah!
Bahaya Egoisme di Balik Kecanggihan AI, Menag: Bisa Menjadi Musibah!
Aktual
Kemenag Dorong Satu Data Nasional Lewat Digitalisasi Layanan Keagamaan
Kemenag Dorong Satu Data Nasional Lewat Digitalisasi Layanan Keagamaan
Aktual
Wamenhaj Sapa Jemaah Haji Ba’da Subuh di Makkah, Cek Hotel hingga Menu Konsumsi
Wamenhaj Sapa Jemaah Haji Ba’da Subuh di Makkah, Cek Hotel hingga Menu Konsumsi
Aktual
MUI Bentuk Crisis Center untuk Kawal Pembebasan WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza
MUI Bentuk Crisis Center untuk Kawal Pembebasan WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Aktual
Arab Saudi Rampungkan Persiapan Layanan Haji di Miqat Yalamlam dan Al-Juhfah
Arab Saudi Rampungkan Persiapan Layanan Haji di Miqat Yalamlam dan Al-Juhfah
Aktual
Ungkap Alasan Batal Berangkat Haji, Menkeu Purbaya: Belum Saatnya Mungkin, Belum Rezekinya
Ungkap Alasan Batal Berangkat Haji, Menkeu Purbaya: Belum Saatnya Mungkin, Belum Rezekinya
Aktual
Kemenag Integrasikan AI untuk Layanan KUA hingga Zakat Wakaf
Kemenag Integrasikan AI untuk Layanan KUA hingga Zakat Wakaf
Aktual
Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta Hilang di Makkah, Kemenhaj Kerahkan Tim Lakukan Pencarian
Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta Hilang di Makkah, Kemenhaj Kerahkan Tim Lakukan Pencarian
Aktual
Menag: Kurban Idul Adha Jadi Bantuan Sosial Protein bagi Masyarakat
Menag: Kurban Idul Adha Jadi Bantuan Sosial Protein bagi Masyarakat
Aktual
Huawei Gelar CSR Kurban 2026, Dorong Sinergi Teknologi dan Kepedulian Sosial
Huawei Gelar CSR Kurban 2026, Dorong Sinergi Teknologi dan Kepedulian Sosial
Aktual
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com