Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aisyiyah Dorong Dakwah Kemanusiaan lewat Pendidikan, Kesehatan dan Aksi Sosial

Kompas.com, 4 Juni 2026, 07:56 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, dakwah tidak lagi dipahami sebatas ceramah dari atas mimbar.

Bagi Aisyiyah, organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, dakwah harus hadir dalam bentuk kepedulian yang nyata, menyentuh persoalan pendidikan, kesehatan keluarga, hingga membantu mereka yang membutuhkan.

Gagasan tersebut menjadi semangat yang diusung Aisyiyah dalam peringatan Milad ke-109 yang digelar di Banyuwangi.

Organisasi perempuan Muhammadiyah itu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dakwah kemanusiaan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam yang membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Baca juga: Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah

Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarramah, mengatakan dakwah kemanusiaan tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Menurutnya, dakwah harus diwujudkan melalui langkah konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dakwah kemanusiaan yang diusung oleh Aisyiyah harus diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari penguatan pendidikan, kesehatan keluarga, dan aksi sosial lainnya,” katanya.

Komitmen tersebut selama ini diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan Aisyiyah hingga tingkat cabang dan ranting.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, kegiatan seperti Jumat Berkah dan Ahad Berkah menjadi bagian dari gerakan sosial yang rutin dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian dan gotong royong.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyuwangi, Laili Dwi Damayanti, menyebut program-program tersebut merupakan bentuk nyata dari dakwah kemanusiaan yang ingin terus diperkuat oleh Aisyiyah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi semangat dakwah kemanusiaan yang diusung Aisyiyah.

Menurutnya, nilai-nilai luhur Islam akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang.

“Nilai-nilai luhur keislaman harus dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa dibatasi sekat apa pun,” kata Ipuk.

Baca juga: SMA Konservasi Pertama di Indonesia Milik Muhammadiyah: Gabungkan Pendidikan, Agama, dan Pelestarian Alam

Selama lebih dari satu abad perjalanannya, Aisyiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi perempuan Islam, tetapi juga sebagai gerakan yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial.

Melalui semangat dakwah kemanusiaan, organisasi ini ingin memastikan bahwa ajaran Islam hadir tidak hanya dalam kata-kata, melainkan juga dalam tindakan yang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com