Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Mbah Sarjo, Kakek Disabilitas Netra yang Tuntas Berhaji

Kompas.com, 2 Juni 2026, 09:33 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com- Sarjo Utomo (71) kakek asal Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyunggingkan senyum pada tim Media Center Haji saat ditemui di ruang tunggu Bandara Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

Sarjo yang tergabung dalam kloter 1 YIA (Yogyakarta) bersiap pulang ke Tanah Air setelah menuntaskan ibadah hajinya.

"Senang, ibadahnya lancar," kata Sarjo saat ditanya mengenai perasaannya setelah melalui 40 hari di Tanah Suci, Senin (1/6/2026).

Haji baginya, adalah ibadah penuh dengan perjuangan. Namun, seberat apa pun tidak mengapa, jika balasannya adalah ampunan.

"Doa yang saya panjatkan adalah mohon ampun atas kesalahan-kesalahan saya," kata dia.

Baca juga: 35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati

Melawan rasa sakit

Sarjo bercerita, dirinya sempat mengalami batuk cukup berat saat menjalani wukuf di Arafah. Cuaca yang terik menjadi salah satu tantangan Sarjo ketika itu.

"Sampai saya sempat pingsan tapi ya terus habis itu kembali (bangkit) lagi," ungkapnya.

Meski sempat terkendala kondisi fisik, Sarjo tetap bersemangat menutaskan semua rukun haji dengan baik. Prosesi lontar jumrah, katanya, dibadalkan oleh sang anak.

"Tadi lempar jamaratnya saya badalkan pada anak saya karena jalanannya penuh dan saya tidak bisa melihat, jadi malah bahaya," kata dia.

Selama sang anak membadalkannya melempar jumrah, Sarjo tetap berada di Mina untuk berdiam dan berdoa. Akhirnya proses lempar jumrah pun berjalan dengan lancar.

Baca juga: 35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati

Berterima kasih pada petugas

Sebelum pesawatnya lepas landas membawanya kembali ke Tanah Air, Sarjo mengutarakan rasa terima kasihnya pada Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH). Menurutnya para petugas haji telah banyak memberikan bantuan sehingga tahapan demi tahapan ibadah bisa dijalaninya dengan lancar.

"Terima kasih pada pihak PPIH telah mendampingi perjalanan saya di Madinah, Makkah, dan Arafah," ujarnya.

Mbah Sarjo yang mengalami keterbatasan penglihatan rela menjual pekarangan kebunnya. Bagi Sarjo, ibadah haji harus diupayakan dan ditunaikan bagi orang Islam yang mampu. Hal itu yang mendasarinya melakukan upaya maksimal demi bisa berkunjung ke Baitullah.

Setelah bertahun-tahun menunggu, Mbah Sarjo akhirnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama sang anak. Dia yang tergabung dalam kloter 1 Yogyakarta (YIA) tiba di Madinah, Arab Saudi pada Rabu, 22 April 2026.

Sarjo berharap, dengan menunaikan ibadah haji, Allah meridhoi upayanya dan mengampuni dosa-dosanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal di Mina, Sempat Jalani Prosedur
Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal di Mina, Sempat Jalani Prosedur
Aktual
Cerita Mbah Sarjo, Kakek Disabilitas Netra yang Tuntas Berhaji
Cerita Mbah Sarjo, Kakek Disabilitas Netra yang Tuntas Berhaji
Aktual
Niat dan Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji
Niat dan Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji
Doa dan Niat
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
Aktual
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Aktual
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Aktual
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Aktual
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
Aktual
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Aktual
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Aktual
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com