JEDDAH, KOMPAS.com- Sarjo Utomo (71) kakek asal Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyunggingkan senyum pada tim Media Center Haji saat ditemui di ruang tunggu Bandara Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
Sarjo yang tergabung dalam kloter 1 YIA (Yogyakarta) bersiap pulang ke Tanah Air setelah menuntaskan ibadah hajinya.
"Senang, ibadahnya lancar," kata Sarjo saat ditanya mengenai perasaannya setelah melalui 40 hari di Tanah Suci, Senin (1/6/2026).
Haji baginya, adalah ibadah penuh dengan perjuangan. Namun, seberat apa pun tidak mengapa, jika balasannya adalah ampunan.
"Doa yang saya panjatkan adalah mohon ampun atas kesalahan-kesalahan saya," kata dia.
Baca juga: 35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
Sarjo bercerita, dirinya sempat mengalami batuk cukup berat saat menjalani wukuf di Arafah. Cuaca yang terik menjadi salah satu tantangan Sarjo ketika itu.
"Sampai saya sempat pingsan tapi ya terus habis itu kembali (bangkit) lagi," ungkapnya.
Meski sempat terkendala kondisi fisik, Sarjo tetap bersemangat menutaskan semua rukun haji dengan baik. Prosesi lontar jumrah, katanya, dibadalkan oleh sang anak.
"Tadi lempar jamaratnya saya badalkan pada anak saya karena jalanannya penuh dan saya tidak bisa melihat, jadi malah bahaya," kata dia.
Selama sang anak membadalkannya melempar jumrah, Sarjo tetap berada di Mina untuk berdiam dan berdoa. Akhirnya proses lempar jumrah pun berjalan dengan lancar.
Baca juga: 35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
Sebelum pesawatnya lepas landas membawanya kembali ke Tanah Air, Sarjo mengutarakan rasa terima kasihnya pada Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH). Menurutnya para petugas haji telah banyak memberikan bantuan sehingga tahapan demi tahapan ibadah bisa dijalaninya dengan lancar.
"Terima kasih pada pihak PPIH telah mendampingi perjalanan saya di Madinah, Makkah, dan Arafah," ujarnya.
Mbah Sarjo yang mengalami keterbatasan penglihatan rela menjual pekarangan kebunnya. Bagi Sarjo, ibadah haji harus diupayakan dan ditunaikan bagi orang Islam yang mampu. Hal itu yang mendasarinya melakukan upaya maksimal demi bisa berkunjung ke Baitullah.
Setelah bertahun-tahun menunggu, Mbah Sarjo akhirnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama sang anak. Dia yang tergabung dalam kloter 1 Yogyakarta (YIA) tiba di Madinah, Arab Saudi pada Rabu, 22 April 2026.
Sarjo berharap, dengan menunaikan ibadah haji, Allah meridhoi upayanya dan mengampuni dosa-dosanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang