Editor
KOMPAS.com-Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menyatakan, sejumlah wilayah di Provinsi Timur berpotensi mencatat suhu mendekati 50 derajat Celsius.
Peringatan itu disampaikan saat gelombang panas ekstrem masih berlangsung di kawasan tersebut.
Kondisi cuaca panas diperkirakan berlanjut hingga Jumat (29/5/2026), berdasarkan prakiraan terbaru yang dikeluarkan Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi.
Otoritas mengimbau masyarakat dan pelaku perjalanan meningkatkan kewaspadaan, terutama selama periode libur Idul Adha.
Baca juga: Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Dilansir dari Saudi Gazette, juru bicara resmi Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, Hussein Al-Qahtani, mengatakan cuaca panas masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Al-Qahtani menyebut, suhu di sejumlah wilayah diperkirakan berada pada kisaran 47-50 derajat Celsius.
Ia meminta masyarakat mengikuti instruksi keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait.
Masyarakat juga diimbau memantau pembaruan cuaca secara berkala, terutama saat melakukan aktivitas selama libur Idul Adha.
Baca juga: Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²
Dalam peringatan cuaca terpisah, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi juga memperkirakan angin aktif yang membawa debu dan pasir masih terjadi di sejumlah daerah.
Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Makkah, Madinah, Hail, Al-Jouf, dan Perbatasan Utara.
Kondisi angin berdebu itu juga diperkirakan meluas hingga beberapa daerah di Qassim, Riyadh, dan Provinsi Timur.
Cuaca tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga di luar ruangan.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi juga menyebutkan potensi awan petir di sebagian wilayah dataran tinggi.
Awan petir tersebut dapat disertai angin aktif dan hujan.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi ini meliputi sebagian dataran tinggi Jazan, Asir, dan Al-Baha.
Baca juga: Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Otoritas Arab Saudi berulang kali mengimbau warga dan pelaku perjalanan agar menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
Langkah pencegahan dinilai penting selama suhu ekstrem berlangsung, terutama bagi kelompok rentan dan orang yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Peringatan cuaca ini muncul bersamaan dengan periode libur Idul Adha, ketika mobilitas masyarakat dan pelaku perjalanan biasanya meningkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang