BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, dakwah tidak lagi dipahami sebatas ceramah dari atas mimbar.
Bagi Aisyiyah, organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, dakwah harus hadir dalam bentuk kepedulian yang nyata, menyentuh persoalan pendidikan, kesehatan keluarga, hingga membantu mereka yang membutuhkan.
Gagasan tersebut menjadi semangat yang diusung Aisyiyah dalam peringatan Milad ke-109 yang digelar di Banyuwangi.
Organisasi perempuan Muhammadiyah itu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dakwah kemanusiaan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam yang membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Baca juga: Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarramah, mengatakan dakwah kemanusiaan tidak boleh berhenti sebagai slogan.
Menurutnya, dakwah harus diwujudkan melalui langkah konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Dakwah kemanusiaan yang diusung oleh Aisyiyah harus diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari penguatan pendidikan, kesehatan keluarga, dan aksi sosial lainnya,” katanya.
Komitmen tersebut selama ini diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan Aisyiyah hingga tingkat cabang dan ranting.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, kegiatan seperti Jumat Berkah dan Ahad Berkah menjadi bagian dari gerakan sosial yang rutin dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian dan gotong royong.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyuwangi, Laili Dwi Damayanti, menyebut program-program tersebut merupakan bentuk nyata dari dakwah kemanusiaan yang ingin terus diperkuat oleh Aisyiyah.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi semangat dakwah kemanusiaan yang diusung Aisyiyah.
Menurutnya, nilai-nilai luhur Islam akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang.
“Nilai-nilai luhur keislaman harus dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa dibatasi sekat apa pun,” kata Ipuk.
Selama lebih dari satu abad perjalanannya, Aisyiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi perempuan Islam, tetapi juga sebagai gerakan yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial.
Melalui semangat dakwah kemanusiaan, organisasi ini ingin memastikan bahwa ajaran Islam hadir tidak hanya dalam kata-kata, melainkan juga dalam tindakan yang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang